"Sekjen menyebutkan bahwa ASEAN Health Sector telah merespons pandemi sejak awal Januari melalui mobilisasi ASEAN Emergency Operation Centre Network for Public Emergency," kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dalam jumpa pers usai melaksanakan pertemuan virtual ASEAN-US, Kamis 23 April 2020.
Retno mengatakan mekanisme kerja sama terutama kapasitas kesiapan juga terus diperkuat. Menurutnya, berbagai usaha ASEAn dalam memitigasi dampak covid-19 juga telah ditekankan dalam berbagai pertemuan dan pernyataan, termasuk dalam Deklarasi KTT Khusus ASEAN mengenai covid-19.
Dari hasil pertemuan KTT ASEAN, telah dihasilkan berbagai kesepakatan, seperti pembentukan suplai regional ASEAN, memberikan dukungan untuk perlindungan lebih kepada masyarakat ASEAN, serta memperkuat komunikasi publik secara transparan.
Dalam pertemuan ASEAN-US tersebut, Retno mengatakan Sekjen ASEAN juga menyampaikan apresiasi kepada Amerika Serikat karena berkontribusi membantu kawasan Asia Tenggara. AS memberi kontribusi senilai USD35,3 juta (sekitar Rp549 miliar).
Indonesia menekankan pentingnya bekerja sama untuk memenuhi kekurangan yang dihadapi seperti kelengkapan alat-alat medis dan obat-obatan, termasuk vaksin.
Baca: Indonesia Tekankan Harga Vaksin Covid-19 Harus Terjangkau.
"Indonesia kembali menyerukan adanya kerja sama yang inovatif. Hal lain untuk kerja sama yang sifatnya jangka pendek, pentingnya kerja sama dalam pengembangan vaksin," tutur Retno.
Jika vaksin sudah ada, Indonesia secara konsisten menekankan pentingnya aksesibilitas vaksin bagi negara berkembang dengan harga terjangkau.
Pertemuan ASEAN-US dihadiri seluruh menteri luar negeri ASEAN dan Menlu AS Mike Pompeo. Pertemuan ini digelar khusus untuk membahas pandemi covid-19.
Informasi lengkap tentang perkembangan penanganan pandemi covid-19 bisa langsung diakses di sini (https://www.medcom.id/corona).
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News