Alasan Mengapa Arsenal tak Boleh Remehkan Ostersunds FK
Ostersunds FK. (Foto: AFP/TOBIAS SCHWARZ)
Östersund: Arsenal akan menghadapi Ostersunds FK di leg pertama babak 32 besar Liga Europa 2017 -- 2018. Klub yang baru terbentuk pada 1996 ini punya senjata mematikan, yang siap membuat peluru London tak berkutik di Jamtkraft Arena, Jumat 16 Februari 2018.

Ketika drawing babak penyisihan, Ostersunds berstatus 'tim terlemah' dari seluruh peserta yang lolos. Kendati begitu, anak asuh Graham Potter, manajer asal Inggris, berhasil lolos ke 32 besar, yang tentunya menjadi catatan tersendiri bagi The Gunners sekalipun.

Sebagai klub dari Swedia, nama Ostersunds mungkin tidak setenar Malmo yang pernah dibela Zlatan Ibrahimovic muda. Tapi perjalanan Alhaji Gero dan kawan-kawan dalam beberapa tahun, di bawah kendali Potter, patut diperhitungkan.


Potter sendiri berpengalaman bermain untuk Southampton delapan kali di pentas Liga Primer Inggris pada musim 1996 -- 1997. Tidak mengesankan memang, apalagi dirinya pensiun pada usia 30 tahun dan cuma beberapa kali tampil di panggung rendah Liga Inggris.

Tapi ketika memutuskan untuk melatih Ostersunds pada tahun 2011, sejak saat itu, ia sanggup membawa klub di kota yang sering tertutup salju itu merangkak dari Divisi 4 Liga Swedia menuju arena megah sekelas Liga Europa.

Klik: Anies Menjanjikan Perayaan Khusus jika Persija Juara

"Saya sarankan Wenger untuk membawa jaket yang lebih besar dan tebal agar kondisi tubuh hangat, juga jangan lupa sarung tangan. Di sini tidak seperti Yorkshire Utara di malam hari, dingin sekali di sini bahkan ketika siang hari sekalipun," ujar Potter.

Kota Ostersund dikenal dengan sebutan Vinterstaden atau Winter City, yang jika dialihbahasakan berarti Kota Musim Dingin. Tentu ada alasannya. Temperatur di sana bisa mencapai -25 derajat celcius. Di sana, olahraga musim dingin sangat digandrungi; tak terkecuali sepak bola.

"Pasti akan kesulitan bagi orang-orang yang datang ke sini namun tidak terbiasa (dengan suhu dingin). Pengaruh cuaca sangat besar," sambung Jamie Hopcutt, salah satu dari dua pemain asal Inggris di Ostersunds.

Alasan lain mengapa Meriam London wajib waspada adalah catatan impresif Ostersunds di Liga Europa musim ini. Tak tanggung-tanggung, raksasa Turki Galatasaray disingkirkan sejak kualifikasi pertama.

Total, dari enam laga kandang musim ini di Liga Europa, Ostersunds tak pernah kalah. Mereka meraih lima kemenangan atas masing-masing Galatasaray, CS Fola Esch, Paok Saloniki, Hertha Berlin, dan Zorya Luhansk. Hebatnya, tim sekelas Athletic Bilbao sanggup ditahan imbang di stadion berkapasitas sekitar 9.000 tempat duduk itu.

Arsene Wenger, berdasarkan fakta ini, wajib mewaspadai Ostersunds jika tak ingin Arsenal tersandung. Memang masih ada leg kedua, namun tuan rumah tak akan menyia-nyiakan sedikitpun peluang yang tercipta di kotak penalti Petr Cech.

Video: Perkiraan Formasi Real Madrid vs PSG
 



(RIZ)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360