Tangkapan layar informasi palsu di media sosial
Tangkapan layar informasi palsu di media sosial

[Fakta atau Hoaks]

[Cek Fakta] Video Ormas FKPPI Kumpul di Monas Siap Siaga Menentang Pengesahan RUU HIP? Ini Faktanya

Medcom Files Cek Fakta
M Rodhi Aulia • 24 Juni 2020 07:49
Beredar sebuah video memperlihatkan sejumlah orang berseragam Forum Keluarga Putra-Putri Purnawirawan TNI-Polri (FKPPI) di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat. Video itu beredar di media sosial.
 
"Inilah Jawa Barat. Siap melorengkan Monas. Saksikan NKRI harga mati bagi kami anak-anak TNI/Polri. Kami keluarga besar siap melorengkan Monas," bunyi penggalan narasi pada video.
 
Adalah akun facebook Julinar Sinaga yang mengunggah video tersebut. Ia membuat narasi bahwa video itu memperlihatkan sejumlah anggota FKPPI dari Bandung, Jawa Barat, yang sudah berkumpul di Monas dalam rangka siap siaga menentang pengesahan Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


 
Berikut narasi lengkapnya: "FKPPI dari Bandung sudah berkumpul di Monas, siap siaga segala kemungkinan terjadi apabila RUU HIP di-syahkan oleh DPR.*
*Revolusi jihad mati syahid atau hidup mulia, bela negara dari ancaman Komunisme..!," tulis akun
Julinar Sinaga, Sabtu 20 Juni 2020.
 
Unggahan ini ramai direspons warganet. Terdiri dari 364 emotikon, 100 komentar dan 532 kali dibagikan.
 

[Cek Fakta] Video Ormas FKPPI Kumpul di Monas Siap Siaga Menentang Pengesahan RUU HIP? Ini Faktanya
 

Penelusuran:
Dari penelusuran kami, klaim bahwa video itu memperlihatkan sejumlah anggota FKPPI sudah berkumpul di Monas dalam rangka siap siaga menentang pengesahan RUU HIP, adalah salah. Faktanya, video tersebut merupakan peristiwa lama.
 
Kami mengkonfirmasi langsung video itu kepada Ketua FKPPI Jawa Barat Yana Mulyana. Ia menegaskan video tersebut dibuat beberapa tahun lalu.
 
"Itu mah kegiatan apel akbar FKPPI se-Indonesia di Monas, sekitar 2 tahun lalu. Kebetulan kontingen dari Jabar yang terbesar mengirim anggotanya," kata Yana yang juga Wakil Wali Kota Bandung ini kepada Medcom.id, Selasa 23 Juni 2020.
 
Kami juga menelusuri mesin pencari terkait momen FKPPI melakukan apel akbar di Monas. Tidak ditemukan informasi valid bahwa FKPPI melakukan apel akbar dalam beberapa hari terakhir atau selama masa pandemi.
 
Justru apel akbar FKPPI di Monas tercatat pada Sabtu 9 Desember 2017. Disebutkan bahwa sebanyak 10 ribu kader bela negara FKPPI melakukan apel kebangsaan di lapangan Monas, Jakarta pada Sabtu pagi tersebut.
 
"Presiden Joko Widodo menjadi inspektur upacara dalam apel tersebut," tulis Medcom.id dalam laporannya mengutip tayangan Metro TV pada Sabtu 9 Desember 2017.
 

[Cek Fakta] Video Ormas FKPPI Kumpul di Monas Siap Siaga Menentang Pengesahan RUU HIP? Ini Faktanya
 

Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi diangkat sebagai anggota kehormatan FKPPI. Pasalnya, Jokowi dianggap berkomitmen dalam menjaga ideologi Pancasila sebagai tombak kekuatan negara.
 
"Memutuskan dan menetapkan, Ir. H. Joko Widodo menjadi anggota kehormatan keluarga besar FKPPI. Dukungan bantuan sebagai anggota kehormatan FKPPI sangatlah diharapkan dalam pengembangan dan memajukan organisasi," kata Sekretaris Jenderal FKPPI Bahriyoen Sucipto seperti dilansir Medcom.id, Sabtu 9 Desember 2017.
 

[Cek Fakta] Video Ormas FKPPI Kumpul di Monas Siap Siaga Menentang Pengesahan RUU HIP? Ini Faktanya
 

Sebelumnya, Perwakilan FKPPI menemui Presiden Jokowi di Istana Bogor. Mereka meminta Presiden Jokowi menjadi inspektur upacara dalam apel kebangsaan tersebut.
 
"Kami mengadakan semacam show of force, apel kebangsaan yang meminta Bapak Jokowi menjadi irup dan beliau menyatakan kesediaannya," kata Ketua Umum FKPPI Ponco Sutowo seperti dilansir Medcom.id, Selasa 21 November 2017
 

Kesimpulan:
Klaim bahwa video itu memperlihatkan sejumlah anggota FKPPI sudah berkumpul di Monas dalam rangka siap siaga menentang pengesahan RUU HIP, adalah salah. Faktanya, video tersebut merupakan peristiwa lama.
 
Informasi ini masuk kategori hoaks jenis false context (konteks keliru). False context adalah sebuah konten yang disajikan dengan narasi dan konteks yang salah. Biasanya, false context memuat pernyataan, foto, atau video peristiwa yang pernah terjadi pada suatu tempat, namun secara konteks yang ditulis tidak sesuai dengan fakta yang ada.
 

Referensi:
Wawancara Medcom.id dengan Ketua FKPPI Jawa Barat Yana Mulyana
https://video.medcom.id/headline-news/GbmJa5Pk-10-ribu-kader-fkppi-ikuti-apel-kebangsaan-di-monas
https://www.medcom.id/nasional/peristiwa/1bV4qlPK-jokowi-diangkat-jadi-anggota-kehormatan-fkppi
https://www.medcom.id/nasional/peristiwa/ybDM0Gpk-jokowi-akan-jadi-irup-apel-kebangsaan-di-monas
 

*Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel cekfakta@medcom.id
 

 
(DHI)
LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif