Momen ketika suporter PSIM Yogyakarta terlibat kericuhan karena tidak puas dengan keputusan wasit yang dianggap menguntungkan pihak PS Tira di Piala Indonesia (Foto:  ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah)
Momen ketika suporter PSIM Yogyakarta terlibat kericuhan karena tidak puas dengan keputusan wasit yang dianggap menguntungkan pihak PS Tira di Piala Indonesia (Foto: ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah)

Gara-gara Ulah Suporter, PSIM Terancam Tak Boleh Gunakan Stadion Sultan Agung

Bola liga indonesia liga 2 indonesia
Ahmad Mustaqim • 14 Desember 2018 00:29
Bantul: Bupati Bantul, Suharsono segera mengevaluasi penggunaan Stadion Sultan Agung oleh PSIM Yogyakarta. Sebab, suporter PSIM telah dua kali terlibat kericuhan saat timnya menjalani laga di stadion itu.
 
Teranyar, suporter PSIM masuk ke lapangan dan merusak sejumlah fasilitas stadion saat menghadapi PS Tira dalam ajang Piala Indonesia pada 11 Desember 2018. Mereka marah karena menganggap wasit mengambil keputusan keliru dalam laga itu.
 
Bermula dari pelemparan botol oleh sejumlah oknum, lalu, ribuan suporter merangsek ke lapangan sekitar menit 80. Sempat terjadi aksi saling pukul antara suporter dengan pemain dan ofisial PS Tira. Saat kejadian tersebut, PS Tira dalam posisi unggul 2-0.

Baca:Bima Sakti Jalin Komunikasi dengan Persiba


Sebelum kericuhan itu, suporter PSIM juga melakukan tindakan serupa saat berduel dengan PSS Sleman pada lanjutan kompetisi Liga 2. Bahkan kericuhan itu mengakibatkan seorang warga Bantul meninggal dunia.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


  Suharsono menyatakan akan lebih dulu membahas dengan pengelola sebelum memberikan keputusan. "Saya bahas dulu dengan Disdikpora (Dinas Pendidikan dan Olahraga) Bantul. Kalau PSIM mau main (di Stadion Sultan Agung) ya kita larang lah," kata Suharsono saat dihubungi, Kamis, 13 Desember 2018.
 
Suharsono menegaskan sepak bola seharusnya menjadi hiburan untuk publik. Sepak bola, kata dia, tak pantas dijadikan bagian dalam kerusuhan.

Baca juga:Statistik, Jadwal Undian dan Potensi Duel di Babak 16 Besar Liga Champions 2018--2019


Ia mengaku kenal baik dengan Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti sebagai mitra. "Kalau anak buahnya tak bisa kendalikan ya bisa kita larang (PSIM memakai Stadion Sultan Agung," ujarnya.
 
Klub berjuluk Laskar Mataram sekaligus salah satu klub tertua di Indonesia ini terpaksa berkandang di Stadion Sultan Agung lantaran Stadion Mandala Krida dalam tahap perbaikan total. Secara fisik, Stadion Mandala Krida sudah selesai pembangunannya. Namun, hanya rumput lapangan masih belum selesai diperbaiki.
 
Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga
 
Video:?10 Gol Terbaik Sepanjang Penyisihan Liga Champions

 

(ACF)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif