Dwi Irianto alias Mbah Putih, Waketum Asprov PSSI DIY yang kini ditangkap Satgas Antimafia Bola karena diduga terlibat dalam praktik pengaturan skor di kompetisi sepak bola Indonesia (Foto: medcom.id/Ahmad Mustaqim)
Dwi Irianto alias Mbah Putih, Waketum Asprov PSSI DIY yang kini ditangkap Satgas Antimafia Bola karena diduga terlibat dalam praktik pengaturan skor di kompetisi sepak bola Indonesia (Foto: medcom.id/Ahmad Mustaqim)

Satgas Antimafia Bola: Mbah Putih Berperan Sebagai Penyandang Dana

Bola pssi Pengaturan Skor Sepak Bola
Dian Ihsan Siregar • 28 Desember 2018 18:36
Jakarta: Tim Satgas Antimafia Bola kembali menangkap satu tersangka dalam kasus mafia skor dalam persepakbolaan nasional. Dia adalah Mbah Putih atau Dwi Irianto yang diringkus di Yogyakarta.

"Saat ini tersangka masuk dalam pemeriksaan Satgas Antimafia Bola, agar bisa didalami kembali dalam rangka mengungkap secara luas jaringan mafia sepak bola nasional," ucap Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Jumat, 28 Desember 2018.

Menurut Dedi, peran Mbah Putih masih dalam lingkaran mafia skor yang dijalankan Johar Lin Eng (JLE) di Liga 2 dan Liga 3. "Mbah Putih berperan sebagai penyandang dananya," jelas dia.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Baca juga: Mafia Bola Ditangkap Polisi Hingga kini, lanjut dia, sudah ada empat tersangka yang berhasil diamankan Satgas Antimafia Bola. Mereka adalah Johar Lin Eng, Priyanto (Mbah Pri), Anik Yuni Artikasari (Tika), dan Mbah Putih.

Sebelumnya, Satgas Antimafia Bola menangkap mantan Anggota Komisi Wasit PSSI Priyanto (P) di Semarang dan anaknya Anik Yuni Artika Sari (A) di daerah Pati, Jawa Tengah, Senin, 24 Desember 2018. Keduanya diduga terlibat kasus pengaturan skor pada kompetisi yang digelar PT. Liga Indonesia Baru (LIB).

Baca juga: Dinonaktifkan PSSI, Mbah Putih Curhat

Tiga hari kemudian, polisi menangkap Ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Tengah Johar Lin Eng (J) di Bandara Halim Perdanakusuma. Johar juga ditangkap terkait kasus yang sama.

Anik sudah diterbangkan ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Sementara, Priyanto ditahan sementara di Polda Jawa Tengah dan Johar masih diperiksa intensif di Polda Metro Jaya.


(MBM)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi