Pelatih Persebaya Bejo Sugiantoro (kanan)-Medcom.id/Daviq
Pelatih Persebaya Bejo Sugiantoro (kanan)-Medcom.id/Daviq

Transisi Kursi Kepelatihan Hantui Persebaya

Bola sepak bola arema malang persebaya liga 1 indonesia
Daviq Umar Al Faruq • 14 Agustus 2019 23:31
Kareteker pelatih Persebaya Bejo mengaku sudah melakukan persiapan sejak dari Surabaya. Kunci utama menghadapi Arema, suasana mental Irfan Jaya dan kawan-kawan harus lebih baik.
 
Malang: Masa transisi pelatih menjadi momok bagi Persebaya saat bertandang ke markas Arema dalam lanjutan Liga 1 Indonesia 2019 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Kamis 15 Agustus 2019.
 
Ya, manajemen Persebaya Surabaya baru memecat pelatih kepala Djadjang Nurdjaman alias Djanur, Sabtu 10 Agustus 2019 lalu. Sebagai gantinya, asisten pelatih Bejo Sugiantoro ditunjuk sebagai karateker tim berjuluk Green Force itu.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


  Pemecatan Djanur hanya berjarak lima hari sebelum derbi Jawa Timur melawan Arema. Bejo mengakui faktor transisi kepelatihan sedikit banyak bisa memengaruhi kondisi timnya.
 
"Mungkin ada faktor pergantian transisi pelatih. Saya karateker di sini pasti ada pengaruh. Jadi kemarin selama tiga hari itu saya mengembalikan dulu mood pemain. Salah satunya mental yang dibutuhkan untuk pertandingan besok," katanya, Rabu 14 Agustus 2019.
 
Baca juga: Panpel Arema Vs Persebaya Larang Bonek ke Kanjuruhan
 
"Kalau mental sudah siap, otomatis segi teknik, skill dan taktik bisa diaplikasikan dengan sendirinya. Pemain sudah mengerti dan bertekad," imbuhnya.
 
Bejo mengaku timnya sudah melakukan persiapan sejak dari Surabaya. Kunci utama untuk menghadapi Arema, suasana mental Irfan Jaya dan kawan-kawan harus lebih baik.
 
"Saya bukan malaikat, saya bukan one man show, saya pelatih muda, saya juga butuh teman-teman, pelatih, manajemen dan lainnya untuk bantu bangun tim ini kembali dengan suasana yang bagus, dengan pertandingan yang bagus besok dengan ciri khas kita," jelasnya.
 
Sementara pemain Persebaya Mokhamad Syaifuddin mengatakan, dia bersama rekan-rekannya tidak begitu memikirkan soal transisi pelatih di timnya. Sebab, urusan tersebut merupakan wewenang dari manajemen dan tim pelatih.
 
Baca juga: Bhayangkara FC Pecat Pelatih Alfredo Vera
 
"Dari kami tetap fokus dalam situasi apapun dan melanjutkan pertandingan sendiri. Bagi saya dan teman-teman, siapapun pelatihnya kami akan respek dengan dia. Entah dia Simon McMenemy atau siapapun. Apa yang dia kasih ke kita akan kita ikuti," tuturnya.
 
"Tidak ada perbedaan antara Coach Djanur dan Coach Bejo. Setiap pelatih punya karakternya masing-masing," pungkasnya.
 
Waktu dilatih Djanur, manajemen telah memberikan ultimatum. Mereka memberikan kesempatan kepada mantan pelatih Persib itu membalikkan situasi. Sayangnya, hasil yang didapat Bajul Ijo tak kunjung memuaskan. Alhasil, keputusan pisah jalan dengan Djanur harus diambil.
 
Padahal musim lalu Djanur berhasil mengangkat performa Persebaya. Dari posisi Green Force terancam degradasi, akhirnya mampu finis di lima besar. Bahkan, Djanur juga berhasil mengantarkan Persebaya menembus final Piala Presiden 2018 dan finish dengan predikat runner up.
 
Video: Van De Beek Kemungkinan akan Bertahan di Ajax

 

(RIZ)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif