Adalah akun facebook Ali Sahan yang turut mengunggah sejumlah gambar dan narasi tersebut, 21 Mei 2021. Berikut narasi selengkapnya:
"ENNGG...INNGG....ENNGG....
GABENER YAMEN BARU MENDAPATKAN RUMAH MEWAH ...TRICK PALING LICIK...
Kita Pasti masih ingat dengan rencana Pembangunan Museum Rasullulloh SAW di Ancol ...?
Yuppss...Setelah peletakan batu pertama 26 Februari 2020 tenyata tidak jalan lagi pengerjaan nya ...ALIAS MOGOK !
Sepertinya masih ada ganjalan dari pihak Konsorsium Dubai, yang mendadak memberi hibah. Selama ini GABENER mengira semua bisa dia dapat kan dengan gratis atau bisa di tilep seenak udelnya nya..!!
Wooy tidak semudah itu WAN AIBON ..!
Pihak Konsorsium Dubai ternyata ada syarat 2 hal dari Wan Aibon.
PERTAMA...
Adalah Izin untuk menjadi Pengembang di Proyek Reklamasi Wilayah Kekuasaan WAN AIBON.
KEDUA ....
Meminta untuk dilibatkan dalam semua setiap langkah proyek yang diadakan oleh Gabener, namun rupanya Wan Aibon menahan - menahan persyaratan permintaan dari pihak Dubai tersebut.
Perlu diketahui, alasan GABENER saat itu, karena ada beberapa Pemilik Lahan yang tidak mau dipindah atau di gusur dan dibeli lahannya. Padahal dari pihak Dubai sudah memberikan DP untuk pembebasan lahan.
Yang paling kebakaran jenggot adalah Engkong CAPLIN alias Pak kumis, mengancam akan memindahkan Lokasi Pembangunan Museum ke Wilayah Banten
(Tangerang ), bahkan Caplin sudah memerintahkan anak buah nya untuk secepatnya mencari lahan di Wilayah Banten.
Wan Aibon pasti tidak ingin kehilangan ATM dan Aset yang telah di gadang - gadang kelak akan menjadi tujuan Utama Wisata Religi di Tanah Air.
Dan Akhirnya Wan Aibon menyetujui Syarat yang diajukan pihak Konsorsium Dubai dan menandatangani LOI antara kedua belah pihak.
DAN SEBAGAI GANTINYA WAN AIBON MENERIMA RUMAH HIBAH MEWAH BENTUK KESEPAKATAN DARI DUBAI.
Hahaaa....Pak Kumis sekarang bisa tertawa gembira, Wan Aibon juga merasa sangat senang dapet rumah hibah baru nya di Kawasan Kebayoran Baru, dan Konsorsium Dubai pun pasti riang gembira menatap proyek - proyek masa depan di Jakarta.
Ali Sahan
21052021."
Unggahan ini ramai direspons warganet. Terdiri dari 99 emotikon, 47 komentar dan 71 kali dibagikan.
Penelusuran:
Dari penelusuran kami, klaim bahwa Anies mendapat rumah pinjaman seumur hidup dari pengembang, tidak berdasar. Faktanya, tidak ada informasi resmi dan valid mengenai hal itu.
Di sisi lain, Anggota Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) Bidang Pencegahan Korupsi DKI Jakarta Tatak Ujiyati memberikan klarifikasi. Ia meneruskan informasi yang diterima dari staf Anies.
"Rumah itu bukan Rumah Anies. Itu jawaban Anies Baswedan yang saya terima dari staf khususnya,” kata Tatak seperti dilansir Mediaindonesia.com, Minggu 23 Mei 2021.
Menurut Tatak, tuduhan senada juga pernah beredar beberapa waktu lalu. ia menegaskan tuduhan itu merupakan fitnah yang dilontarkan pihak-pihak yang tidak mampu memberikan bukti valid dan resmi.
"Maka kalau ada netizen yang kasih saran, agar melaporkan saja si pembuat fitnah ke polisi. Reaksi kita: ya ampun jika kita layani tiap fitnah dengan lapor polisi, pasti akan sibuk sekali. Sementara ABW saya pahami lebih pilih fokus menunaikan janji politiknya kepada warga Jakarta. Maka fitnah-fitnah itu cukuplah kita anggap saja sebagai noise, yang cukup kita counter saja lalu abaikan," ujar Tatak.
![[Cek Fakta] Anies Dapat Rumah Pinjaman Seumur Hidup dari Pengembang? Ini Faktanya](https://cdn.medcom.id/images/library/images/Screen%20Shot%202021-05-23%20at%2014_14_55.png)
Kesimpulan:
Klaim bahwa Anies mendapat rumah pinjaman seumur hidup dari pengembang, tidak berdasar. Faktanya, tidak ada informasi resmi dan valid mengenai hal itu.
Informasi ini masuk kategori hoaks jenis hoaks fabricated content (konten palsu). Fabricated content terbilang menjadi jenis konten palsu yang paling berbahaya. Konten ini dibentuk dengan kandungan 100% tidak bisa dipertanggung-jawabkan secara fakta. Biasanya, fabricated content berupa informasi lowongan kerja palsu dan lain-lain.
![[Cek Fakta] Anies Dapat Rumah Pinjaman Seumur Hidup dari Pengembang? Ini Faktanya](https://cdn.medcom.id/images/library/images/fabricated(94).jpeg)
Referensi:
https://mediaindonesia.com/megapolitan/406793/anies-dituding-gratifikasi-tgupp-bantah-isu-gratifikasi-fitnah?utm_source=lampost&utm_medium=lampostfeed&utm_campaign=lampostpartnership
https://www.facebook.com/sahan.ali.142035/posts/515169059609485
Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel cekfakta@medcom.id atau WA/SMS ke nomor 082113322016
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News