Dwi Irianto alias Mbah Putih dinonaktifkan dari posisi Waketum Asprov DI Yogyakarta karena dianggap terlibat dalam skandal pengaturan skor di sepak bola Indonesia (Foto: medcom.id/Ahmad Mustaqim)
Dwi Irianto alias Mbah Putih dinonaktifkan dari posisi Waketum Asprov DI Yogyakarta karena dianggap terlibat dalam skandal pengaturan skor di sepak bola Indonesia (Foto: medcom.id/Ahmad Mustaqim)

Dinonaktifkan PSSI, Mbah Putih Curhat

Bola liga indonesia pssi Pengaturan Skor Sepak Bola
Ahmad Mustaqim • 28 Desember 2018 02:09
Dwi Irianto alias Mbah Putih dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Waketum Asprov PSSI DIY karena dinilai terlibat dalam skandal pengaturan skor yang terjadi di sepak bola Indonesia.
 
Yogyakarta:
Mantan Wakil Ketua Umum Asprov PSSI Daerah Istimewa Yogyakarta, Dwi Irianto disebut terlibat dalam kasus dugaan pengaturan skor dalam dunia sepak bola Indonesia. Oleh PSSI, pria yang akrab disapa Mbah Putih ini dinonaktifkan dari jabatannya.
 
Lelaki yang akrab disapa Mbah Putih ini merasa aneh dengan sejumlah keputusan pemberian sanksi atas dugaan pengaturan skor pertandingan (match fixing) oleh PSSI. Ia mencontohkan PS Mojokerto Putra (PSMP) yang dilarang berkompetisi di Liga 2 musim 2019. Ia menilai semestinya pihak-pihak yang terlibat dalam kasus yang harusnya dihukum, bukan klubnya.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


  "(Pengaturan skor) kan ada sejumlah yang terlibat. Kan tidak mungkin (satu pihak). Pengaturan skor pasti ada konspirasi. Bisa manajemen dengan manajemen, bisa sesama perangkat pertandingan. Lalu ada transaksi. Lalu ada akun (judi). Match fixing bentuk perjudian," kata dia ditemui di kediamannya di kawasan Demangan, Kecamatan Gondokusuman, Kota Yogyakarta Kamis, 27 Desember 2018.

Baca:Kaleidoskop 2018: Momen Manis dan Pahit Timnas Indonesia


Sederhananya, ia melanjutkan, harusnya ada investigasi lebih lanjut sebelum menjatuhkan sanksi. Ia merasa janggal apabila klub disanksi akibat kasus dugaan pengaturan skor.
 
"Indikasinya, tidak mungkin hanya PSMP. Keduanga gedek (geleng) sama anthuk (mengangguk). Setelah itu ada transaksi. Transaksibya mesti duit kan," ujarnya.
 
"Benarnya ada akun (judi). Kalau tidak dibuka di pasaran, orang itu rugi. Sudah mengeluarkan uang, deal ada transaksi. Dan kepentingannya apa kalau orang lain? Kan tidak mungkin," lanjutnya.

Baca juga:Komdis PSSI Hukum Bambang Suryo Seumur Hidup


Ia mengaku kerap debat dengan komisi disiplin PSSI soal dugaan pengaturan skor. Dwi menegaskan match fixing merupakan pengaturan skor dari babak pertama, babak kedua, dan hasil akhir pertandingan.
 
Mbah Putih sempat diisukan akan ditangkap menyusul Johar Ling Eng yang dicokok dalam kasus dugaan keterlibatan kasus pengaturan skor. Lelaki kelahiran Blitar, 20 Januari 1961 ini mengaku memiliki kunci jika dirinya ditangkap satuan tugas mafia bola (satgas antimafia bola Polri).
 
"Kunci ini saya simpan pribadi. Dan siapa pun tidak tahu. Bukan alibi. Saya akan sampaikan fakta. Mudah-mudahan dengan doa teman-teman semua akan selesai (masalah sepak bola) ini," ujarnya.
 
Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga
 
Video:?Persija Jakarta Perpanjang Kontrak Stefano Cugurra


 

(ACF)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif