Tangkapan layar informasi yang beredar di media sosial
Tangkapan layar informasi yang beredar di media sosial

Fakta atau Hoaks

[Cek Fakta] Vaksin Sinovac buat Anak-Anak belum Diujicoba? Ini Faktanya

Medcom Files Cek Fakta
M Rodhi Aulia • 29 Desember 2021 12:24
Beredar sevuah video dengan narasi bahwa vaksin Covid-19 Sinovac yang disuntikkan ke anak-anak di Indonesia belum diujicobakan. Video ini beredar di media sosial.
 
Adalah akun facebook Nabila Zaskiya yang turut mengunggah video dengan narasi tersebut, 23 Desember 2021. Berikut narasi selengkapnya:


"Fucksin sinovac yg di suntikkan ke anak-anak Indonesia ternyata sama sekali belum di uji coba.. (tentu ini sangat beresiko).
Satu-satunya negara didunia ini hanya Indonesia yg melakukan pemaksaan fucksinasi. Sangat memprihatinkan karena bertolak belakang dengan pernyataan dari WHO yg mengatakan tidak boleh ada pemaksaan. Tetapi mereka tidak peduli bahkan mengancam dengan berbagai cara. Seperti kehilangan pekerjaan dll.
Dengan pemaksaan seperti ini, banyak masyarakat yg menjadi curiga, ada apa dibalik fucksin...."


 
[Cek Fakta] Vaksin Sinovac buat Anak-Anak belum Diujicoba? Ini Faktanya

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


 

Benarkah demikian?
Penelusuran:
Dari penelusuran kami, klaim bahwa vaksin Sinovac buat ana-anak belum diujicobakan, adalah salah. Faktanya, vaksin Sinovac sudah diujicobakan sebelum disuntik ke anak-anak di Indonesia.
 
Pada 1 November 2021 lalu, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) menerbitkan izin darurat penggunaan atau emergency use authorization (EUA) penggunaan vaksin Sinovac untuk anak usia 6-11 tahun. Persetujuan itu diberikan atas pertimbangan hasil penilaian aspek efikasi dan keamanan.


"Hasil uji klinis fase 1 dan 2 dengan total subjek 550 anak menunjukkan vaksin dapat menginduksi antibodi," tulis Medcom.id dalam laporannya.


 
[Cek Fakta] Vaksin Sinovac buat Anak-Anak belum Diujicoba? Ini Faktanya
 

BPOM melaporkan persentase imunogenitas (respon tubuh pada vaksin) vaksin Sinovac bagi anak usia 6-11 tahun mencapai 96 persen. Sementara angka efikasinya sama dengan uji klinis sebelumnya, yaitu 65,3 persen.
 
Selain Indonesia, juga terdapat tiga negara lain yang menggunakan vaksin Sinovac untuk anak di bahwa 12 tahun yakni Tiongkok, Kamboja dan Chile. Masing-masing negara memberikan batas umur minimal berbeda.
 
Tiongkok memberikan izin vaksin untuk anak tiga tahun ke atas sejak Juni 2021. Kamboja memberikan vaksin mulai dari usia lima tahun ke atas dan Chile mulai dari enam tahun ke atas.
 

[Cek Fakta] Vaksin Sinovac buat Anak-Anak belum Diujicoba? Ini Faktanya
 

Kesimpulan:
Klaim bahwa vaksin Sinovac buat ana-anak belum diujicobakan, adalah salah. Faktanya, vaksin Sinovac sudah diujicobakan sebelum disuntik ke anak-anak di Indonesia.
 
Informasi ini masuk kategori hoaks jenis misleading content (konten menyesatkan). Misleading terjadi akibat sebuah konten dibentuk dengan nuansa pelintiran untuk menjelekkan seseorang maupun kelompok. Konten jenis ini dibuat secara sengaja dan diharap mampu menggiring opini sesuai dengan kehendak pembuat informasi.
 
Misleading content dibentuk dengan cara memanfaatkan informasi asli, seperti gambar, pernyataan resmi, atau statistik, akan tetapi diedit sedemikian rupa sehingga tidak memiliki hubungan dengan konteks aslinya.
 

[Cek Fakta] Vaksin Sinovac buat Anak-Anak belum Diujicoba? Ini Faktanya
 

Referensi:
https://www.medcom.id/nasional/peristiwa/VNnoqdvb-kabar-gembira-bpom-izinkan-vaksin-sinovac-untuk-usia-6-11-tahun
https://www.cnnindonesia.com/internasional/20211101140831-113-715029/3-negara-selain-ri-gunakan-sinovac-untuk-vaksin-anak
https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=116184010910961&id=100075580877232
https://www.facebook.com/100075580877232/videos/951744449104443
 

*Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel cekfakta@medcom.id atau WA/SMS ke nomor 082113322016
 


 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

(DHI)
LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan