Para suporter Persita menerobos masuk ke lapangan saat timnya menghadapi Kalteng Putra pada babak perebutan peringkat ketiga LIga 2 Indonesia 2018 (Foto: Medcom.id/Zam)
Para suporter Persita menerobos masuk ke lapangan saat timnya menghadapi Kalteng Putra pada babak perebutan peringkat ketiga LIga 2 Indonesia 2018 (Foto: Medcom.id/Zam)

Pelatih Persita Merasa Dirugikan Suporter Sendiri

Bola liga 2 indonesia
Kautsar Halim • 04 Desember 2018 21:13
Bogor: Pelatih Persita Tangerang, Wiganda Saputra, mengomentari insiden ricuh suporter yang terjadi saat timnya berjuang memperebutkan tempat ketiga Liga 2 Indonesia kontra Kalteng Putra, Selasa 4 Desember. Menurut dia, kericuhan itu malah merugikan Persita.
 
Kericuhan dilakukan oleh suporter Persita yang merasa timnya dicurangi oleh wasit pada babak kedua atau sekitar menit ke-52. Saat itu, mereka merangsek masuk ke lapangan Stadion Pakansari untuk mengejar wasit dan para pemain Kalteng Putra. Beruntung, tidak ada korban dalam insiden itu.
 
Gara-gara suporter ricuh, pertandingan harus ditunda sekitar 25 menit. Padahal, itu terjadi ketika Persita sedang berjuang mengejar ketertinggalan dua gol yang tercipta pada babak pertama. Apesnya, Persita tetap tidak bisa mencetak gol balasan hingga laga berakhir.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


  Baca: Azpilicueta Perpanjang Kontrak Bersama Chelsea
 
Kericuhan yang tadinya dimaksudkan untuk membela Persita malah menjadi tindakan anarkistis yang sia-sia. Pendekar Cisadane--julukan Persita harus mengakui kemenangan Kalteng Putra dengan skor, 2-0.
 
"Sangat disayangkan suporter sampai masuk ke lapangan karena itu merupakan kerugian untuk tim kami. Tapi, para suporter memang ingin sekali timnya ke Liga 1 sehingga terjadilah hal yang tidak diinginkan tersebut," kata Wiganda.
 
Pelatih Persita Merasa Dirugikan Suporter Sendiri
Situasi saat para pemain Persita melontarkan protes terhadap wasit (Foto: Medcom.id/Zam)
 
"Kami sudah mencoba memanfaatkan sisa waktu yang tersisa tapi situasi terlalu emosional dan susah untuk diredam," tambahnya.
 
Ditanya awak media soal kualitas wasit yang menjadi bulan-bulanan suporter timnya, Wiguna menunjukkan ekspresi kecewa. Tapi, dia tidak ingin berkomentar lebih jauh soal kendala tersebut.
 
Baca:Komdis PSSI Nilai Hukuman Hidayat Sudah Tepat
 
"Apapun itu, keputusan wasit tetap harus dihargai. Cuma, sayang sekali ada pemain lawan yang handsball tapi tetap dibiarkan. Saya lebih memilih no comment menanggapi itu," pungkas Wiguna.
 
Setelah kericuhan berlalu dan pertandingan bisa bergulir lagi, panitia pelaksana mengganti Yudi Nurcahya yang menjadi wasit utama dengan Novari Ikhsan Arilaha. Kendati demikian, keputusan Novari juga tetap ada yang diprotes keras oleh para pemain Persita.
 

Video: Arema Menang Tipis atas PS Tira
 


 

(PAT)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif