Ilustrasi. FOTO: MI/SUMARYANTO
Ilustrasi. FOTO: MI/SUMARYANTO

Indonesia Resesi: The Worst is Over

Ekonomi Pertumbuhan Ekonomi Virus Korona Ekonomi Indonesia covid-19 Pemulihan Ekonomi Nasional Indonesia Resesi
Angga Bratadharma • 06 November 2020 14:05
PERTUMBUHAN ekonomi Indonesia di kuartal III-2020 berkontraksi 3,49 persen secara tahun ke tahun (yoy) yang artinya gelar resesi resmi disandang Tanah Air. Meski demikian, tekanan pertumbuhan ekonomi lebih baik ketimbang di kuartal II di tahun ini yang negatif 5,32 persen. Dengan kata lain, kondisi terburuk sudah berakhir.
 
Walau secara tahun ke tahun masih negatif namun jika ditelisik lebih rinci pertumbuhan di periode tersebut tumbuh 5,05 persen ketimbang kuartal II-2020. Sementara secara year to date (ytd) sejak kuartal I sampai dengan kuartal III di tahun ini, ekonomi Indonesia tercatat kontraksi sebesar minus 2,03 persen.
 
Melalui data itu, ekonomi Indonesia terlihat membaik karena secara kuartal menunjukkan pertumbuhan yang positif dan cukup tinggi. Bahkan, data tersebut bisa menjadi sinyal positif bahwa pemulihan ekonomi nasional terus berlanjut di kuartal selanjutnya. Bila perbaikan terus terjadi bukan tidak mungkin di akhir tahun pertumbuhan ekonomi positif bisa ditorehkan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sejumlah langkah yang dilakukan pemerintah diharap terus berdampak positif terhadap pemulihan ekonomi. Langkah itu seperti program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), kebijakan dari sisi fiskal dan moneter, restrukturisasi kredit dan pembiayaan, hingga pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
 
"The worst is over! ?Perekonomian kuartal III-2020 tumbuh minus 3,49 persen (yoy). Upaya meningkatkan pertumbuhan dari triwulan II minus 5,32 persen (yoy) telah menunjukkan proses pemulihan dan pembalikan arah aktivitas ekonomi nasional menuju ke zona positif," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani, dikutip dari akun instagram pribadinya, Jumat, 6 November 2020.?
?
Indonesia Resesi: <i>The Worst is Over</i>
Sumber: Instagram/smindrawati
 
Penyerapan belanja negara tumbuh 15,5 persen ditopang oleh realisasi berbagai bantuan sosial dan dukungan untuk dunia usaha, termasuk UMKM. Akselerasi realisasi belanja negara ini membuat pertumbuhan konsumsi pemerintah tumbuh positif sebanyak 9,8 persen (yoy) meningkat tajam ketimbang triwulan II yang negatif cukup dalam minus 6,9 persen. ?
?
Ani sapaan akrabnya menambahkan titik balik aktivitas ekonomi juga tercermin dari data administrasi penerimaan perpajakan. Pertumbuhan penerimaan perpajakan bulanan yang mengalami penurunan paling tajam di Mei telah menunjukkan tren perbaikan hingga akhir triwulan III-2020. ?
 
?"Ke depan, pemerintah akan terus melakukan berbagai upaya akselerasi PEN, terutama akselerasi belanja pemerintah di daerah pada triwulan III yang baru mencapai 53,3 persen dari total nasional anggaran belanja dalam APBD TA 2020 sebesar Rp1.080,71 triliun," tuturnya.
 
Lewati titik terendah
 
Dengan meredanya tekanan krisis akibat pandemi covid-19 terhadap perekonomian di kuartal III bisa dikatakan Indonesia sudah melewati titik terendah. Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto berpandangan Indonesia mulai pulih jika mengacu pada pengumuman Badan Pusat Statistik (BPS).
 
"Kita bisa melihat pengumuman BPS, perekonomian kita trennya sudah positif. Artinya kita sudah melewati rock bottom di kuartal II minus 5,32 dan kuartal III sudah mencapai tren positif di minus 3,49," kata Airlangga.
 
 

Perbaikan tidak hanya terjadi di Indonesia. Hampir semua negara di dunia juga mulai pulih usah terhantam covid-19. Meskipun sebagian besar masih berada di posisi minus, tetapi tren perekonomian global sudah positif seperti ekonomi Amerika Serikat tumbuh minus 2,9 persen di kuartal III-2020, dan Tiongkok tumbuh 4,9 persen.
 
Kemudian kawasan Eropa tumbuh minus 4,3 persen, ekonomi Korea Selatan tumbuh di posisi minus 1,3 persen, Hong Kong tumbuh di minus 3,4 persen, Singapura tumbuh di level tujuh persen, dan Meksiko tumbuh di level minus 8,6 persen.
 
"Kalau kita dibandingkan dengan beberapa negara, itu hampir semua negara trennya positif. Artinya dunia sudah mulai membaik. Pemerintah melakukan berbagai kegiatan termasuk mendorong stimulan dari program ekonomi. Stimulan sejak Juli-November terjadi peningkatan dari total Rp695 triliun per November ytd sudah di disburse Rp366,86 triliun," kata dia.
 
Di sisi lain, investor dinilai tidak kaget dengan hasil pertumbuhan ekonomi di kuartal III yang masih negatif. Hal tersebut lantaran para investor terutama di pasar modal sudah memprediksi jauh hari sebelumnya dan sudah melakukan persiapan. Kondisi itu terlihat dari gerak pasar modal yang tidak 'terbanting' ketika pertumbuhan ekonomi diumumkan BPS.
 
Malahan para investor lebih mewaspadai dan terus mencermati katalis yang akan datang dari hasil Pemilihan Presiden (Pilpres) Amerika Serikat. Medcom.id mencatat pada hari pertama penghitungan suara dengan Joe Biden unggul sementara dari Donald Trump, IHSG sukses menguat. Namun ketika Trump nyaris mengungguli Biden, IHSG di sesi siang justru tumbang.
 
IHSG Jumat, 6 November 2020, dibuka menguat 30,838 poin atau setara 0,586 persen ke posisi 5.291 pada pukul 09.01 WIB. Saat bel pembukaan, IHSG bertengger di posisi 5.276. Gerak indeks sempat menyentuh level tertinggi di posisi 5.296 dan level terendah di 5.276. Penguatan terjadi karena diterpa katalis positif berupa unggulnya Biden sementara waktu.
 
"(Investor) pasar (saham) sudah memperhitungkan dari jauh hari bahwa Indonesia memang akan resmi memasuki zona resesi. Antusiasme investor terlihat dari kenaikan IHSG (akibat sentimen Pilpres AS)," kata Kepala Riset NH Korindo Sekuritas Indonesia Anggaraksa Arismunandar.
 
Tren positif berlanjut
 
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa berharap tren positif pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat berlanjut hingga kuartal IV-2020. Kondisi itu sejalan dengan sejumlah upaya yang dilakukan pemerintah untuk memulihkan ekonomi.
 
"Dengan optimisme ini mudah-mudahan di kuartal IV dengan adanya tren yang membaik dan konsumsi pemerintah akan tumbuh setidak-tidaknya sama besarnya dengan kuartal III, maka kita bisa menutup akhir tahun ini yang akan mendekati nol (persen) atau bahkan beberapa di atas nol," kata Suharso.
 
Harapan Kepala Bappenas itu lantaran pertumbuhan dari kuartal II ke kuartal III berada di atas lima persen dengan Purchasing Manager Index (PMI) mendekati level 52. Terkait 2021, Suharso berharap, seluruh program pemerintah yang dipersiapkan dapat langsung dimulai termasuk proses administrasi di November dan Desember ini.
 
 

"Sehingga belanja pemerintah sekali lagi akan menjadi prime mover, lokomotif untuk mengangkat konsumsi masyarakat," ungkap Suharso.
 
Suharso optimistis pertumbuhan kuartal IV dibandingkan dengan kuartal III-2020 akan tumbuh di angka lima persen. "Pertumbuhan saya kira optimisme tetap di angka lima persen. Mudah-mudahan bisa kita capai dengan berbagai alasan," tutur Suharso.
 
Sementara itu, Ketua Satgas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional Budi Gunadi Sadikin mengatakan realisasi penyaluran program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) hingga 2 November 2020 mencapai Rp366 triliun. "Realisasi program PEN sudah mencapai Rp366 triliun atau 51,9 persen dari total anggaran," jelas Budi.
 
PEN telah disalurkan lebih dari Rp150 triliun pada kuartal III sebagai dukungan menjaga defisit pertumbuhan ekonomi Indonesia. Presiden sudah memberikan arahan agar anggaran PEN dapat disalurkan semaksimal mungkin pada kuartal keempat 2020.
 
"Kami berharap sisa anggaran PEN bisa diserap semua minimal Rp100 triliun bisa kita salurkan pada kuartal keempat. Arahan Presiden (Joko Widodo) agar di kuartal empat ini disalurkan semaksimal mungkin," ucap Budi.
 
Serapan anggaran PEN paling besar di pos bantuan sosial. Per 2 November, bantuan sosial yang salurkan Kementerian Sosial (Kemensos) telah mencapai 86,51 persen dari total anggaran Rp128,84 triliun. "Kami juga melihat secara bulan ke bulan program perlindungan sosial yang dipimpin oleh Mensos Juliari Batubara ini memang penetrasinya paling baik," ujar Budi.
 
Menggerakkan ekonomi
 
Pertumbuhan ekonomi yang dibidik bisa positif pada akhir tahun tentu membutuhkan upaya yang luar biasa mengingat pandemi covid-19 belum berakhir. Salah satu yang perlu dilakukan untuk menggerakkan ekonomi adalah mendorong kalangan menengah ke atas untuk meningkatkan konsumsinya.
 
Indonesia Resesi: <i>The Worst is Over</i>
 
Saat covid-19 merajalela, daya beli masyarakat tertahan dan diperparah ketika kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada Maret 2020 diberlakukan dan PSBB Jilid II diimplementasikan guna memutus mata rantai penyebaran covid-19. Untuk memperbaikinya, pemerintah harus menggenjot konsumsi masyarakat termasuk konsumsi pemerintah.
 
Pemerintah dinilai jangan hanya bergantung pada program PEN semata. Pengamat ekonomi Center of Reform on Economic (Core) Indonesia Mohammad Faisal menilai realisasi belanja PEN ditujukan untuk memberikan daya tahan kepada masyarakat terdampak bukan untuk membuat pertumbuhan ekonomi positif.
 
"PEN bukan untuk membuat pertumbuhan ekonomi positif. Itu supaya tidak anjlok lebih dalam, yang miskin dan pengangguran tidak bertambah tapi untuk mendorong ekonomi positif itu ekonomi mesti bergerak, digerakkan konsumsi, khususnya menengah ke atas," imbuhnya.
 
Lebih lanjut, ia menyayangkan ekonomi Indonesia mengalami pertumbuhan ekonomi negatif yang masih cukup dalam. Padahal, menurutnya, seharusnya bisa lebih baik mengingat kebijakan PSBB sudah dilonggarkan. "Saya tadinya berpikir kontraksi tidak sedalam itu walaupun sudah lebih baik dari kuartal II, tapi kuartal II anjlok karena pengetatan," kata Mohammad Faisal.
 
Realisasi pertumbuhan itu perlu menjadi catatan, tegas Mohammad Faisal, karena pengetatan dalam PSBB sudah di relaksasi, namun ekonomi belum bisa mengalami perubahan cukup besar. "Artinya potensi ke depan, bisa jadi dalam beberapa kuartal, kita masih akan mengalami pertumbuhan yang kontraksi," pungkasnya. 
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif