Gradaya finis di urutan teratas klasemen dengan mengemas 50 poin. Jumlah itu didapat setelah menyabet 16 kemenangan, dua kali seri, dan sama sekali belum terkalahkan. Selain itu, koleksi poin Gradaya memang sudah berselisih jauh dengan para rivalnya.
Klik: Terens Puhiri Bergabung dengan Klub Thailand
Pelita Jaya SS yang finis sebagai runner up masih berselisih tujuh poin dengan Gradaya setelah melakoni laga pamungkas pada Minggu 17 Desember. Dengan begitu artinya, Gradaya memang sudah mengamankan gelar juara pada pekan sebelumnya.
Kendati sudah memastikan gelar juara, Gradaya tetap tampil maksimal pada pekan terakhir. Buktinya, mereka mampu menyabet kemenangan dari tiga laga yang tersedia, yakni kontra Astam (5-1), Sentul City (4-0), dan Mutiara Cempaka (4-2). Hasil ini sangat disyukuri oleh Dimiyati Abdul Manan selaku pelatih Gradaya.
"Saya sangat senang karena anak-anak main sangat bagus sejak pertama kali tampil di IJSL 2017. Setelah itu semakin lama juga makin meningkat. Dua tahun yang lalu Gradaya juga pernah ikut IJSL, tapi prestasi tertingginya baru didapat pada tahun ini," ujar Dimiyati kepada Medcom.id.
Klik: Barcelona Setuju Jual Mascherano
Dijelaskan lebih lanjut oleh Dimiyati, prestasi timnya tak lepas dari kerja sama orang tua dan usaha keras tiap anak saat beraksi di lapangan. Pasalnya untuk melakukan itu harus didasari dengan visi dan misi yang sejalan sejak awal mengikuti kompetisi.
"Dukungan orang tua dari Gradaya sangat bagus sekali. Saya sampaikan kepada mereka bahwa kompetisi ini adalah pembinaan untuk anak-anak dan kalau memang menang hanyalah bonus. Saya hanya bisa menjamin, pokoknya anak-anak yang datang bakal dimainkan semua," papar Dimiyati.
Kekompakan visi dan misi yang dimiliki Gradaya tidak datang begitu saja. Itu juga didasari karena skuatnya sama-sama tergabung dalam satu sekolah yang sama, yakni Al-Azhar Kembangan. Dengan begitu, sesi latihan mereka bisa terprogram dengan baik tanpa memikirkan bentroknya jadwal sekolah yang sering jadi kendala.
Para orang tua ikut larut dalam euforia kesuksesan Gradaya sebagai juara IJSL 2017

Semangat Gradaya untuk terus mengasah kemampuan tidak selesai hanya lewat IJSL 2017. Selanjutnya dijelaskan Dimiyati, Gradaya akan melakoni kompetisi yang mengatasnamakan sekolahnya.
"Gradaya sengaja didirikan sebagai media latihan, dan juga meraih prestasi juga. Guru di sekolah anak-anak ini sangat senang karena kalau ada kejuaraan yang membawa nama sekolah tinggal merasakan hasilnya saja," tutup Dimiyati.
Gradaya memang berhasil menjadi yang terbaik di ajang IJSL 2017 U-8. Namun, bukan berarti tim lainnya telah bermain buruk. Oleh karena itu, pihak panitia tetap menyiapkan apresiasi yang tidak terlalu berbeda untuk Pelita Jaya yang menjadi juara dua, serta Serpong City SS yang finis sebagai juara ketiga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(ACF)