"Kami bangga dengan pemain-pemain kami. Karena pemain kami pemain jantan, bukan pemain sandiwara," kata Joko saat konferensi pers usai pertandingan.
Pada laga yang berakhir imbang dengan skor 1-1 tersebut, pemain PSM memang terlihat beberapa kali terjatuh usai berbenturan dengan pemain Arema.
Bahkan, penjaga gawang PSM, Rivky Mokodompit terlihat berulang kali mengerang kesakitan di penghujung babak kedua. Hal itu membuat tim medis harus berulang kali masuk ke lapangan.
Joko mengungkapkan, pada laga melawan Persebaya Surabaya sebelumnya, anak asuhnya juga mendapat tekanan yang sangat besar dari suporter tuan rumah.
Namun saat itu para pemainnya tidak melakukan upaya membuang-buang waktu saat pertandingan berlangsung.
"Kami tidak pernah tidur-tiduran atau koprol di lapangan. Kami tidak pernah melakukan itu karena kami jantan," tutur Joko.
Di sisi lain, Joko mengaku bangga dengan para pemainnya karena telah bermain maksimal pada laga melawan PSM.
"Saya bangga dengan pemain kami. Inilah Arema. Cuma hasil memang saya tidak beruntung. Bukan Arema dan bukan pemain, tapi saya yang tidak beruntung," pungkasnya.
Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami@medcom_olahraga
Video: Duo Red Bull Ajari Andres Iniesta Lakukan Simulasi Ganti Ban
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(ASM)
