Ilustrasi desain ibu kota baru. Foto: Kementerian PUPR.
Ilustrasi desain ibu kota baru. Foto: Kementerian PUPR.

Sejauh Mana Kesiapan Infrastruktur Ibu Kota Baru?

Antara • 23 April 2021 22:15
Jakarta: Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa memastikan kesiapan infrastruktur dan jalur logistik di Samarinda, Balikpapan, dan Penajam Paser Utara yang mendukung pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) baru.
 
Salah satu infrastruktur dan jalur logistik yang menjadi perhatian Suharso adalah pengembangan Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto seperti pembangunan taxiway dan rekonstruksi runway.
 
"Pengembangan Bandara APT Pranoto Samarinda adalah bagian dari pembangunan konektivitas terpadu untuk mendukung IKN. Pengembangan ini merupakan integrasi tiga kota yaitu Balikpapan, Samarinda, dan IKN kelak," katanya, dikutip dari Antara, Jumat, 23 April 2021.

Suharso mengatakan pengembangan Bandara APT Pranoto Samarinda tersebut akan disesuaikan dengan indikasi kapasitas ultimate hingga 20 juta penumpang setiap tahunnya.
 
Tak hanya itu, Suharso juga memantau Bendungan Sepaku Semoi di Penajam Paser Utara yang membendung Sungai Tengin dan akan berperan sebagai penyuplai air baku untuk IKN dengan kapasitas 0,5 m3/detik dan Balikpapan dengan kapasitas 2 m3/detik.
 
Selain bendungan, infrastruktur pendukung lain yang menjadi fokus Kementerian PPN/Bappenas adalah Pelabuhan Kariangau Balikpapan karena menjadi simpul penting dari sisi logistik penunjang IKN.
 
Saat ini, terdapat lima terminal dengan total kapasitas 2,1 juta ton dan 630 ribu TEUs (twenty foot equivalent unit) peti kemas setiap tahunnya.
 
"Kapasitas kargo di terminal ini bisa mencapai 300 ribu TEUs tiap tahunnya. Bahkan realisasi arus peti kemasnya meningkat sejak 2015," ujarnya.
 
Ia menjelaskan pengembangan Kaltim Kariangau Terminal akan selaras dengan pembangunan IKN dan mengintegrasikan tiga kota yaitu Samarinda-Balikpapan-IKN sehingga menjadi kawasan industri terpadu.
 
"IKN tidak bisa berdiri sendiri. Bappenas mengibaratkan ibu kota ini, otaknya ada di IKN, hatinya di Samarinda, dan ototnya di Balikpapan," papar dia.
 
Sementara itu, hasil kajian lingkungan hidup strategis IKN merekomendasikan Kaltim Kariangau Terminal (KKT) menjadi pelabuhan logistik utama bahan baku konstruksi pembangunan IKN.
 
Pada 2015, arus peti kemas di KKT tercatat sebesar 171.275 yang kemudian meningkat menjadi 206.652 TEUs pada 2019. Ke depannya, KKT akan terus dikembangkan secara bertahap hingga dapat mendukung kapasitas ultimate Pelabuhan Balikpapan yang mencapai 3,5 juta TEUs.
 
Selain itu, KKT juga dikembangkan sesuai standar untuk menjadi Jaringan Pelabuhan Utama yang dapat menampung kapal dengan ukuran 2.500 TEUs.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(AHL)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan