Foto tangkapan layar informasi yang beredar di grup WhatsApp
Foto tangkapan layar informasi yang beredar di grup WhatsApp

Fakta atau Hoaks

[Cek Fakta] Indonesia akan Susul Malaysia Berlakukan Microchip, tanpa Vaksin tak Bisa Ambil Uang di ATM Jebakan Dajal? Ini Faktanya

Medcom Files Cek Fakta
M Rodhi Aulia • 23 Juni 2022 13:23
Beredar sebuah video dengan narasi bahwa Indonesia akan menyusul Malaysia yang akan memberlakukan microchip pada 2025 dan imbasnya tanpa vaksin, tidak bisa mengambil uang dari ATM. Video ini beredar di grup WhatsApp, baru-baru ini.
 
Berikut narasi selengkapnya:


"MALAYSIA 2025 sudah di berlakukan....INDONESIA akan menyusul...nda be Vaksen nda bisa ambil Uang ATM...Gillla juga nieh Jebakan DAJJAL."


[Cek Fakta] Indonesia akan Susul Malaysia Berlakukan Microchip, tanpa Vaksin tak Bisa Ambil Uang di ATM Jebakan Dajal? Ini Faktanya
 

Benarkah demikian?

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


 

Penelusuran:
Dari penelusuran kami, klaim bahwa Indonesia akan menyusul Malaysia yang akan memberlakukan microchip pada 2025 dan imbasnya tanpa vaksin, tidak berdasar. Faktanya, tidak ada informasi resmi dan valid mengenai hal itu. Di sisi lain, terdapat narasi senada yang beredar pada pertengahan 2021. Kala itu, vaksin menjadi salah satu syarat bertransaksi di perbankan.
 
Deputi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah M. Firdaus Muttaqin membantah narasi tersebut. Pihaknya menegaskan kecil kemungkinan adanya syarat vaksin dalam bertransaksi perbankan.


"Bank Indonesia kemungkinan besar belum mensyaratkan vaksin dalam bertransaksi perbankan," kata Firdaus seperti dimuat Medcom.id, 6 Agustus 2021.

[Cek Fakta] Indonesia akan Susul Malaysia Berlakukan Microchip, tanpa Vaksin tak Bisa Ambil Uang di ATM Jebakan Dajal? Ini Faktanya
 

Walletmor, perusahaan Inggris-Polandia merupakan perusahaan pertama yang menawarkan penanaman microchip kepada khalayak umum. Setidaknya mereka sudah menjual 500 unit.
 
Microchip yang ditanamkan ke bagian tubuh manusia ini bisa digunakan untuk berbagai transaksi. Di antaranya sebagai alat pembayaran.


"Implan tersebut bisa dipakai untuk membayar minuman di Rio de Janeiro, kopi di New York, pangkas rambut di Paris---atau di toko kelontong dekat rumah Anda. Ini bisa digunakan di manapun pembayaran nirkontak diterima," kata pendiri sekaligus direktur eksekutif Walletmor, Wojtek Paprota seperti dikutip BBC, 12 April 2022.


Paprota menjelaskan chip mereka memiliki bobot kurang dari satu gram dan sedikit lebih besar dari sebutir beras, terdiri dari sebuah microchip kecil dan sebuah antena yang disatukan menggunakan biopolymer—sebuah bahan mirip plastik. Paprota mengklaim chip mereka aman.


"Bagi kebanyakan orang, menanam chip di dalam tubuh adalah perbuatan mengerikan dan tidak bisa diterima. Namun, dalam sebuah survei pada 2021 terhadap lebih dari 4.000 orang di Inggris dan Uni Eropa menemukan bahwa sebanyak 51% responden akan mempertimbangkan untuk memakainya," demikian sebagaimana tertulis dalam laporan BBC.


[Cek Fakta] Indonesia akan Susul Malaysia Berlakukan Microchip, tanpa Vaksin tak Bisa Ambil Uang di ATM Jebakan Dajal? Ini Faktanya
 

Kesimpulan:
Klaim bahwa Indonesia akan menyusul Malaysia yang akan memberlakukan microchip pada 2025 dan imbasnya tanpa vaksin, tidak berdasar. Faktanya, tidak ada informasi resmi dan valid mengenai hal itu.
 
Informasi ini masuk kategori hoaks jenis fabricated content (konten palsu). Fabricated content terbilang menjadi jenis konten palsu yang paling berbahaya. Konten ini dibentuk dengan kandungan 100% tidak bisa dipertanggung-jawabkan secara fakta. Biasanya, fabricated content berupa informasi lowongan kerja palsu dan lain-lain.
 

[Cek Fakta] Indonesia akan Susul Malaysia Berlakukan Microchip, tanpa Vaksin tak Bisa Ambil Uang di ATM Jebakan Dajal? Ini Faktanya
 

Referensi:
https://www.medcom.id/ekonomi/keuangan/lKYrPVVN-bi-belum-ada-wacana-syarat-vaksin-saat-transaksi-di-bank
https://www.bbc.com/indonesia/majalah-61069100
 

*Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel cekfakta@medcom.id atau WA/SMS ke nomor 082113322016
 

 
(DHI)
LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif