Bima Sakti. (Foto: MI/Rommy Pujianto)
Bima Sakti. (Foto: MI/Rommy Pujianto)

Bima Sakti Jalin Komunikasi dengan Persiba

Bola liga 2 indonesia
Alfa Mandalika • 13 Desember 2018 13:56
Balikpapan: Manajemen baru Persiba Balikpapan di bawah pengusaha Rahmad Masud bergerak cepat. Dikabarkan, manajemen telah bertemu dengan mantan pelatih Timnas Indonesia, Bima Sakti Tukiman, kemarin.

Apakah Bima akan menjadi juru taktik Beruang Madu di Liga 2 musim 2019, belum diketahui. Bima yang merupakan pesepak bola kelahiran Balikpapan dan mulai bersinar dalam skuat Primavera tahun 1990-an itu belum mau memaparkan hasil pertemuannya dengan manajemen.
    
"Nanti dikabari," katanya seraya tersenyum.

Bima memang bercita-cita untuk kembali ke Balikpapan dan melatih klub kampung halamannya itu. Ia pun memulainya dengan menjadi asisten pelatih dan masih merangkap sebagai pemain.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Pada musim 2016, Bima mendampingi pelatih asal Brasil Jaino Matos sebelum menjadi asisten pelatih Timnas Indonesia dengan pelatih kepala asal Spanyol Luis Milla.
     
Meski demikian, dari sumber lain Persiba, disebutkan Bima juga menjadi kandidat asisten pelatih Alfredo Viera yang sukses di musim 2016 membawa Persebaya promosi ke Liga 1. Selain itu, muncul juga nama Peter Butler, pelatih asal Inggris dan sudah malang melintang di sepak bola Indonesia dan Malaysia, dan pernah sukses saat menukangi Persiba musim 2006 -- 2008. "Karena memang tekad saya dan kita semua mengembalikan Persiba ke Liga 1, ke level tertinggi sepak bola nasional," sambung Rahmad. 

Baca: Pelatih Anyar Arema Diumumkan 10 Januari 2019


Rahmad mengelola Persiba lewat perusahaan keluarganya, yang usaha utamanya dikenal warga Balikpapan bergerak di bidang perkapalan dan transportasi bahan bakar minyak dan
gas. Sebagai langkah awal, ia menyiapkan dana sebesar Rp15 miliar untuk menggerakkan klub membeli pemain, merekrut pelatih, mengarungi kompetisi, dan manajemen baru.

Manajemen juga akan lebih memperhatikan hal-hal lain, seperti tiket masuk stadion, mengelola basis suporter, hingga pernak-pernik atau merchandise klub.     

"Kami sih berharap tiket masuk bisa turun agar penonton bisa banyak," kata Rahim, suporter fanatik Persiba dari Kampung Timur.

Dengan tiket lebih murah, diharapkan kursi di stadion bisa lebih terisi. Stadion Batakan yang kini jadi markas Persiba berkapasitas hingga 40.000 tempat duduk.     

"Biarpun tiketnya murah, tapi kalau banyak yang nonton kan beda suasananya, beda atmosfernya, dan pasti tetap untung panitia," ujar Rahim. (Antara)

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: Kevin/Marcus Raih Kemenangan di Laga Perdana BWF World Tour Finals 2018


(ASM)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi