Tangkapan layar video yang beredar di WhatsApp
Tangkapan layar video yang beredar di WhatsApp

Fakta atau Hoaks

[Cek Fakta] Video Alfian Tanjung Sebut Pendeta dan Gereja Larang Vaksinasi? Ini Faktanya

Medcom Files Cek Fakta vaksin covid-19 Vaksinasi covid-19
M Rodhi Aulia • 12 Januari 2021 15:42
Beredar sebuah video memperlihatkan seorang dosen dan penceramah bernama Alfian Tanjung. Video itu beredar melalui pesan berantai WhatsApp, baru-baru ini.

[Cek Fakta] Video Alfian Tanjung Sebut Pendeta dan Gereja Larang Vaksinasi? Ini Faktanya


Dalam video berdurasi 4 menit 23 detik itu, terdapat pernyataan Alfian terkait vaksin. Dia menyebut pendeta dan gereja melarang jemaatnya untuk mengikuti vaksinasi.
 
Berikut narasi selengkapnya:

"Kalau kita kaum muslimin, dari masjid, dari musala, dari majelis, memanggil anak-anak kita untuk berangkat ke posyandu, untuk disuntik vaksin dan imunisasi. Pertanyaan saya, kenapa dari gereja tidak ada? Saya sudah tanya. Di kampus, karena saya dosen. Saya tanya pada mahasiswa saya yang kristen. Hai kamu yang kristen. Apakah kamu di gereja, ada perintah untuk datang ke Posyandu? Pak. Kami dilarang untuk datang ke posyandu.
Mari kita berpikir dengan jernih. Kalau ada sebuah kegiatan yang sama, namanya vaksinasi, kalangan muslimin, ibu-ibu pengajian, bapak-bapak ustaz, tokoh masyarakat, bapak RT, bapak RW, bapak lurah, bapak camat, bapak aparat. menyuruh orang pergi ke posyandu.
Sementara pendeta bilang, jangan ke posyandu.
Otaknya bisa dipakai enggak?"


 
[Cek Fakta] Video Alfian Tanjung Sebut Pendeta dan Gereja Larang Vaksinasi? Ini Faktanya

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


 
Penelusuran:
Dari penelusuran kami, klaim bahwa pendeta dan gereja melarang jemaatnya untuk mengikuti vaksinasi, adalah salah. Faktanya, sejumlah gereja malah menggelar vaksinasi untuk jemaatnya.
 
Di antaranya Gereja Katolik St. Matias Cinere, Jakarta Selatan. Pada Jumat 29 Desember 2017 lalu, digelar vaksinasi dalam rangka mencegah penyakit difteri.
 
Video Alfian Tanjung ini, setidaknya sudah beredar pada 2018. Salah satunya diunggah di kanal Youtube ini:
 

[Cek Fakta] Video Alfian Tanjung Sebut Pendeta dan Gereja Larang Vaksinasi? Ini Faktanya
 

Di sisi lain, video ini juga tidak ada kaitannya dengan covid-19. Pemerintah memastikan bahwa vaksin covid-19 aman dan tingkat efikasinya atau efektivitasnya, cukup tinggi.
 
Badan Pemeriksa Obat dan Makanan (BPOM) menerbitkan izin pemakaian darurat atau emergency use authorization (EUA) terhadap vaksin covid-19 produksi Sinovac, Tiongkok. Izin bisa terbit salah satunya karena tercapainya efikasi di atas 50 persen.

"Hasil analisis terhadap efikasi vaksin coronavac dari uji klinik di Bandung menunjukkan efikasi vaksin sebesar 65,3 persen," kata Kepala BPOM Penny K Lukito seperti dilansir Medcom.id, Senin 11 Januari 2021.


 
[Cek Fakta] Video Alfian Tanjung Sebut Pendeta dan Gereja Larang Vaksinasi? Ini Faktanya
 

Dalam hal ini, Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) mendukung kebijakan pemerintah terkait vaksinasi. Namun vaksinasi ini diharapkan tetap memerhatikan penerapan persyaratan minimal, termasuk batas usia yang disyaratkan.

"Menyikapi upaya penanggulangan Covid-19 melalui pengadaan vaksin dan rencana vaksinasi oleh pemerintah, Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) mengimbau gereja-gereja untuk memberikan dukungan optimal bagi pelaksanaannya," tulis PGI dalam laporannya, 5 Januari 2021.
 

[Cek Fakta] Video Alfian Tanjung Sebut Pendeta dan Gereja Larang Vaksinasi? Ini Faktanya
 

Selain itu, Paus Fransiskus akan mengikuti program vaksinasi virus korona (covid-19) paling cepat pekan depan. Paus juga mendorong semua orang untuk mengikuti langkahnya.

"Saya meyakini bahwa secara etis, semua orang sebaiknya menerima vaksin (covid-19)," kata Fransiskus seperti dikutip Medcom.id dari laman DW, Minggu 10 Januari 2021.


[Cek Fakta] Video Alfian Tanjung Sebut Pendeta dan Gereja Larang Vaksinasi? Ini Faktanya
 

 
Kesimpulan:
Klaim bahwa pendeta dan gereja melarang jemaatnya untuk mengikuti vaksinasi, adalah salah. Faktanya, sejumlah gereja malah menggelar vaksinasi untuk jemaatnya.
 
Informasi ini masuk kategori hoaks jenis fabricated content (konten palsu). Fabricated content terbilang menjadi jenis konten palsu yang paling berbahaya. Konten ini dibentuk dengan kandungan 100% tidak bisa dipertanggung-jawabkan secara fakta. Biasanya, fabricated content berupa informasi lowongan kerja palsu dan lain-lain.
 

[Cek Fakta] Video Alfian Tanjung Sebut Pendeta dan Gereja Larang Vaksinasi? Ini Faktanya
 

Referensi:
https://keuskupanbogor.org/2017/12/29/gereja-tanggap-difteri-vaksinasi-di-paroki-st-matias-cinere/
https://www.youtube.com/watch?v=P-Y4X03oHW8&t=64s
https://m.medcom.id/nasional/peristiwa/eN4Z5Oyk-bpom-efikasi-vaksin-sinovac-65-3-persen
https://pgi.or.id/imbauan-pastoral-pgi-terkait-vaksinasi/
https://www.medcom.id/internasional/eropa-amerika/lKYw87Jb-paus-fransiskus-dorong-semua-orang-untuk-ikuti-vaksinasi-covid-19?utm_source=inibaru&utm_medium=backlink_inibaru&utm_campaign=inibarupartnership
https://archive.md/iBs50
 

*Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel cekfakta@medcom.id atau WA/SMS ke nomor 082113322016
 

"Anda juga bisa bergabung di dalam Hoax Buster Medcom.id, sebuah komunitas yang fokus dalam misi memberantas hoaks. Ada sesuatu dari tim kami untuk kamu yang aktif dalam misi ini. Cara pendaftarannya mudah, tinggal klik link berikut ini: https://bit.ly/2H42ayb"
 

[Cek Fakta] Video Alfian Tanjung Sebut Pendeta dan Gereja Larang Vaksinasi? Ini Faktanya
 

 
(DHI)
LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif