"Sebetulnya upaya penyediaan pangan itu sudah kita lakukan sebulan sebelumnya. Karena enggak mungkin kalau minggu depan Ramadan kita ribut sekarang," ujar Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Agung Hendriadi dalam diskusi virtual, Senin, 12 April 2021.
Lalu, pemerintah juga menggenjot serta memaksimalkan produksi komoditas-komoditas yang tidak memerlukan importasi, seperti beras, bawang merah, dan cabai rawit.
"Jadi apa yang kita produksi secara maksimal akan kita produksi," ucapnya.
Sementara untuk komoditas yang memerlukan importasi untuk menjaga ketersediaan stok pemerintah melalui Kementerian Perdagangan terus menjalin kerja sama dan komunikasi dengan negara penyuplai komoditas.
"Untuk komoditas-komoditas tertentu seperti bawang putih, daging sapi, dan gula pasir, itu kita perlu berkomunikasi dan menjalin hubungan kerja sama," ungkapnya.
Selain itu untuk menjaga ketersediaan stok pangan, pemerintah bersama stakeholder lainnya juga siap melakukan intervensi. Khususnya yang berkaitan dengan distribusi komoditas lantaran rawan terkena imbas dari Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
"PSBB ini suka tidak suka akan mempengaruhi distribusi pangan kita. Oleh karena itu, kami tentunya bekerja sama dengan stakeholder lainnya melakukan intervensi-intervensi agar tidak membiarkan itu terjadi," jelasnya.
Pemerintah juga bekerja sama dengan beberapa server belanja online untuk membantu penyaluran komoditas. Hal itu dianggap penting lantaran selain menciptakan efisiensi, melalui channel online distribusi komoditas bisa lebih merata.
"Sekarang ini penjualan komoditas secara online. Oleh karena itu bekerja sama dengan beberapa server-server yang ada untuk mendistribusikan pangan dan penjualan secara online," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News