CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi. (Foto: medcom.id/Budi Arista Romadhoni)
CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi. (Foto: medcom.id/Budi Arista Romadhoni)

Cerita Yoyok Sukawi Membina Suporter PSIS Semarang

Bola liga 1 indonesia
Budi Arista Romadhoni • 27 September 2018 14:40
Semarang: Pembinaan suporter wajib dilakukan oleh menejemen klub sepak bola. Peran suporter sangatlah penting, selain memberikan pemasukan keuangan, dukungan suporter menjadi motivasi saat bertanding. Namun bisa juga, dari ulah suporter bisa merugikan klub.
 
CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi mengungkapkan, pembinaan dan menjalin komunikasi dengan suporter tidaklah mudah, dan butuh waktu yang lama untuk menjaga kepercayaan saling menguntungkan.
 
"Saya cerita kejadian yang terjadi oleh suporter Persib dan Persija. Kenapa hal-hal tersebut tidak terjadi di Semarang? Kita pernah mengalami situasi tersebut, suporter kita anarkis dan galak, dan kita banyak lawan suporter. Itu Sekitar 5-10 tahun lalu," ucap Yoyok di Semarang, Kamis 27 September 2018.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


  Saat itu, pada setiap pertandingan, suporter PSIS selalu terjadi bentrok dengan suporter lawan dari anak-anak Laskar Mahesa Jenar. Tidak hanya rugi karena dihukum PSSI, korbanpun terus berjatuhan.

Baca: Kompetisi Ditangguhkan, PSIS bakal Perpanjang Kontrak Tim Sebulan


"Dari situ pelan pelan kita antisipasi, kita adakan pembinaan, bahkan antara manajemen, suporter dan aparat kepolisian kita menjalin silaturahmi, dengan menggelar sarasehan terus - menerus. Pembinaan itu tidak bisa dilakukan secara segera, butuh waktu bertahun-tahun," terangnya.
 
Secara perlahan, suporter memahami apa yang yang akibatnya jika melakukan pelanggaran. Kemudian saat ini, suporter PSIS Semarang baik Panser Biru atau Snex segera menyelesaikan masalah secepat mungkin, dan tidak membiarkan berlarut-larut.
 
"Jika ada gesekan kita ketemukan, adakan audiensi, mana korbanya mana suporternya kita temukan terjadi ramah tamah kita sebarkan di media sosial. Ini yang membuat Semarang selalu kondusif," katanya.
 
Tidak itu saja, Yoyok mengungkapkan juga membuat perjanjian dengan para kelompok suporter yang mendukung PSIS Semarang. Yaitu, suporter wajib membayar denda sendiri jika melakukan pelanggaran.
 
"Terkena hukuman komdis kena denda ini yang bayar suporter. Kemudian menjadi efek jera, saat menyalakan flare maka mereka akan dimarahi temennya karena mereka yang wajib bayar denda. Ini yang membuat suporter kami kondusif," tutur Yoyok.
 
Ia menuturkan, peran suporter sangatlah penting. Menurutnya, Panser Biru maupun snex sering memberikan masukan kepada manajemen untuk memutuskan kebijakan-kebijakan yang harus diputuskan.
 
"Peran suporter sangat penting, karena mempengaruhi kebijakan keamanan dan SOP pengamanan. Contoh kita mau lawan persebaya nih, kita panggil suporter, kita diskusi, misal berbahaya nih situasi lagi panas, maka kami akan berkoordinasi dengan kepolisian. Nah seperti ini aspirasi dari suporter," tandasnya.
 
Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami@medcom_olahraga
 
Video: Keluarga Almarhum Haringga Minta Tak Ada Aksi Balas Dendam
 

(ASM)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:25
  • SUBUH04:35
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif