Tangkapan layar unggahan hoaks di media sosial
Tangkapan layar unggahan hoaks di media sosial

[Fakta atau Hoaks]

[Cek Fakta] Kalimat Tauhid di Bendera Arab Saudi akan Dihilangkan? Cek Dulu Faktanya

Medcom Files arab saudi hoax Cek Fakta Mohammed Bin Salman kabar hoaks
Wanda Indana • 19 April 2022 15:54
Beredar narasi di media sosial yang menyebut Pangeran Mohammed bin Salman telah mengajukan amandemen untuk menghilangkan kalimat syahadat dari bendera Arab Saudi.
 
Akun Instagram dengan nama pengguna @haluanmedia mengunggah narasi tersebut pada 6 Februari 2022. Disebutkan,bendera Arab Saudi selama ini identik dengan agama Islam, karena menggunakan warna hijau dan bertuliskan kalimat syahadat.
 
Berikut penggalan narasinya:

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


 
“Reformasi terus digulirkan putra mahkota Kerajaan Saudi Arabia (KSA), Pangeran Mohammed bin Salman (MBS). Salah satunya, ingin mengganti bendera negaranya agar lebih menonjolkan identitas nasional. Kalimat syahadat yang ada di bendera itu, rencananya akan dihilangkan. Pasalnya, bendera tersebut selama ini identik dengan agama Islam, karena menggunakan warna hijau dan bertuliskan kalimat syahadat."
 
Benarkah narasi tersebut? Berikut cek faktanya.
 

[Cek Fakta] Kalimat Tauhid di Bendera Arab Saudi akan Dihilangkan? Cek Dulu Faktanya
 

Penelusuran:
Dari hasil penelusuran, klaim bahwaPangeran Mohammed bin Salmanmengajukan amandemen untuk menghilangkan kalimat syahadat dari bendera Arab Saudi adalah salah. Faktanya, amandemen yang diajukan terkaitsistem pengibaran bendera negara bukan mengubah bendera.
 
Dilansir Gulfnews.com,Dewan Syura Saudibaru-baru ini menyetujui rancangan amandemen terkait pengibaran bendera.Anggota Syura Saad Al Otaibi, yang mengajukan rancangan tersebut, mengatakan amandemen tersebut bertujuan untuk melindungi bendera dan lagu kebangsaan dari "perusakan, perusakan, dan perubahan".
 
Peraturan yang diusulkan termasuk menentukan tempat dan waktu pengibaran bendera, katanya kepada televisi milik Saudi Al Arabiya.

“Mereka juga menentukan spesifikasi lambang negara dan lagu kebangsaan dan kapan harus dimainkan,” tambahnya.


“Swasta berhak mengibarkan bendera negara setelah mendapat izin yang menetapkan peraturan, bentuk dan ukuran bendera sehingga semua bendera yang digunakan oleh swasta harus mematuhi peraturan tertentu,” kata Al Otaibi.
 
Dia mencatat bahwa hukum dasar pemerintahan kerajaan, yang dilembagakan 50 tahun lalu, tidak memasukkan aturan khusus untuk lagu kebangsaan. “Sekarang peraturan sudah ditetapkan,” kata Al Otaibi.
 
Pula, dilansir media pemerintah Arab Saudi, Saudi Press Agency, perubahan ini dilakukan untuk melindungi bendera negara dan lagu kebangsaan dari kerusakan, perubahan, dan penghinaan.
 
"Ketua Dewan Syura, Sheikh Dr. Abdullah bin Muhammad bin Ibrahim Al-Sheikh mengatakan pihaknyamemberikan suara dalam sidangnya untuk menyetujui rancangan amandemen sistem bendera yang dikeluarkan oleh Keputusan Kerajaan No. (M/3) tanggal 10/2/1393 AH;" tulisSaudi Press Agency.
 

Kesimpulan:
Klaim bahwaPangeran Mohammed bin Salmanmengajukan amandemen untuk menghilangkan kalimat syahadat dari bendera Arab Saudi adalah salah. Faktanya, amandemen yang diajukan terkaitsistem pengibaran bendera negara bukan mengubah bendera.
 
Informasi ini masuk kategori hoaks jenis misleading content (konten menyesatkan). Misleading terjadi akibat sebuah konten dibentuk dengan nuansa pelintiran untuk menjelekkan seseorang maupun kelompok. Konten jenis ini dibuat secara sengaja dan diharap mampu menggiring opini sesuai dengan kehendak pembuat informasi.
 
Misleading content dibentuk dengan cara memanfaatkan informasi asli, seperti gambar, pernyataan resmi, atau statistik, akan tetapi diedit sedemikian rupa sehingga tidak memiliki hubungan dengan konteks aslinya.
 

[Cek Fakta] Kalimat Tauhid di Bendera Arab Saudi akan Dihilangkan? Cek Dulu Faktanya
 

Referensi:
-https://www.spa.gov.sa/viewstory.php?lang=en&newsid=2325507
-https://gulfnews.com/world/gulf/saudi/no-changes-to-the-saudi-flag-and-national-anthem-1.1643907408755
 

*Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel cekfakta@medcom.id atau WA/SMS ke nomor 082113322016
 
Kami saat ini mengadakan survei/kuesionerbertujuan memahami perilaku dan preferensi audiens terkait konten cek fakta dari media/pers di Indonesia. Anda bisa mengisi survei melalui tautan link di bawah ini. Data Anda akan dijamin kerahasiaannya dan hanya akan digunakan guna keperluan penelitian.
 
Link survei:https://tinyurl.com/survei-audiens-cekfakta

 

 
(WAN)
LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif