Ilustrasi. FOTO: dok MI/Ramdani.
Ilustrasi. FOTO: dok MI/Ramdani.

Sayembara

Ekonomi analisa ekonomi Ibu Kota Baru
Suryopratomo • 04 Oktober 2019 12:32
RENCANA pemindahan ibu kota negara sudah digulirkan. Berbagai diskusi terus dilakukan. Banyaknya pandangan yang muncul dari berbagai diskusi tentu merupakan sesuatu yang positif. Semua orang memang harus terlibat untuk urun rembuk karena ibu kota negara yang baru nanti merupakan ibu kota negara milik kita semua.
 
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang PS Brodjonegoro menyebutkan ibu kota negara yang baru harus mencerminkan identitas Indonesia. Bahkan, wawasannya harus menjangkau masa yang panjang sampai 100 tahun yang akan datang. Kita tidak boleh gagal dalam membangunnya karena ibu kota negara nanti harus menjadi kebanggaan generasi yang akan datang.
 
Sebuah terobosan dilakukan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono. Dalam diskusi nasional tentang ibu kota negara di Balikpapan, 1 Oktober lalu, Menteri PU-Pera meluncurkan sayembara gagasan mendesain ibu kota negara yang akan dibangun di Kalimantan Timur. Disediakan hadiah sampai Rp5 miliar untuk mengundang para arsitek dan perencanaan kota terbaik guna menuangkan gagasan besarnya tentang ibu kota negara.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dengan sayembara itu, semua warga bangsa diajak terlibat langsung memikirkan desain ibu kota negara yang baru nanti. Rakyat tidak hanya dijadikan penonton dan menerima saja ibu kota negara yang baru, tetapi juga bisa mengeluarkan ide-ide cemerlang.
 
Harapannya ibu kota negara yang baru nanti mencerminkan filosofi bangsa ini, yaitu Pancasila. Salah satu ide yang kemudian muncul adalah perlu adanya lima jalan protokol yang menuju ke pusat ibu kota.
 
Selama ini, kita belum pernah membangun sebuah kota yang benar-benar baru. Ibu kota negara nanti harus menjadi contoh bagaimana sebaiknya sebuah kota itu dibangun dengan memperhatikan keamanan dan kenyamanan warganya. Kepala Bappenas bahkan menyebutkan, ibu kota negara yang baru nanti harus menjadi kota yang liveable, tidak kalah seperti Wina, Melbourne, Sydney, Osaka, ataupun Tokyo.
 
Ibu kota negara yang baru nanti memang dibayangkan bukan hanya bersih dan indah, melainkan juga bisa membuat orang bebas berjalan kaki maupun berolahraga. Fasilitas kotanya lengkap termasuk angkutan umumnya yang bisa menjangkau seluruh tempat. Menteri PU-Pera mengistilahkan ibu kota negara yang baru nanti sebagai kota modern, cerdas, dan metropolis.
 
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menambahkan, orang yang berkunjung ke ibu kota negara nanti akan mempunyai banyak pilihan moda transportasi. Dari Bandar Udara Sultan Aji Muhammad Sulaiman di Balikpapan, orang bisa menggunakan jalur darat melalui tol, jalur kereta yang akan dibangun khusus, atau angkutan laut dengan menikmati Teluk Balikpapan yang airnya tenang dan pemandangannya hijau di sepanjang 70 kilometer menjorok ke dalam.
 
Tentu persoalan yang dihadapi dalam persiapan pemindahan ibu kota bukan sekadar masalah infrastruktur. Mantan Ketua Mahkamah Agung Bagir Manan mengingatkan, faktor sosial dan juga politik yang harus diperhatikan. Termasuk masyarakat Kalimantan Timur yang harus lebih banyak didengar karena merekalah yang kelak merasakan dampak langsung.
 
Terutama persiapan terhadap masyarakat di Kaltim perlu dilakukan sejak sekarang. Mereka harus menjadi bagian utama bagi kemajuan Kaltim yang dalam waktu pendek menerima aliran modal sangat besar. Perhitungan Bappenas, jumlah lapangan pekerjaan yang akan diciptakan bisa lebih dari 10 persen. Pertumbuhan ekonomi wilayah Kaltim diperkirakan bisa mencapai tujuh persen.
 
Pemerintah daerah di Kaltim harus mengingatkan warganya, terutama generasi muda, untuk bersiap diri. Bisnis bisa berkembang pesat di Kaltim dan juga Kalimantan karena kalau sukses menjadi salah satu kota layak huni terbaik di dunia, akan banyak pendatang dan turis yang akan datang ke ibu kota negara yang baru nanti.
 
Kepala Bappenas sangat berharap, pemindahan ibu kota bisa memeratakan pembangunan. Setelah 74 tahun kemajuan pembangunan nasional lebih 80 persen hanya dinikmati mereka yang tinggal di Jawa dan Sumatra, saatnya Kalimantan dan Sulawesi juga merasakan derap pembangunan ini.
 
Dibutuhkan gagasan besar untuk membangun ibu kota negara yang baru. Oleh karena itu, adu gagasan harus dilakukan agar dihasilkan konsep pembangunan kota terbaik. Segala hal yang akan menjadi kendala harus diangkat sekarang agar bisa dipikirkan jalan keluarnya.
 
Memang, tidak mudah merealisasikan pembangunan ibu kota negara yang baru. Namun, dibutuhkan pikiran-pikiran menantang yang mendorong kita semakin maju, bukan sebaliknya pemikiran-pemikiran negatif yang hanya membuat kita menjadi berkecil hati.
 
Kita percaya bangsa Indonesia adalah bangsa yang penuh optimisme. Sejauh ini sudah banyak pihak yang ingin ikut serta dalam sayembara untuk ikut mendesain ibu kota negara yang baru nanti. Ada 13 juri yang menilai karya-karya terbaik putra-putra Indonesia itu, dan bahkan tidak tertutup kemungkinan mengundang konsultan terbaik dunia agar ikut memperkaya konsep pembangunan ibu kota negara yang akan menjadi ikon baru Indonesia. (Podium)
 
Suryopratomo
Dewan Redaksi Media Group

 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif