Rest Area di ruas tol Trans-Jawa. Foto: Antara/Oky Lukmansyah
Rest Area di ruas tol Trans-Jawa. Foto: Antara/Oky Lukmansyah

Menunggu Dominasi Brand Lokal di Rest Area

Medcom Files Ditunggu di Rest Area
M Rodhi Aulia • 16 Desember 2019 17:13
PEKAN lalu dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Presiden Joko Widodo mengungkapkan keresahannya. Jokowi risau terhadap dominasi brand makanan dan minuman milik asing di kawasan rest area (tempat istirahat).
 
Diam-diam Jokowi melirik aneka brand di kawasan rest area. Matanya awas terhadap brand yang bercokol di sana. Jokowi tak rela banyak perusahaan asing mendominasi bisnis food and beverage (F&B) di rest area.
 
"Ini harus dimulai digeser," kata Jokowi, Senin 9 Desember 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


 

Menunggu Dominasi <i>Brand</i> Lokal di <i>Rest</i> <i>Area</i>
Presiden Joko Widodo memimpin rapat terbatas (ratas) di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (13/12/2019). Foto: ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
Jokowi enggan menyebut spesifik brand asing yang disinggungnya. Ia menganggap para peserta rapat terbatas itu dapat mengetahui langsung sejumlah brand asing yang dimaksud.
 
Ia menekankan kualitas brand lokal tidak kalah jika dibandingkan dengan asing. Dari segi rasa tak kalah enak, pula dari sisi harga lebih murah. Dengan kata lain, brand lokal hanya kalah di harga. "Sepertiga lebih murah. Kenapa yang dipasang itu-itu aja," sesal dia.
 
Dalam lima tahun terakhir, Jokowi melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) telah membangun jalan tol sepanjang 1.500 kilometer (KM). Pembangunan jalan tol ini lebih cepat ketimbang era sebelumnya.
 
Ke depan, Jokowi membayangkan rest area sepanjang jalan tol itu didominasi brand lokal. Ia tegas menyatakan dukungan dan komitmen perwujudan dominasi brand lokal.
 
"Kalau bangun rest area di tol dari Lampung ke Aceh ada rest area, pasang dongbrandlokal kita," tegas dia.
 
Lantas timbul pertanyaan, apakah impian dan komitmen Jokowi dapat mudah direalisasikan? Meski Jokowi telah lugas menyatakan komitmen dan dukungannya secara terbuka.
 
Menurut Dekan Sekolah Bisnis dan Ekonomi Universitas Prasetiya Mulya, Agus W. Soehadi, ambisi Jokowi bukan hal yang mustahil. Malah ambisi itu berpotensi besar terealisiasi.
 
"Sangat dimungkinkan. Karena mulai banyak bisnis lokal yang punya cabang dan franchise. Mulai dari kopi, soto, bakso, restoran Padang, sate, gudeg, donat, roti dan lain sebagainya," kata Agus kepada Medcom Files, Senin 9 Desember 2019.
 

Menunggu Dominasi <i>Brand</i> Lokal di <i>Rest</i> <i>Area</i>
Dekan Sekolah Bisnis dan Ekonomi Universitas Prasetiya Mulya Agus W. Soehadi (kiri). Foto: ANTARA FOTO/Tedi
 

Respons Positif
Pelaku usaha menyambut positif ambisi dan komitmen Jokowi memperkuat brand lokal di semua rest area. Pelaku usaha meyakini rencana yang dibuat Jokowi telah melalui pertimbangan matang dari berbagai aspek, benefit dan cost yang akan ditimbulkan, serta dampak yang akan dirasakan oleh para stakeholder di rest area.
 
"Kami percaya semua rencana dan keputusan yang dibuat akan memberikan dampak yang diharapkan positif bagi pertumbuhan bisnis dan kesejahteraan banyak pihak di Indonesia, terutama pelaku di industri F&B dan produk lokal," kata Deputy Director Corporate CommunicationsCRP Group, Sarita Sutedja kepada Medcom Files, Sabtu 14 Desember 2019.
 
CRP group menaungi sejumlah outlet makanan hits di tengah milenial Indonesia. Antara lain Warunk Upnormal dan Bakso Boedjangan. Dua outlet ini telah ada di rest area KM 57 tol Jakarta-Cikampek sejak 2017 dan 2019.
 
Menurut Sarita, lokasi gerai yang berada di ruas jalan tol menjadi tantangan tersendiri bagi mereka untuk membentuk sistem terbaik. Utamanya dalam supply chain, sehingga bahan baku dapat terkirim sesuai dengan waktu yang ditentukan.
 
Terkait regulasi dan kebijakan pemerintah, Sarita juga meyakini akan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan bisnis dan kesejahteraan banyak pihak di Indonesia. Terutama pelaku di industri F&B dan produk lokal. Pihaknya menegaskan pemerintah telah memiliki agenda sendiri untuk mengawal dan memberikan stimulan bagi pebisnis lokal agar mampu bersaing di negeri sendiri.
 
"Hal tersebut terlihat dari berbagai dukungan yang diberikan kepada para entrepreneur, seperti program pelatihan, workshop, penyaluran dana dan fasilitas lainnya yang bertujuan untuk mendorong pertambahan nilai bagi produk-produk yang dihasilkan," ujar dia.
 
Lebih lanjut, Sarita sangat berharap pemberian dukungan oleh pemerintah dalam bentuk lain. Di antaranya kolaborasi dengan aset-aset milik negara.
 
Ia mencontohkan kerja sama dalam hal pembukaan gerai-gerai makanan dan minuman baru milik pebisnis lokal dapat dilakukan di sejumlah bangunan milik negara atau di titik lokasi strategis yang berada di berbagai wilayah. Bagi Sarita, hal ini juga sangat diharapkan.
 


 
(WAN)
LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif