Salah satu anggota Exco PSSI, Yoyok Sukawi memberikan bocoran terkait agenda rapat darurat Exco PSSI, Senin 18 Februarii 2019. (Foto: ANTARA FOTO/R. Rekotomo)
Salah satu anggota Exco PSSI, Yoyok Sukawi memberikan bocoran terkait agenda rapat darurat Exco PSSI, Senin 18 Februarii 2019. (Foto: ANTARA FOTO/R. Rekotomo)

Status Tersangka Jokdri Jadi Fokus Utama Rapat Darurat Exco PSSI

Bola pssi Pengaturan Skor Sepak Bola Joko Driyono
Rendy Renuki H • 18 Februari 2019 22:27
Ada dua poin utama yang akan jadi bahan diskusi anggota Exco dalam rapat darurat, Senin (18/2). Pertama, memutuskan Waketum PSSI Iwan Budianto naik menggantikan posisi Jokdri, atau menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) untuk mencari ketua umum baru.
 
Jakarta:
Komite Eksekutif (Exco) PSSI akan menggelar rapat darurat (Emergency Meeting), Senin 18 Februari malam. Rapat yang rencananya dimulai pukul 21.00 WIB itu akan fokus membahas status Joko Driyono sebagai Plt Ketua Umum PSSI.
 
Jokdri--sapaan Joko Driyono ditetapkan tersangka oleh Satgas Antimafia Bola terkait kasus perusakan dan penghilangan barang bukti di Kantor PT Liga Indonesia. Hal itu membuat Exco harus mengambil sikap atas kejadian tersebut.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


  Karena bukan tidak mungkin status tersangka Jokdri bisa berdampak serius bagi PSSI. Terlebih jika kehadiran Ketua Umum dibutuhkan pada acara dan program kerja PSSI.

Baca:Sekjen PSSI: Sesuai Statuta, Jokdri Masih Ketum PSSI


"Rapat Exco fokus untuk menyikapi status tersangka Pak Jokdri, yang kita bahas itu. Apa yang selanjutnya akan kita lakukan," kata Yoyok Sukawi, salah satu anggota Exco saat ditemui di Jakarta, Senin 18 Februari.
 
"Kita bahas juga bagaimana pembagian tugasnya apabila Ketum itu nanti berhalangan. Tapi, semua kita sesuaikan dengan PSSI, harapan kita besok paling lambat Exco sudah punya sikap," sambungnya.
 
CEO PSIS Semarang itu mengatakan sikap tersebut tak lain adalah mengambil keputusan mengganti Jokdri dengan Wakil Ketua Umum Iwan Budianto (IB). Atau menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) untuk menentukan siapa pengganti Jokdri.

Baca juga:Masih Diperiksa Penyidik, Jokdri Dicecar Puluhan Pertanyaan


"Entah itu wacana Mas Iwan (IB) menggantikan, atau ada yang bilang KLB. Kalau kita sih yang penting sesuai aturan pasti kita laksanakan," pungkasnya.
 
Jokdri sendiri hingga berita ini dipublikasikan masih menjalani pemeriksaan oleh tim penyidik Satgas Antimafia Bola di Polda Metro Jaya. Dalam keterangan terkini, Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo, menyebut bahwa Jokdri terindikasi melakukan tindak pidana suap.
 
"Transaksi keuangan dalam kasus Joko Driyono infonya Rp300 juta. Setelah diaudit uang sebesar Rp160 juta terindikasi merupakan hasil pidana," ujarnya di Mabes Polri, Senin, 18 Februari 2019.
 
Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga
 
Video:?Janji Jokdri untuk PSSI

 

(ACF)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif