Ilustrasi. FOTO: Medcom.id
Ilustrasi. FOTO: Medcom.id

Waspadai Kejahatan Baru di Ranah Digital

Angga Bratadharma • 13 Agustus 2022 21:43
Lombok Tengah: Phising yang berasal dari bahasa Inggris yakni fishing yang artinya memancing adalah salah satu bentuk penipuan di dunia maya dengan tujuan untuk mencuri akun korban. Para pengguna terutama mereka yang berselancar di dunia maya diharapkan untuk selalu waspada, karena sebagian besar kejahatan siber umumnya diawali dari phising.
 
"Intinya, phising adalah serangan yang dilakukan untuk menipu atau memancing korban agar mau mengklik tautan serta meng-input informasi kredential seperti user name dan password," ujar Pengajar SMKN I Nganjuk Winarsih, dalam diskusi virtual bertajuk 'Mengenal Phising dan Doxing, Kejahatan Baru di Ruang Digital', dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 13 Agustus 2022.
 
Sebagai salah satu modus kriminalitas di ranah internet, lanjutnya, phising adalah tindakan yang dilakukan oleh oknum tertentu untuk memperoleh informasi pribadi seseorang dengan cara menipu. Dengan phising, orang akan secara sukarela melahap umpan yang diberikan oleh seorang phiser.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lantaran tujuan utamanya untuk mengelabui, tambahnya, maka tidak heran jika jenis phising sangat beragam. Para pelaku juga memanfaatkan banyak media untuk menjebak para pengguna internet demi keuntungan pribadi. Di antaranya adalah whaling, e-mail phishing, web phising, hingga spear phising.
Baca: Menkeu Minta Pertamina Kendalikan Konsumsi Pertalite

Agar tidak menjadi korban phising, setidaknya ada beberapa tips. Di antaranya cek pengirim email, jangan klik link sembarangan, cek keamanan website yang diakses, waspada saat dimintai data pribadi, gunakan two-factor authentication, scan malware secara berkala, cek akun secara rutin, dan gunakan browser versi terbaru.
 
"Pastikan Anda melakukan updating browser setiap kali ada pemberitahuan pembaharuan. Ini sangat berguna untuk meningkatkan keamanan maupun fitur-fitur browser yang Anda gunakan menjadi lebih baik dan efektif," kata Winarsih.
 
Kondisi itu yang akhirnya membuat Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mendukung literasi digital di masyarakat sejalan dengan mulai berkembangnya ekonomi digital di Tanah Air. Kominfo pun terus menggelar pelatihan digital agar masyarakat cakap berliterasi di dunia maya. Jutaan orang ditargetkan cakap berliterasi digital pada tahun ini.
 
"Pada 2022 akan diberikan pelatihan literasi digital kepada 5,5 juta masyarakat," kata Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate.
 
Johnny mengatakan pada tahun lalu pihaknya membuat 14,6 juta masyarakat cakap berliterasi di dunia maya melalui program pelatihan digital. Program itu merupakan kolaborasi Kominfo dengan gerakan nasional literasi digital siberkreasi.
 
"Kinerja literasi digital pun mulai menunjukkan peningkatan dari segi kualitas," pungkas Johnny.

 
(ABD)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif