Masalah ini berawal ketika Ramos sukses mengeksekusi penalti ketika Madrid bertandang ke markas Sevilla dalam laga leg kedua perdelapan final Copa del Rey, Jumat 13 Januari dini hari WIB. Ia kemudian merayakan gol di hadapan pendukung tuan rumah dengan tangan di kuping.
BACA: Sevilla Resmi Meminta kepada LFP agar Sergio Ramos Dihukum
Gesture perayaan gol seperti itu membuat pendukung Sevilla marah. Atas dasar itu pula Sevilla akhirnya melayangkan surat ke LFP dan meminta agar LFP menghukum Ramos.
Sebelumnya, Ramos mengaku melakukan hal itu karena geram diejek oleh pendukung Sevilla. The Sevillistas terus mengejek namanya dan membawa nama sang ibunda yang membuat bek berusia 30 tahun itu marah.
Hal itu membuat Sevilla langsung membuat protes resmi kepada LFP. Akan tetapi, protes itu langsung dibalas Madrid dengan tiga pernyataan.
Berikut tiga pernyataan resmi Madrid yang dilansir di situs resmi klub:
1. Real Madrid menyatakan dukungan penuh untuk kapten kami dan tim nasional Spanyol, Sergio Ramos, yang memimpin untuk menjadi teladan sepanjang karier olahraganya, ke titik di mana ia sekarang merupakan panutan nilai untuk semua penggemar sepak bola dan olahraga pada umumnya.
2. Real Madrid tanpa kompromi dalam menerapkan kebijakan tanpa toleransi terhadap kekerasan dengan keyakinan mutlak, bertindak tegas untuk meninggalkan mereka yang menodai citra baik sepak bola. Olahraga harus menjadi tempat pertemuan dan kesamaan, bukan lingkungan penghinaan, melemparkan benda, atau manifestasi kekerasan lainnya.
3. Real Madrid selalu disorot kesediaannya untuk berkolaborasi dengan klub lain untuk memberantas kekerasan di stadion sepak bola dan karena itu kami siap bergabung dengan panggilan yang dibuat oleh Sevilla FC dalam pernyataan mereka, untuk para penggemar menghadiri pertandingan besok melakukannya untuk menikmati olahraga atas dasar menghormati dan toleransi.
Madrid akan kembali menyambangi markas Sevilla, Stadion Ramos Sanchez Pizjuan pada Senin 16 Januari dini hari WIB. Mereka datang dalam tajuk pekan ke-18 La Liga Spanyol.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(KRS)
