Bukan tugas mudah bagi Asiop untuk melakoni final. Pasalnya Astam juga mengerahkan kemampuan terbaik. Saking berimbangnya kekuatan, kedudukan sama kuat tanpa gol bertahan hingga waktu normal berakhir.
Klik: Tangis dan Tawa Pecah pada Hari Terakhir IJSL 2017
Teriakan pelatih dan sorak-sorai dukungan orang tua dari sisi lapangan tidak berhenti di sepanjang pertandingan. Namun, hasil imbang itu memaksa laga harus dilanjutkan lewat adu penalti.
Proses adu penalti cukup mendebarkan karena lagi-lagi skor berakhir imbang 4-4 ketika masing-masing tim diberi kesempatan melancarkan lima tendangan. Setelah itu, proses adu penalti dilanjutkan dengan sesi undian lempar koin.
Klik: Berawal dari Satu Sekolah, Gradaya FC jadi Juara IJSL 2017
Undian lempar koin dilakukan untuk menentukan tim mana yang berhak mengendalikan tendangan penalti terakhir. Dan saat itu, Asiop kalah dalam lempar koin sehingga harus terima Astam yang menjadi penendang.
Suasana pertandingan antara Asiop Apacinti Vs Astam

Nahasnya, Astam malah gagal memanfaatkan kesempatan yang sudah di depan mata tersebut. Pasalnya, penendang mereka gagal memasukkan bola karena sepakannya terbaca oleh kiper Asiop.
Sontak, para pemain Asiop yang tadinya tertunduk lesu langsung menyerbu sang kiper setelah melakukan penyelamatan gemilang tersebut. Para pemain Astam akhirnya tertunduk lesu dan beberapa di antaranya ada yang menangis karena gelar juaranya direbut Asiop.
Pelatih Asiop Apacinti, Aprial "Sinchan", sedang memantau penampilan skuatnya.

Aprial "Sinchan" selaku pelatih Asiop memang mengaku bersyukur timnya bisa menjadi yang terbaik di ajang IJSL 2017. Namun, ia tidak lupa mengatakan bahwa tujuan utama mengikuti kompetisi bukanlah untuk mengejar juara, yakni agar kemampuan fisik dan tekhnik anak-anak asuhnya bisa terasah.
"IJSL sangat bagus untuk anak-anak. kemampuan dan tekhnik anak-anak bisa terlatih dengan baik di sini. Saya sudah jadi asisten pelatih Asiop sejak 2000 dan baru kali ini bisa mengantarkan tim menjadi juara. Setelah ini, kami juga bakal mengadakan syukuran kecil-kecilan untuk merayakan kemenangan," kata Aprial kepada Medcom.id.
Asiop tidak puas begitu saja dengan kesuksesan di IJSL 2017. Pasalnya, Aprial menjelaskan bahwa timnya sedang mengikuti Liga Top Skor U-12. Menjadi yang terbaik dan mengerahkan segala kemampuan merupakan target Asiop di kompetisi usia dini tersebut.
Video selebrasi Asiop Apacinti sebagai juara IJSL 2017:
A post shared by kitasukabola (@kitasukabola) on Dec 20, 2017 at 8:00am PST
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(ACF)