Ilustrasi. Foto: Medcom.id
Ilustrasi. Foto: Medcom.id

Imbas Pandemi, Industri Manufaktur PHK 1,8 Juta Pekerja

Ekonomi PHK industri manufaktur pandemi covid-19
Husen Miftahudin • 20 Januari 2021 21:05
Jakarta: Direktur Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Muhammad Faisal menyebutkan sebanyak 1,8 juta pekerja di sektor industri manufaktur terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Hal tersebut terjadi lantaran meluasnya dampak pandemi covid-19 di Indonesia.
 
"Jumlah tenaga kerja industri manufaktur menurun tajam selama pandemi, berkurang 1,8 juta orang pada Agustus 2020 dibanding Agustus 2019," ujar Faisal dalam diskusi virtual di Jakarta, Rabu, 20 Januari 2021.
 
Faisal mengungkapkan, hingga kuartal III-2020, pertumbuhan industri manufaktur masih berada dalam zona pertumbuhan negatif. Secara tahunan pertumbuhan industri manufaktur minus 4,31 persen, jauh lebih rendah dibandingkan pertumbuhan pada periode yang sama tahun lalu yang mencapai 4,1 persen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Penurunan kinerja industri manufaktur juga terlihat dari tingkat utilisasi industri manufaktur yang turun drastis, dari 75 persen sebelum pandemi menjadi hanya sekitar 50 persen ketika terjadinya pandemi. Meski masih menjadi sektor dengan sumbangan terbesar namun proporsi sektor industri terhadap PDB Indonesia telah menurun dalam lima belas tahun terakhir.
 
"Kondisi penurunan share manufaktur dalam perekonomian merupakan salah satu gejala deindustrialisasi dini yang telah dialami Indonesia di satu dekade terakhir. Kondisi ini tentu perlu diwaspadai mengingat sektor industri manufaktur menjadi kunci dalam mendorong pemulihan ekonomi yang lebih tinggi hingga penciptaan lapangan kerja," paparnya.
 
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), industri manufaktur merupakan satu dari tiga sektor terbesar yang mengambil kebijakan pemberhentian pekerja dalam waktu singkat. Sebanyak 52,23 persen perusahaan dalam lingkup industri pengolahan mengaku melakukan pengurangan pegawai di tengah pandemi.
 
"Angka tersebut termasuk tinggi dibandingkan dengan lapangan usaha lainnya. Dari jumlah tenaga kerja yang bekerja di sektor ini turun 8,93 persen dari 19,2 juta orang menjadi 17,5 juta orang," tutur dia.
 
Faisal mengakui bahwa hingga November 2020 secara keseluruhan ekspor produk manufaktur mampu mencatatkan pertumbuhan positif bahkan lebih baik dibandingkan pertumbuhan tahun lalu. Namun jika dilihat, kenaikan ini juga tidak terlepas dari ekspor subsektor manufaktur logam dasar yang mengalami peningkatan hingga 20 persen.
 
Kenaikan subsektor industri logam tidak terlepas dari kebijakan investasi pemerintah yang mendorong pembangunan smelter, pelarangan ekspor mineral dan batu bara, serta pelarangan ekspor biji nikel.
 
Sayangnya, tidak semua subsektor dari industri manufaktur bisa menikmati kinerja pertumbuhan ekspor positif. Sektor industri unggulan lainnya seperti Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) melanjutkan kinerja pertumbuhan ekspor negatif di tahun lalu.
 
"Kondisi industri tekstil dan produk tekstil memang tidak begitu menggembirakan setidaknya dalam tiga tahun terakhir," ucap Faisal.
 
Sementara itu, Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jemmy Kartiwa Sastraatmadja mengatakan bahwa penurunan kinerja industri TPT tidak terlepas dari melemahnya demand pasar dalam negeri lantaran pangsa pasar yang direbut produk impor imbas regulasi yang memudahkan impor.
 
"Akhirnya, kondisi ini bermuara pada konsumsi masyarakat yang lebih rendah terhadap produk dalam negeri, karena didominasinya pasar oleh produk impor," urai Jemmy.
 
Adapun pangsa pasar konsumsi untuk produksi dalam negeri pada tahun 2016 mencapai 65 persen namun pada 2019 jumlahnya menurun menjadi 56 persen. "Hal ini ditambah dengan level playing field yang tidak seimbang dengan negara pesaing seperti misalnya Tiongkok, Bangladesh, Vietnam, dan India," pungkas dia.
 
 
(DEV)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif