Dalam pertemuan ASEAN Economic Ministers (AEM) Retreat 2018 di Singapura selama 1-2 Maret 2018, para menteri membuat sejumlah prioritas program untuk memperdalam konektivitas kawasan ASEAN sehingga memperlancar aktivitas ekonomi dan meningkatkan peluang investasi.
Hal tersebut mampu dicapai dengan mengembangkan implementasi Cetak Biru Masyarakat Ekonomi ASEAN 2025, melanjutkan inisiatif jangka panjang, dan menempatkan ASEAN pada fase pertumbuhan ke depan.
Menteri Perdagangan dan Perindustrian sekaligus Ketua Penyelenggara AEM Retreat 2018, Lim Hng Kiang mengatakan, menjalankan usaha di ASEAN memiliki kelebihan dari segi biaya yang rendah, sumber bahan baku yang melimpah, dan lingkungan perdagangan serta investasi yang kondusif.
"Sejumlah prioritas yang diajukan tuan rumah Singapura bertujuan untuk mengejar ketertinggalan sehingga menghasilkan manfaat dari populasi dan bisnis ASEAN," tuturnya, di Singapura, Jumat, 2 Maret 2018.
Tahun ini, ASEAN telah menerapkan ASEAN Single Window (ASW) dan ASEAN Declaration on Cruise Tourism. ASW telah diluncurkan pada 1 Januari 2018 dan diterapkan di lima negara ASEAN, yakni Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, dan Vietnam. ASW diyakini mampu mempercepat proses penurunan kargo dan memangkas waktu dan biaya transaksi ekspor-impor.
Declaration on Cruise Tourism diterapkan oleh menteri-menteri pariwisata ASEAN pada Januari 2018. Hal tersebut menandai inisiasi ASEAN sebagai pusat cruise dan tujuan wisata tunggal. Jika tercapai, ASEAN berpotensi dilewati 4,5 miliar penumpang cruise pada 2035.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News