Foto: Grafis Medcom.id
Foto: Grafis Medcom.id

Bersabarlah

Ekonomi Analisis Ekonomi
Raja Suhud • 07 September 2020 09:11
ADA satu nasihat dari miliarder sekaligus investor terkemuka, yakni Warren Buffet, yang sangat diyakini kebenarannya oleh para investor. Bersabarlah. Itulah nasihat sekaligus kunci sukses Warren Buffet berinvestasi di pasar modal.
 
Bagi kalangan trader atau investor pasar modal, pesan Warren Buffet itu menjadi pegangan. Mereka tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan berinvestasi. Mereka baru memutuskan membeli suatu saham ketika sinyal beli sudah tampak dan menjualnya pada saat target harga sudah tercapai atau sinyal jual mulai terlihat.
 
Kesabaran seperti yang diajarkan Warren Buffet itulah yang saat ini menjadi ujian dalam menghadapi pandemi covid-19. Taat pada prosedur mengambil keputusan dan bukan berdasarkan emosi atau perasaan. Berbulan-bulan kita sudah dihadapkan pada situasi yang sulit. Selama berbulan-bulan, harapan dan sinyal akan pemulihan datang silih berganti.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Wajar bila kita ingin krisis ini segera berakhir. Ujian kesabaran pertama kita ada pada saat melangkah masuk pada tahap selanjutnya. Seperti diketahui, pemerintah sudah membuka kembali beberapa aktivitas bisnis guna membuat ekonomi bergerak.
 
Namun, pada saat ini kita dihadapkan pada kenyataan bahwa intensitas penyebaran covid-19 meningkat sehingga dibutuhkan kesabaran untuk tidak buru-buru melangkah ke depan dengan membuka lebih banyak lagi aktvitas bisnis.
 
Ujian kesabaran berikutnya ialah keinginan untuk cepat-cepat keluar dari krisis. Untuk itu, dicarilah langkah terobosan. Namanya terobosan tentu hasil yang diharapkan luar biasa. Namun, perlu juga dicatat bahwa bisa saja dampak negatifnya juga luar biasa. Saat ini kita dihadapkan pada masalah membiayai pemulihan ekonomi.
 
Uang di kantong terbatas, sedangkan rencana atau target kerja menggunung. Mencari utangan pun menjadi makin sulit karena bunga yang semakin tinggi di tengah likuiditas global yang ketat. Opsi mencetak uang menjadi salah satu godaan yang menarik guna membiayai kebutuhan anggaran.
 
Padahal, opsi tidak kurang berbahayanya. Mengapa? Karena di dunia hanya Amerika Serikat yang memiliki contoh sukses menerapkan itu. Beberapa negara yang meniru sistem itu gagal total dan perekonomiannya terpuruk hingga kini. Venezuela salah satu contohnya. Negara kaya minyak itu menjadi negara yang lumpuh perekonomiannya.
 
Rencana revisi UU BI saat ini disusun DPR bisa jadi merupakah ujian kesabaran yang ketiga. Karena dinilai seperti negara dalam satu negara, independensi BI coba dijebol dengan revisi UU. Dan itu berbahaya. Agaknya kita semua perlu saling menguatkan untuk menjadi orang sabar. Yakinlah dengan nasihat Warren Buffet. Kesabaran harus menjadi aset yang perlu dijaga guna mencegah kekayaan bangsa ini berpindah ke pihak lain yang lebih sabar.

Raja Suhud
Wartawan Media Indonesia


 
(AHL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif