Adalah akun facebook Dewi yang turut mengunggah video dengan narasi tersebut, 22 Mei 2021. Berikut narasi selengkapnya:
"Di Solo polisi pake nembak2 bubarkan aksi Bela Palistina. Karena Gibran ancam akan copot semua pimpinan kepolisian di Solo jika selama ia jadi walikota ada aksi demo. Gibran haramkan aksi demo apapun di Solo. ?????? *Jika bnr info ini maka Gibran bayi wingi sore sdh langgar UU mosok polisi kalah ?? Siapapun langgar UU hrs dibasmi tanpa kecuali. Unjuknrasa dijamin UU bhkn UUD45.*
*Basmi pelanggar UU Jangan ragu dan bimbang !!!*."
Unggahan ini ramai direspons warganet. Terdiri dari 132 emotikon, 53 komentar dan 87 kali dibagikan.
Penelusuran:
Dari penelusuran kami, klaim bahwa aparat kepolisian membubarkan aksi bela Palestina di Solo, Jawa Tengah dengan menggunakan tembakan, adalah salah. Faktanya, informasi ini telah dibantah aparat berwenang.
Kapolres Kota Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak menegaskan tidak ada tembakan dalam pembubaran aksi bela Palestina yang berlangsung beberapa waktu lalu. Ia menegaskan
"Tidak ada penembakan dalam pembubaran kerumunan melanggar prokes kemarin. Mau tembakan ke atas dan seterusnya, semuanya tidak ada tembakan," kata Ade seperti dilansir Kompas.com, 23 Mei 2021.
![[Cek Fakta] Benarkah Polisi Bubarkan Aksi Bela Palestina di Solo dengan Tembakan? Ini Faktanya](https://cdn.medcom.id/images/library/images/Screen%20Shot%202021-05-24%20at%2010_16_40.png)
Sementara suara yang terdengar seperti tembakan, itu berasal dari aksi petugas dalam membubarkan kerumunan. Pihak kepolisian memukul tameng atau shield yang mereka bawa sehingga menimbulkan suara seperti tembakan.
"Suara itu terdengar beberapa kali berdasarkaan rekaman video yang beredar. Menurut pengamatan Solopos.com di lokasi, suara itu bukan tembakan melainkan suara petugas kepolisian memukul tameng atau shield yang mereka bawa," tulis Solopos.com dalam laporannya, Jumat 21 Mei 2021.
![[Cek Fakta] Benarkah Polisi Bubarkan Aksi Bela Palestina di Solo dengan Tembakan? Ini Faktanya](https://cdn.medcom.id/images/library/images/Screen%20Shot%202021-05-24%20at%2010_16_52.png)
Dilansir Medcom.id, aksi bela Palestina berlangsung dii Bundaran Gladag, Solo,pada Jumat, 21 Mei 2021. Pada sorenya, aksi itu dibubarkan lantaran dinilai melanggar protokol kesehatan.
"Korlap aksi tidak mampu memenuhi itu, karena prokes covid banyak diabaikan. Dan kerumunan begitu ketat, sehingga dikhawatirkan akan kurang baik,di situasi pandemi ini. Jadi harus secepatnya dibubarkan, karena keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi," kata Ade seperti dilansir Medcom.id, Jumat 21 Mei 2021.
![[Cek Fakta] Benarkah Polisi Bubarkan Aksi Bela Palestina di Solo dengan Tembakan? Ini Faktanya](https://cdn.medcom.id/images/library/images/Screen%20Shot%202021-05-24%20at%2010_17_15.png)
Kesimpulan:
Klaim bahwa aparat kepolisian membubarkan aksi bela Palestina di Solo, Jawa Tengah dengan menggunakan tembakan, adalah salah. Faktanya, informasi ini telah dibantah aparat berwenang.
Informasi ini masuk kategori hoaks jenis misleading content (konten menyesatkan). Misleading terjadi akibat sebuah konten dibentuk dengan nuansa pelintiran untuk menjelekkan seseorang maupun kelompok. Konten jenis ini dibuat secara sengaja dan diharap mampu menggiring opini sesuai dengan kehendak pembuat informasi.
Misleading content dibentuk dengan cara memanfaatkan informasi asli, seperti gambar, pernyataan resmi, atau statistik, akan tetapi diedit sedemikian rupa sehingga tidak memiliki hubungan dengan konteks aslinya.
Referensi:
https://www.kompas.com/tren/berita/144500165--hoaks-polisi-gunakan-tembakan-saat-bubarkan-aksi-bela-palestina?page=all
https://www.solopos.com/terdengar-letusan-mirip-tembakan-saat-polisi-bubarkan-demo-palestina-di-solo-ternyata-1126737
https://www.medcom.id/foto/news/9K5QdV0K-langgar-prokes-aksi-peduli-palestina-di-surakarta-dibubarkan-polisi
https://archive.md/FE2m8
Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel cekfakta@medcom.id atau WA/SMS ke nomor 082113322016
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News