Tangkapan layar informasi palsu di pesan WhatsApp
Tangkapan layar informasi palsu di pesan WhatsApp

[Fakta atau Hoaks]

[Cek Fakta] Luhut Bantu Tiongkok terkait Rencana Pembunuhan Massal Rakyat Pribumi? Ini Faktanya

Medcom Files Cek Fakta
M Rodhi Aulia • 26 Juli 2020 14:06
Beredar sebuah tangkapan layar artikel berita berjudul “Menteri Australia: Alat Tes Corona Asal China Berbahaya”. Pada tangkapan layar itu muncul narasi skenario pembunuhan massal.
 
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan dinarasikan membantu Tiongkok terkait 40 ribu ton alat tes covid-19. Bantuan itu disebut bagian dari rencana pembunuhan massal rakyat pribumi.
 

Berikut narasi lengkapnya:


“AWAS !!!
China dibantu Luhut
Sdh maumin 40 rb
ton alat tes Corona
RENCANA
PEMBUNUHAN
MASAL RAKYAT PRIBUMI”


Baru-baru ini, tangkapan layar berisi narasi tersebut muncul di tengah masyarakat. Narasi itu beredar melalui pesan berantai WhatsApp.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


 

[Cek Fakta] Luhut Bantu Tiongkok terkait Rencana Pembunuhan Massal Rakyat Pribumi? Ini Faktanya

Penelusuran:
Dari penelusuran tim Cek Fakta Medcom.id, klaim bahwa Menko Marves Luhut membantu Tiongkok terkait 40 ribu ton alat tes covid-19 dan itu bagian dari rencana pembunuhan massal rakyat pribumi, adalah salah. Faktanya, tidak ada informasi valid mengenai hal tersebut.
 
Kami menelusuri kata kunci 'Luhut' dan '40 ribu ton alat tes covid-19'. Kami tidak menemukan Luhut akan membantu Tiongkok terkait 40 ribu ton alat tes covid-19.
 
Di sisi lain, bahwa benar Luhut memberi arahan kepada jajarannya di Kemenko Marves untuk mendatangkan sejumlah alat tes kesehatan dari Tiongkok. Hal itu seperti dilansir situs resmi Kemenko Marves, maritim.go.id, Kamis 26 Maret 2020.
 
Kemenko Marves bekerja sama dengan Asosiasi Produsen Listrik Swasta Indonesia (APLSI). Mereka mengkoordinasi sumbangan sejumlah alat kesehatan untuk pengendalian dan penanganan wabah covid-19 di Indonesia.
 
“Alat-alat kesehatan berjumlah sekitar 40 ton tersebut diangkut menggunakan pesawat jenis Boeing 777 dari Garuda Indonesia dan dijadwalkan tiba di Indonesia melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada hari Kamis malam, 26 Maret 2020,” tulis situs maritim.go.id dalam artikel berjudul “Kemenko Marves Bantu Datangkan Bantuan 40 Ton Alat Kesehatan Untuk Penanganan Covid-19”.
 
Kala itu, beberapa perusahaan asal Tiongkok yang memiliki investasi di Indonesia berinisiatif memberikan sumbangan alat kesehatan. Terdiri dari test kit covid-19, masker N95, masker bedah, hingga alat pelindung diri seperti baju, kacamata, sarung tangan, dan sebagainya.
 
“Bantuan alkes ini adalah bukti hubungan baik antara kedua negara dan juga wujud kepedulian terhadap wabah Covid-19 yang kita tahu merupakan tantangan semua negara di dunia hari ini,” kata Juru Bicara Menko Marves, Jodi Mahardi.
 
Ditegaskan dalam artikel tersebut, tidak hanya Indonesia yang menerima bantuan alat kesehatan dari Tiongkok. Tapi juga sejumlah negara lain seperti Jepang, Spanyol, Italia, dan Irak.
 

[Cek Fakta] Luhut Bantu Tiongkok terkait Rencana Pembunuhan Massal Rakyat Pribumi? Ini Faktanya
 

Berikut artikel selengkapnya:
 
Kemenko Marves Bantu Datangkan Bantuan 40 Ton Alat Kesehatan Untuk Penanganan Covid-19
 
Marves – Jakarta, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) bekerja sama dengan Asosiasi Produsen Listrik Swasta Indonesia (APLSI) mengkoordinasi sumbangan alat-alat kesehatan untuk pengendalian dan penanganan wabah Covid-19 di Indonesia.
 
Alat-alat kesehatan berjumlah sekitar 40 ton tersebut diangkut menggunakan pesawat jenis Boeing 777 dari Garuda Indonesia dan dijadwalkan tiba di Indonesia melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada hari Kamis malam, 26 Maret 2020.
 
Menko Marves Luhut B. Pandjaitan sebelumnya menyatakan, karena pandemi Covid-19 ini juga bencana global, maka berbagai bentuk dukungan dari negara manapun, khusus untuk pengendalian dan penanganan wabah Covid-19 di Indonesia akan diterima, tentunya setelah melalui prosedur yang ditentukan, termasuk faktor keamanannya.
 
“(Dalam situasi ini) Kita ambil keputusan harus cepat dan tepat karena ini menyangkut hal yang sangat serius. Tentunya ini akan melalui prosedur pemasukan bantuan, BNPB di bawah Komando Pak Doni Munardo sebagai koordinator untuk menyalurkan bantuan ini segera ke masyarakat. Publik, masyarakat dan media harus tahu kemana, jika mereka memerlukan bantuan, jadikan satu pintu,” ujar Menko Luhut dalam Vidcon Rakor Penerimaan Kamis lalu, 19 Maret 2020.
 
Beberapa perusahaan asal Tiongkok yang memiliki investasi di Indonesia berinisiatif memberikan sumbangan alat-alat kesehatan untuk membantu proses penanganan dan pengendalian wabah Covid-19.
 
“Bantuan alkes ini adalah bukti hubungan baik antara kedua negara dan juga wujud kepedulian terhadap wabah Covid-19 yang kita tahu merupakan tantangan semua negara di dunia hari ini,” jelas Jubir Menko Marves, Jodi Mahardi, pada Kamis pagi (26-03-2020).
 
Saat ini Tiongkok dihadapkan pada kondisi darurat pada Januari hingga Februari lalu, pemerintah Tiongkok menerima bantuan peralatan medis dari puluhan negara dan berbagai organisasi internasional. Sekarang setelah kasus penularan baru di sana turun drastis, Tiongkok mulai aktif mengalihkan sumber daya yang dimiliki dengan mengirimkan berbagai bantuan ke negara-negara lain yang sedang kewalahan menghadapi wabah Covid-19.
 
Selain Indonesia, beberapa negara juga menerima bantuan dari negara tersebut seperti Jepang, Spanyol, Italia, hingga Irak. Indonesia termasuk salah satu negara yang mendapatkan bantuan dari Tiongkok, karena seperti diketahui saat ini Indonesia sedang mengalami situasi darurat akibat wabah Covid-19.
 
Para Donatur sebagian besar adalah Para Investor yang telah berinvestasi di Indonesia seperti di Morowali, Weda Bay, Obi, Kendari, Konawe, dan daerah sekitar. Para Investor mengirimkan Bantuan alkes untuk membantu penanganan pandemi secara nasional dan juga daerah lokal, khususnya tempat mereka berinvestasi.
 
“Kemenko Marves, sesuai arahan dari Pak Luhut, bekerja sama dengan APLSI mengoordinasi bantuan dari berbagai perusahaan tersebut agar dapat segera terkirim ke Indonesia dan dapat terdistribusi dengan baik untuk memenuhi kebutuhan yang sangat banyak dan mendesak. Dengan demikian, diharapkan penanganan wabah ini dapat berlangsung lebih cepat dan warga dapat kita lindungi, termasuk keselamatan petugas medis yang saat ini berjuang di garis terdepan,” ujar Jodi.
 
Adapun pasokan medis itu, terdiri dari test kit COVID-19, masker N95, masker bedah, hingga alat pelindung diri seperti baju, kacamata, sarung tangan, dan sebagainya. Seluruh bantuan tersebut nantinya akan didistribusikan melalui BNPB, rumah sakit-rumah sakit, dan jaringan beberapa fakultas kedokteran.
 
Selain memberikan bantuan alat kesehatan, Kemenko Marves bersama APLSI juga mengkoordinasikan pemberian bantuan alat lab untuk memeriksa covid-19 kepada 6 Fakultas Kedokteran di Indonesia berupa alat PCR dan RNA extraction machine. Alat lab ini akan mampu memeriksa swab test yang dilakukan untuk mendeteksi covid 19.
 
Ke depan setelah alat ini dikirimkan, diharapkan pada bulan April minggu kedua semua Fakultas Kedokteran tersebut akan memiliki kemampuan untuk melakukan tes masing masing sebanyak 1.000 sampel per harinya.
 
Proses pengiriman Bantuan Covid-19 ke Indonesia didukung penuh juga oleh kementerian/lembaga terkait, antara lain Kemlu RI, KBRI Beijing dan KJRI Shanghai, serta Atase Pertahanan KBRI Beijing. Bantuan yang diterima tersebut nantinya akan diserahkan untuk membantu kerja dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Kementerian Kesehatan, dan Kementerian BUMN.
 
Biro Komunikasi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

 

Kesimpulan:
Klaim bahwa Menko Marves Luhut membantu Tiongkok terkait 40 ribu ton alat tes covid-19 dan itu bagian dari rencana pembunuhan massal rakyat pribumi, adalah salah. Faktanya, tidak ada informasi valid mengenai hal tersebut.
 
Informasi ini masuk kategori hoaks jenis misleading content (konten menyesatkan). Misleading terjadi akibat sebuah konten dibentuk dengan nuansa pelintiran untuk menjelekkan seseorang maupun kelompok. Konten jenis ini dibuat secara sengaja dan diharap mampu menggiring opini sesuai dengan kehendak pembuat informasi.
 
Misleading content dibentuk dengan cara memanfaatkan informasi asli, seperti gambar, pernyataan resmi, atau statistik, akan tetapi diedit sedemikian rupa sehingga tidak memiliki hubungan dengan konteks aslinya.
 
Selain itu, tangkapan layar serupa juga sempat diperiksa sejumlah situs kredibel. Di antaranya situs Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).
 

Referensi:
https://maritim.go.id/kemenko-marves-bantu-datangkan-bantuan-40-ton-alat/
https://maritim.go.id/bantuan-40-ton-alat-kesehatan-untuk-penanganan-covid-19/
https://kominfo.go.id/content/detail/27674/disinformasi-40000-alat-tes-corona-asal-cina-bagian-dari-rencana-pembunuhan-massal-ulama-jawa-barat/0/laporan_isu_hoaks
 

*Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel cekfakta@medcom.id


 
(DHI)
LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif