Mancini Melatih Timnas Italia

Menanti Kebangkitan Italia dan Kembalinya Balotelli di Tangan Mancini

A. Firdaus 15 Mei 2018 13:27 WIB
timnas italia
Menanti Kebangkitan Italia dan Kembalinya Balotelli di Tangan Mancini
Pelatih anyar Timnas Italia, Roberto Mancini (Foto: AFP)
Roberto Mancini telah diberi tugas untuk menghidupkan kembali tim nasional Italia, setelah kegagalan mereka lolos ke Piala Dunia. Mantan pelatih Manchester City dan Inter Milan itu mengalahkan beberapa nama besar lainnya untuk menjadi allenatore anyar Gli Azzurri.

Ada beberapa kandidat bergengsi asal Negeri Pizza yang berpeluang mengisi kekosongan kursi yang ditinggalkan Gian Piero Ventura sejak November lalu. Sebut saja Carlo Ancelotti, Claudio Ranieri, Antonio Conte, hingga Vincenzo Montella. Namun federasi sepak bola Italia (FIGC), telah menunjuk Mancini sebagai pelatih yang punya antusiasme tinggi untuk menghidupkan kembali La Nazionale.

Dalam kontrak yang ditandatangani di meja Kantor Komisioner FIGC, Roberto Fabbricini, Mancini dikabarkan akan menjabat sebagai allenatore Gli Azzurri dengan durasi dua tahun. Rencananya ia akan diperkenalkan sebagai pelatih Italia pada pemusatan latihan di Coverciano dekat Florence.

Klik di sini: Kepolisian Keluarkan Surat Rekomendasi Persija vs Home United

Fabbricini berdalih, penunjukkan pelatih berusia 53 tahun itu tak lepas dari antusiasme mantan pelatih Manchester City dan Inter Milan itu. Mancini ingin menggantikan posisi Ventura yang dipecat karena gagal membawa Italia ke Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1958.


Sebagai bentuk antusiasmenya, Mancini rela tak memperpanjang kontrak bersama klub yang sebelumnya ia latih sejak 1 Juni 2017, Zenit St Petersburg. Atas kesepakatan kedua belah pihak, Mancini bebas meninggalkan klub Rusia tersebut.

Tugas Berat Menanti Mancio
Tak cukup bagi pelatih yang akrab disapa Mancio itu bermodalkan antusiasme saja. Sebab membangun skuat Italia usai terpuruk bukanlah tugas mudah.

Mancini memang punya pengalaman dalam melatih klub. Sejak memulai karier kepelatihannya pada 2001--2002, eks attacante Lazio ini memang pernah membawa Inter meraih scudetto sebanyak tiga kali (2005--2006, 2006--2007, dan 2007--2008).

Tak berhenti di situ, Mancini juga menjadi pelatih penghapus dahaga bagi publik Citizens. Dalam debutnya sebagai pelatih Manchester City, Mancini menghadirkan trofi Liga Primer Inggris untuk pertama kalinya sejak 1968.

Hijrah dari Inggris, Mancini melatih Galatasaray. Di sana ia menghadirkan sebuah trofi Piala Turki pada 2013--2014.

Klik di sini: Dicopot dari Kursi Pelatih Arema, Joko Susilo Ingin Melatih Anaknya

Tapi ini akan menjadi tantangan baru bagi mantan Mancini, sebab sepanjang kariernya sebagai pelatih, ia belum pernah menangani skuat timnas. Apalagi ia akan dihadapi dengan segudang harapan dari para tifosi yang ingin melihat kembali keindahan dari permainan sepak bola Italia.

Tugas perdana Mancini adalah, ia harus bisa membangun skuat baik mental maupun permainan yang sempat terpuruk sejak Italia dipastikan gagal mentas di Piala Dunia. Selain itu ia juga harus memupuk kepercayaan kepada publik Italia, bahwa ia pantas menangani Gli Azzurri.

Laga persahabatan Italia dijadwalkan bakal meladeni salah satu kekuatan Asia Barat, Arab Saudi pada Senin 28 Mei mendatang. Selanjutnya, mereka akan ditantang Prancis pada 2 Juni 2018. Disinyalir laga ini akan menjadi laga perpisahan Gianluigi Buffon.

Mancini juga akan disibukkan dengan jadwal padat Italia lainnya. September mendatang, Italia akan memainkan laga perdana UEFA Nation League melawan Polandia. Selain itu tentunya, tugas utama Mancini adalah membawa Italia sukses di Piala Eropa 2020 mendatang.

Mancini Menjabat, Balotelli Comeback?
Nama Mancini identik dengan Mario Balotelli. Tak dipungkiri kedua sosok ini kerap menjadi pasangan yang cocok ketika mereka bertemu.  

Klik di sini: Rekrutan Pertama Gerard di Rangers Berasal dari Liga Inggris

Baik di Inter maupun saat masih menjabat sebagai pelatih City, Balotelli selalu menjadi pilihan utama Mancini. Tentu kehadiran Mancini sebagai pelatih anyar Italia bisa menjadi pembuka jalan Super Mario untuk kembali membela negara.

Maklum, sejak Balotelli terakhir memperkuat Italia di Piala Dunia 2014, namanya kerap tenggelam di level timnas. Hal itu juga memengaruhi penampilannya di level klub. Ia akhirnya dilepas Liverpool dan bergabung bersama klub Ligue 1 Prancis, Nice.

Rekam Jejak Mancini di Timnas italia
Sebagai pelatih, Mancini memang memiliki rekam jejak yang solid. Tapi melihat pengalamannya membela Italia, memori kelam selalu membayanginya.

Apesnya, Mancini tak pernah menjadi pemain tetap di skuat Italia saat masih aktif sebagai pesepak bola. Tercatat selama karier internasionalnya dalam kurun 10 tahun, mantan striker Sampdoria itu hanya tampil 36 pertandingan dan mencetak empat gol.

Kini Mancini berupaya mengobati rasa apesnya pada masa lalu sebagai pemain. Tentunya, dia ingin membuktikan bahwa melatih timnas yang dianggap sebuah tantangan luar biasa, bisa menjadi pembuktian dirinya untuk mewujudkan impian membawa Italia menjuarai Piala Dunia kelima sepanjang sejarah.

Siman Optimistis Sumbang Medali di Asian Games




(ASM)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id