Tangkapan layar informasi menyesatkan yang beredar di media sosial
Tangkapan layar informasi menyesatkan yang beredar di media sosial

Fakta atau Hoaks

[Cek Fakta] Beredar Alquran dengan Terjemahan Palsu? Ini Faktanya

Medcom Files Cek Fakta
M Rodhi Aulia • 03 Desember 2020 11:12
Beredar sebuah narasi bahwa terdapat Alquran dengan terjemahan palsu. Narasi ini beredar di media sosial.

"Gerak cepat, Laporkan!!!!!!!!!''...... ada Al Qur'an Palsu.. sekarang sudah beredar, Al Quran terjemahan baru Al Maidah 51, "pemimpin" sudah berganti dengan "teman setia," bunyi narasi yang beredar.


Adalah akun facebook Petunjuk yang turut mengunggah narasi tersebut, 28 November 2020. Berikut bunyi sebagian narasi:
 

"Innalillahi wa innaillaihi roojiuun....
 
Kini alqur’an Nusantara sudah di Realisasikan

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


 
Astaghfirullah... Ya Allah ampunilah kami dan selamatkan kami dan Anak Cucu kami dari api neraka
????????????????
 
Telah dibagikan Al-Quran dengan terjemahan PALSU ke sekolah2 dg dalih wakaf Al-Quran.
tolong Jika ada WAKAF QUR'AN PALSU
dicek surat Al-Maidah ayat 51 dst telah diganti terjemahannya.....
 
Gerak cepat, Laporkan!!!!!!!!!''...... ada Al Qur'an Palsu.. sekarang sudah beredar, Al Quran terjemahan baru Al Maidah 51, "pemimpin" sudah berganti dengan "teman setia"
 
Dan Hampir semua yg dijual di GRAMEDIA... Tafsirnya diganti jadi teman setia !!!
 
Ini.....Betul betul sdh keterlaluan
ISLAM YANG SESUNGGUHNYA....... DIHANTAM DARI SEMUA ARAH
 
Share ke smua sosmed biar saudara2 muslim kita tau..???? Berita yg ada Terkini ????
 
Ummat Islam sudah dapat berita bahwa Negara Amerika*telah melakukan pendistorsian/ pengubahan terhadap Al-Quran dan mengeluarkannya sebagai kitab baru yang di beri nama tauhid segitiga (trinitas).

 

[Cek Fakta] Beredar Alquran dengan Terjemahan Palsu? Ini Faktanya
 

Unggahan ini direspons sejumlah warganet. Terdiri dari 4 emotikon, 1 komentar dan 27 kali dibagikan.
 

Penelusuran:
Dari penelusuran kami, klaim bahwa terdapat Alquran dengan terjemahan palsu, adalah salah. Faktanya, Kementerian Agama telah memberikan klarifikasi.
 
Dilansir Tempo.co, pihak Kementerian Agama telah meluruskan isu senada pada Oktober 2016. Kala itu, Muchlis M. Hanafi selaku Pejabat Sementara Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Quran (LPMQ) menjelaskan terjemahan kata awliya pada Surat Al-Maidah ayat 51 yang disebutkan telah berganti dari "pemimpin" menjadi "teman setia".
 
"Menurut Muchlis, kata awliya di dalam Alquran disebutkan sebanyak 42 kali dan diterjemahkan beragam sesuai konteksnya. Merujuk pada Terjemahan Al-Quran Kementerian Agama edisi revisi 1998-2002, pada Surat Ali Imran 3: 28, QS An-Nisa 4: 139, dan 144 serta QS Al-Maidah 5: 57, misalnya, kata awliya diterjemahkan dengan pemimpin.
 
Sedangkan pada QS Al-Maidah 5: 51 dan QS Al-Mumtahanah 60: 1 diartikan dengan teman setia. Adapun pada QS Al-Taubah 9: 23 dimaknai dengan pelindung, dan pada QS An-Nisa 4: 89 diterjemahkan dengan teman-teman. Muchlis menambahkan, terjemahan Al-Quran Kementerian Agama pertama kali terbit pada 1965. Pada perkembangannya, terjemahan ini telah mengalami dua kali proses perbaikan dan penyempurnaan, yaitu pada 1989-1990 dan 1998-2002," seperti yang dikutip Tempo dari situs resmi Kementerian Agama pada Minggu 23 Oktober 2016."
 

[Cek Fakta] Beredar Alquran dengan Terjemahan Palsu? Ini Faktanya

 

Berikut artikel selengkapnya:
 
Al-Maidah 51, Kemenag: Awliya Diterjemahkan Sesuai Konteks
 
TEMPO.CO, Jakarta - Pejabat pengganti sementara Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Quran (LPMQ) Kementerian Agama, Muchlis M. Hanafi, mengatakan kata awliya yang tertuang dalam Al-Quran Surat Al-Maidah ayat 51 diterjemahkan sesuai konteksnya. Hal ini ditegaskan Muchlis menanggapi beredarnya posting-an di media sosial tentang terjemahan kata awliya pada Surat Al-Maidah ayat 51 yang disebutkan telah berganti dari pemimpin menjadi teman setia.
 
Posting-an itu menyertakan foto halaman terjemahan Al-Quran Surat Al-Maidah ayat 51 dengan keterangan yang menyebutnya sebagai Al-Quran Palsu. Menurut Muchlis, terjemahan pemimpin dalam Al-Quran tersebut merujuk pada edisi revisi 2002 Terjemahan Al-Quran Kementerian Agama yang telah mendapat tanda tashih dari LPMQ.
 
"Tidak benar kabar yang menyatakan bahwa telah terjadi pengeditan terjemahan Al-Quran belakangan ini," ujar Muhclis dalam pernyataannya yang dikutip dari laman resmi Kementerian Agama, Minggu, 23 Oktober 2016.
 
Tuduhan pengeditan dilakukan atas instruksi Kementerian Agama, kata Muchlis, juga tidak berdasar. Menurut Muchlis, kata awliya di dalam Al-Quran disebutkan sebanyak 42 kali dan diterjemahkan beragam sesuai konteksnya. Merujuk pada Terjemahan Al-Quran Kementerian Agama edisi revisi 1998-2002, pada Surat Ali Imran 3: 28, QS An-Nisa 4: 139, dan 144 serta QS Al-Maidah 5: 57, misalnya, kata awliya diterjemahkan dengan pemimpin.
 
Sedangkan pada QS Al-Maidah 5: 51 dan QS Al-Mumtahanah 60: 1 diartikan dengan teman setia. Adapun pada QS Al-Taubah 9: 23 dimaknai dengan pelindung, dan pada QS An-Nisa 4: 89 diterjemahkan dengan teman-teman. Muchlis menambahkan, terjemahan Al-Quran Kementerian Agama pertama kali terbit pada 1965. Pada perkembangannya, terjemahan ini telah mengalami dua kali proses perbaikan dan penyempurnaan, yaitu pada 1989-1990 dan 1998-2002.
 
Proses perbaikan dan penyempurnaan itu dilakukan para ulama dan ahli di bidangnya, sedangkan Kementerian bertindak sebagai fasilitator. Penyempurnaan dan perbaikan tersebut meliputi aspek bahasa, konsistensi pilihan kata atau kalimat untuk lafal atau ayat tertentu, substansi yang berkenaan dengan makna dan kandungan ayat, dan aspek transliterasi, ujarnya. Pada terjemahan Kementerian Agama edisi perdana pada 1965, kata awliya pada QS Ali Imran 3: 28 dan QS Al-Nisa 4: 144 tidak diterjemahkan.
 
“Terjemahan QS An-Nisa 4: 144, misalnya, berbunyi, ‘Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir sebagai wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin’,” ucap Muchlis. Merujuk pada kata wali, dalam terjemahan pada masa itu diberi catatan kaki, bahwa wali merupakan kata jamak dari awliya, yang berarti teman yang akrab, juga berarti pelindung atau penolong.
 
Terkait dengan penyebutan Al-Quran palsu pada informasi yang beredar di media sosial, doktor tafsir Al-Quran lulusan Universitas Al-Azhar, Mesir, ini mengatakan terjemahan Al-Quran merupakan hasil pemahaman seorang penerjemah terhadap Al-Quran. Oleh karenanya, sebagian ulama berkeberatan dengan istilah terjemahan Al-Quran. Mereka lebih senang menyebutnya dengan terjemahan makna Al-Quran.
 
Munculnya polemik yang menyedot perhatian masyarakat dan berpotensi menimbulkan perdebatan, Kementerian Agama menyerahkan perkara itu kepada para ulama Al-Quran untuk kembali membahas dan mendiskusikannya. Muchlis menambahkan, saat ini tim yang terdiri atas para ulama Al-Quran dan ilmu-ilmu keislaman serta pakar bahasa Indonesia dari Badan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sedang bekerja menelaah terjemahan Al-Quran dari berbagai aspeknya.
 
Menurut Muchlis, terbitan terjemah Al-Quran dapat menjadi sarana bagi masyarakat untuk memahami isi kandungan ayat suci. Namun, ia mengingatkan, dalam memahami ayat-ayat Al-Quran, hendaknya tidak hanya mengandalkan terjemahan, tapi juga melalui penjelasan ulama dalam kitab-kitab tafsir dan lainnya.

 

Kesimpulan:
Klaim bahwa terdapat Alquran dengan terjemahan palsu adalah salah. Faktanya, Kementerian Agama telah memberikan klarifikasi.
 
Informasi ini masuk kategori hoaks jenis misleading content (konten menyesatkan). Misleading terjadi akibat sebuah konten dibentuk dengan nuansa pelintiran untuk menjelekkan seseorang maupun kelompok. Konten jenis ini dibuat secara sengaja dan diharap mampu menggiring opini sesuai dengan kehendak pembuat informasi.
 
Misleading content dibentuk dengan cara memanfaatkan informasi asli, seperti gambar, pernyataan resmi, atau statistik, akan tetapi diedit sedemikian rupa sehingga tidak memiliki hubungan dengan konteks aslinya.
 

[Cek Fakta] Beredar Alquran dengan Terjemahan Palsu? Ini Faktanya
 

Referensi:
https://nasional.tempo.co/read/814429/al-maidah-51-kemenag-awliya-diterjemahkan-sesuai-konteks?page_num=2
https://archive.md/rlO1A
 

*Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel cekfakta@medcom.id atau WA/SMS ke nomor 082113322016
 

 
(DHI)
LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif