Tangkapan layar informasi yang beredar di WhatsApp
Tangkapan layar informasi yang beredar di WhatsApp

Fakta atau Hoaks

[Cek Fakta] Bocoran Rapat Istana Covid-19 Sengaja Dimainkan untuk Habisi Pribumi? Ini Faktanya

Medcom Files Cek Fakta
M Rodhi Aulia • 12 Juli 2021 11:24
Beredar sebuah narasi bahwa Covid-19 tidak ada, namun sengaja dimainkan untuk menakut-nakuti dan mengontrol pribumi. Narasi ini kami temukan beredar di WhatsApp, baru-baru ini.
 
Narasi ini merupakan bocoran dari hasil rapat yang digelar kalangan istana. Permainan ini merupakan kerjasama rezim dan Partai Komunis Tiongkok.
 
Berikut narasi selengkapnya:

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


 
"COPAS
viralll kan... ke pribumi lainnya BOCORAN VALID A1 DARI B**
(rapat.kalangan istana)
 
COVID19 ITU TIDAK ADA
NAMUN SENGAJA DIMAINKAN UNTUK MENAKUT-NAKUTI DAN KONTROL PRIBUMI
 
KERJA SAMA REZIM & CHINA PKC UNTUK SEGERA HABISI PRIBUMI
DENGAN VAKSIN & SENJATA
 
- VAKSIN
Arahkan dgn jalan apapun supaya bisa di Vaksin
 
- SENJATA
Nantinya dibantu Tentara Merah PKC menyamar Brimob membantai pribumi
Informasi. Skrg pengadaan Amunisi Pindad (peluru) besar 2an. Alasan untuk latihan
 
TUJUAN
Menguasai properti Pribumi
Memasukkan emigran China Tiongkok
Melanggengkan kekuasaan Rezim Pki
 
Semoga Alloh SWT melindungi segenap bangsa Indonesia. Aamiin yra
 
DUMM."
 

[Cek Fakta] Bocoran Rapat Istana Covid-19 Sengaja Dimainkan untuk Habisi Pribumi? Ini Faktanya

 

Benarkah demikian?
 

Penelusuran:
Dari penelusuran kami, klaim bahwa Covid-19 merupakan permainan rezim dan komunis Tiongkok untuk menakuti-nakuti hingga menghabisi pribumi, adalah salah. Faktanya, Covid-19 merupakan permasalahan hampir semua negara dan wilayah di permukaan bumi.
 
Hingga 12 Juli 2021 pukul 10.21 waktu, total kasus positif Covid-19 di seluruh dunia sebanyak 186.753.958. Amerika Serikat merupakan negara dengan kasus terbanyak, yakni 33.853.809.
 

[Cek Fakta] Bocoran Rapat Istana Covid-19 Sengaja Dimainkan untuk Habisi Pribumi? Ini Faktanya
 

Sebanyak 48,52 persen atau 159.266.536 warga Amerika telah divaksinasi sepenuhnya.
 

[Cek Fakta] Bocoran Rapat Istana Covid-19 Sengaja Dimainkan untuk Habisi Pribumi? Ini Faktanya
 

Kemudian, India di posisi kedua sebagai negara dengan kasus terbanyak, yakni 30.837.222 kasus dan 5,33 persen dari total penduduk telah divaksinasi sepenuhnya.
 

[Cek Fakta] Bocoran Rapat Istana Covid-19 Sengaja Dimainkan untuk Habisi Pribumi? Ini Faktanya
 

Adapun Indonesia berada di urutan ke-16, berdasarkan data yang dihimpun Johns Hopkins. Indonesia memiliki 2.527.203 kasus positif dan sebanyak 5,53 persen dari total penduduk telah divaksinasi sepenuhnya.
 

[Cek Fakta] Bocoran Rapat Istana Covid-19 Sengaja Dimainkan untuk Habisi Pribumi? Ini Faktanya
 

Dari sini dapat dipastikan, Covid-19 bukan persoalan Indonesia. Hampir semua negara yang terkena Covid-19 sedang gencar melakukan vaksinasi untuk warganya.
 

Kesimpulan:
Klaim bahwa Covid-19 merupakan permainan rezim dan komunis Tiongkok untuk menakuti-nakuti hingga menghabisi pribumi, adalah salah. Faktanya, Covid-19 merupakan permasalahan hampir semua negara dan wilayah di permukaan bumi.
 
Informasi ini masuk kategori hoaks jenis misleading content (konten menyesatkan). Misleading terjadi akibat sebuah konten dibentuk dengan nuansa pelintiran untuk menjelekkan seseorang maupun kelompok. Konten jenis ini dibuat secara sengaja dan diharap mampu menggiring opini sesuai dengan kehendak pembuat informasi.
 
Misleading content dibentuk dengan cara memanfaatkan informasi asli, seperti gambar, pernyataan resmi, atau statistik, akan tetapi diedit sedemikian rupa sehingga tidak memiliki hubungan dengan konteks aslinya.
 

[Cek Fakta] Bocoran Rapat Istana Covid-19 Sengaja Dimainkan untuk Habisi Pribumi? Ini Faktanya
 

Referensi:
https://coronavirus.jhu.edu/region/indonesia
https://coronavirus.jhu.edu/region/united-states
https://coronavirus.jhu.edu/region/india
https://coronavirus.jhu.edu/map.html
 

*Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel cekfakta@medcom.id atau WA/SMS ke nomor 082113322016
 

 
(DHI)
LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif