Gusti Randa (MI/Susanto)
Gusti Randa (MI/Susanto)

Jokdri Ditahan, Gusti Randa: PSSI Dukung Satgas!

Bola pssi Pengaturan Skor Sepak Bola Joko Driyono
Muhammad Al Hasan • 25 Maret 2019 19:40
Plt Ketum PSSI Gusti Randa mendukung penuh langkah Satgas Antimafia Bola yang menahan Joko Driyono. Gusti juga memastikan program-program yang sudah disusun PSSI tidak akan terganggu dengan kasus ini.
 
Jakarta:
Plt Ketum non aktif Joko Driyono resmi ditahan oleh Satgas Anti Mafia Sepak Bola, Senin, 25 Maret 2019. Ia ditahan sebagai tersangka perusakan barang bukti skandal pengaturan skor dan akan dikurung selama 20 hari ke depan.
 
Terkait hal tersebut, Plt Ketum PSSI Gusti Randa menyatakan organisasi akan menghormati dan mengikuti proses hukum yang berlaku. Gusti yang diamanahi Jokdri sebagai nakhoda sementara PSSI memastikan Organisasi PSSI akan tetap berjalan. Pun demikian dengan program-program yang telah ditetapkan pada Kongres PSSI 2019 di Bali.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Berkaitan dengan status terbaru Joko Driyono, PSSI menghormati dan menyerahkan penuh proses hukum kepada kepolisian. PSSI sebagai sebuah organisasi selalu menghormati putusan hukum,” kata Gusti Randa dalam pernyataan resmi, Senin 25 Maret 2019.

Baca:Joko Driyono Ditahan


"Kami tetap bekerja seperti biasanya demi menjaga laju roda organisasi yang kini telah banyak menciptakan banyak inovasi, terutama dalam pembangunan dan pengembangan sumber daya manusia dalam sepak bola Indonesia," tambahnya.
 
Sebelumnya, Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Bola menahan mantan Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Joko Driyono (Jokdri). Jokdri bakal ditahan di Polda Metro Jaya dan dikurung selama 20 hari ke depan.
 
'Kami sampaikan saudara JD (Joko Driyono) kita tahan dengan Pasal 363, Pasal 235, Pasal 233, Pasal 221 juncto Pasal 255,' kata Ketua Satgas Antimafia Bola Brigjen Hendro Pandowo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin, 25 Maret 2019.
 
Kasus Jokdri berawal pelaporan dari kasus skandal pengaturan skor dari mantan Manajer Persibara Banjarnegara Lasmi Indaryani di Desember 2018. Selanjutnya, Hendro menjelaskan Jokdri terbukti memerintahkan tiga orang dengan inisial MM, MS, dan AG. Ketiga orang itu berperan membawa barang bukti dari ruang kerja Jokdri dan apartemen pribadinya untuk dihancurkan.
 
Penyelidikan Satgas Antimafia Bola berbuah hasil. Bukti dari beberapa penyelidikan, memang sudah merujuk pada mantan Ketua PSSI itu.

Baca juga:Indra Sjafri Tidak Menyesalkan Susunan Pemain saat Hadapi Vietnam


Sementara itu, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo memperkuat dugaan satgas. Dedi menyebut pihaknya sudah menerima data dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Masalah aliran dana sedang ditelaah.
 
''Itu perlu pembuktian. Sudah ada surat dari PPATK, tentunya itu perlu pembuktian yang mendalam juga dengan beberapa dokumen yang saat ini sudah disita oleh satgas. Itu akan diassesment lagi, akan dianalisa lagi,'' kata Dedi.
 
Di hari penahanannya, Jokdri sendiri kooperatif, ia memenuhi panggilan Satgas Mafia Bola hari ini. Pemanggilan hari ini untuk memenuhi berkas pemeriksaan yang kurang. Jokdri kemudian resmi ditahan pada 14.00 WIB.
 
Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga
 
Video:?Ketika Indra Sjafri Membantu Warga Hanoi

 

(ACF)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif