Tangkapan layar berita palsu Foto:Facebook
Tangkapan layar berita palsu Foto:Facebook

[Fakta atau Hoaks]

[Cek Fakta] Miras di DKI Sudah Halal? Ini Faktanya

Medcom Files Cek Fakta
Whisnu Mardiansyah • 01 Desember 2020 11:06
Beredar sebuah narasi yang menyebutkan minuman keras di DKI Jakarta sudah halal. Hal ini berdasar dari bertambahnya saham Pemprov DKI Jakarta di perusahaan bir PT Delta Djakarta.
 
Akun facebook atas nama Le'bel Jr membagikan narasi ini pada 13 November 2020. Dalam unggahannya ia memberikan narasi sebagai berikut.

"Harta - Tahta - Delta #eh...NGeeBeeerrr ???????????????? yg penting Seiman????????????
Asik sekarang Miras di Jakarta sudah Halal karena Pemprov DKI nambah saham di Delta jadi 58,3%, mana nih Mamah Buntel yg dulu teriak-2 anti miras di Jakarta waktu era Pak Ahok ? ????
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi menambah kepemilikan saham produsen bir, PT Delta Djakarta (DLTA), per Oktober 2020. Jumlah saham bertambah dari semula 26,25 persen menjadi 58,33 persen per Oktober 2020. Penambahan porsi saham ini menggeser kepemilikan perusahaan San Miguel Malaysia (L) PTE.LTD. Posisi saham sebelumnya berkebalikan karena San Miguel sempat menguasai mayoritas saham di angka 58,33 persen kemudian turun menjadi 26,25 persen. Kepemilikan saham masyarakat tidak berubah. Angkanya tetap di posisi 15,41 persen. Perubahan kepemilikan saham ini diumumkan Delta Djakarta dalam situs keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pengumuman perusahaan tercatat pada 9 November 2020. Tepatnya, di tengah rencana DPR RI membahas lagi RUU Larangan Minuman Beralkohol (Minol).
Baca selengkapnya di artikel "Ramai RUU Larangan Minol, Pemprov DKI Tambah Saham Delta Jadi 58,3%"


[Cek Fakta] Miras di DKI Sudah Halal? Ini Faktanya
 
Penelusuran:
Dari hasil penelusuran tim cek fakta medcom.id, klaim miras di DKI sudah halal karena bertambahnya saham Pemprov DKI di perusahaan bir PT Delta Djakarta adalah salah. Faktanya, tidak ada fatwa MUI miras di Jakarta halal dan penambahan saham di PT Delta dibantah oleh Pemprov DKI Jakarta.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


 
Dilansir dari cnnindonesia.com, Pemprov DKI Jakarta telah membantah menambah jumlah kepemilikan saham di PT Delta Djakarta Tbk, produsen bir Anker. "Tidak benar itu. Itu salah. Enggak tahu dari mana sumbernya, yang jelas itu tidak benar," kata Sekretaris Badan Pembinaan BUMD DKI Jakarta, Riyadi.
 
Sebelumnya dari data Bursa Efek Indonesia diketahui bahwa Pemprov DKI menambah kepemilikan saham di Delta Djakarta. Kepemilikan saham meningkat dari 26,25 persen menjadi 58,33 persen di Oktober 2020.
 
Terkait hal tersebut, Riyadi meminta agar pihak Bursa memberikan klarifikasi. Pasalnya, Riyadi menekankan saat ini Pemprov DKI tidak mungkin menambah kepemilikan saham PT Delta.
 
"Kita enggak mungkin nambah lah, duit dari mana, APBD-nya aja terkontraksi kok, kan ikuti perkembangan pembahasan APBD, kan? APBD kita kan turun bagaimana mungkin membeli saham," jelasnya.
 
[Cek Fakta] Miras di DKI Sudah Halal? Ini Faktanya
 
Dilansir Medcom,id, PT Delta Djakarta Tbk (DLTA) mengklarifikasi penambahan kepemilikan saham Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Terdapat kesalahan dalam pembuatan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek PT Delta Djakarta Tbk periode Oktober 2020.
 
Laporan itu diunggah di website resmi Bursa Efek Indonesia pada 9 November 2020. Direktur Keuangan dan Sekretaris Perusahaan DLTA Alan DV Fernandez, menyebut kesalahan itu merupakan tanggung jawab Biro Administrasi Efek PT Raya Saham Registra.
 
"Di mana seharusnya tidak terjadi perubahan jumlah saham atas nama pemegang saham Pemerintah Daerah DKI Jakarta dan pemegang saham San Miguel Malaysia (L) PTE LTD," kata dia dalam keterangan tertulis, Sabtu, 14 November 2020.
 
[Cek Fakta] Miras di DKI Sudah Halal? Ini Faktanya
 
Kesimpulan:
Klaim miras di DKI sudah halal karena bertambahnya saham Pemprov DKI di perusahaan bir PT Delta Djakarta adalah salah. Faktanya, tidak ada fatwa MUI miras di Jakarta halal dan penambahan saham di PT Delta dibantah oleh Pemprov DKI Jakarta.
 
Informasi ini jenis hoaks Misleading content (konten menyesatkan). Misleading terjadi akibat sebuah konten dibentuk dengan nuansa pelintiran untuk menjelekkan seseorang maupun kelompok. Konten jenis ini dibuat secara sengaja dan diharap mampu menggiring opini sesuai dengan kehendak pembuat informasi.
 
Misleading content dibentuk dengan cara memanfaatkan informasi asli, seperti gambar, pernyataan resmi, atau statistik, akan tetapi diedit sedemikian rupa sehingga tidak memiliki hubungan dengan konteks aslinya.
 

[Cek Fakta] Miras di DKI Sudah Halal? Ini Faktanya
 
Referensi:
1.https://www.cnnindonesia.com/nasional/20201113145125-20-569470/pemprov-dki-bantah-tambah-saham-bir-delta-djakarta
2.https://www.medcom.id/nasional/metro/lKYwXyPb-perusahaan-bir-klarifikasi-kepemilikan-saham-pemprov-dki
3.https://archive.vn/aYnCk
 

*Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel [email protected] atau WA/SMS ke nomor 082113322016
 


 
(WHS)
LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif