medcom.id, Jakarta: Kompetisi Liga 1 Indonesia akan segera berakhir. Jika tidak meleset, November 2017 kompetisi sepak bola kasta teratas di Indonesia itu akan selesai.
Menyisakan lima pekan pertandingan, klub-klub papan atas tengah bertarung sengit demi meraih titel juara pada pengujung musim. Tawarannya jelas, selain meraih gelar juara, klub yang meraih titel juara berpeluang untuk bisa berpartisipasi di kompetisi elit level Asia yakni Liga Champions Asia dan AFC Cup pada musim 2018 mendatang.
Sejauh ini, tim yang paling berpeluang menjadi juara adalah Bhayangkara FC karena masih berada di peringkat pertama klasemen Liga 1. Namun, The Guardian masih diikuti oleh Bali United, Madura United, PSM Makassar, dan Persipura Jayapura.
Namun, berbicara mengenai turnamen yang digelar oleh AFC, untuk bisa ikut pada dua ajang tersebut menjadi juara kompetisi saja tidak cukup. Pasalnya, AFC sebagai induk sepak bola Asia memiliki sejumlah persyaratan administrasi yang mutlak harus dipenuhi, salah satunya adalah harus mengantongi lisensi klub profesional.
Sejak Maret, PSSI sudah memberikan informasi kepada 18 klub kontestan Liga 1 terkait lisensi ini. Ada beberapa tahapan yang diberlakukan PSSI agar klub bisa memenuhi persyaratan. Periode 1-14 Mei 2017, PSSI melalui Licensing Departement sudah berkirim surat kepada 18 klub untuk memenuhi persyaratan hingga 31 Juli.
Proses selanjutnya Licencing Departement melakukan verifikasi terhadap berkas-berkas yang dikirimkan sejumlah klub selama satu bulan yakni hingga 31 Agustus. Setelahnya, jika klub tidak lolos verifikasi, mereka berhak mengakukan banding hingga 14 September. Lalu, setelah proses banding selesai, barulah Licensing Departmen menyerahkan dokumen kepada AFC.
"Hingga Oktober ini proses verifikasi secara formal sudah ditutup. Semua klub mengikuti prosesnya, tetapi seiring berjalannya waktu dan adanya beberapa kendala sejauh ini ada tujuh klub yang memenuhi kelengkapan dokumen," ujar Tigorshalom Boboy yang menjabat sebagai Licencing Manager ketika ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.
"Tetapi apakah tujuh klub itu sudah memenuhi administrasi dari AFC, tentu belum bisa dipastikan karena hasilnya baru diketahui akhir Oktober ini. Dan mohon maaf, saat ini belum bisa kami sampaikan kepada publik, karena di sini, PSSI lah yang memiliki wewenang karena ini juga lebih kepada menjaga aspek profesionalitas klub," lanjutnya.
Sejumlah syarat mesti dipenuhi piihak klub agar bisa lolos verifikasi AFC. Sportivitas, infrastruktur, administrasi, legal klub, dan finansial menjadi aspek yang harus dipenuhi oleh setiap klub. Lebih dari itu, di dalam lima aspek tersebut terdapat 49 kriteria dan untuk bisa lolos minimal sebuah klub harus memenuhi 32 kriteria di antaranya.
Lalu yang menarik dibicarakan ketika sampai pada aspek legal. Di Indonesia, jual beli klub sudah biasa sehingga klub harus berganti nama dan kepemilikan. Itu terjadi pada klub Madura United, Bhayangkara FC, PS TNI, Bali United, dan Arema FC.
Kelima klub itu harus menerima konsekuensi terkait lisensi AFC ini. Mengingat, lima klub tersebut belum berusia genap dua tahun.Secara hukum, Tigor mengatakan, proses pergantian nama dan kepemilikan tidak ada masalah, selama ada berkas secara formal jelas dan tuntas maka sah-sah saja.
Namun begitu, kendati kelima klub tersebut telah menuhi sejumlah persyaratan verifikasi untuk mendapat lisensi tetapi keputusan akhir memberikan lisensi klub ada pada AFC.
"Oke, permasalahan utama tentu mengarah ke sana, mempertanyakan jika semisal, katakanlah, Bhayangkara juara Liga 1 otomatis mereka ikut jalur play-off Liga Champhions Asia, peringkat dua Bali (United) dan ketiga Madura (United) bisa lolos ke Piala AFC."
"Tetapi jika akhir Oktober nanti AFC menyatakan tiga klub tadi, katalanlah, tidak memenuhi syarat mendapatkan lisensi maka, ya, mereka tidak akan ikut (Piala AFC dan Play Off Liga Champhios Asia)."
"Apakah nanti akan diberikan kepada klub yang sudah legal seperti Persipura, yang kebetulan berada di peringkat keempat diakhir musim, akan langsung menggantikan itu belum tentu juga. Karena slot untuk wakil Indonesia ada, tetapi untuk bisa masuk belum tentu," tutup Tigor.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(KRS)
