Tangkapan layar pemberitaan palsu melalui media sosial. Foto: Facebook
Tangkapan layar pemberitaan palsu melalui media sosial. Foto: Facebook

[Fakta atau Hoaks]

[Cek Fakta] Viral Foto Nasi Kodok Bergambar Presiden Jokowi Hoaks, Ini Faktanya

Medcom Files Cek Fakta
Wanda Indana • 01 Mei 2020 19:00
Akun Facebook Egoo Andala viral di media sosial. Pemilik akun mengunggah foto bungkus nasi yang terdapat gambar Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan tulisan “Nasi Kodok” pada Kamis, 30 April 2020.
 
Hingga saat ini, unggahan tersebut sudah direspon sebanyak 914 kali, mendapat 3,3 ribu komentar dan 330 kali dibagikan. Pemilik akun juga menambahkan keterangan pada foto bertuliskan:
 
"Sampah tetap lah sampah meskipun berada di istana"

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


 

[Cek Fakta] Viral Foto Nasi Kodok Bergambar Presiden Jokowi Hoaks, Ini Faktanya
Penelusuran:
Dari hasil penelusuran, klaim pada foto bahwa adanya foto bungkus nasi bergambar Presiden Jokowi dan bertuliskan "Nasi Kodok" adalah salah. Foto yang beredar adalah hasil suntingan.
 
Foto bungkus yang disebar akun Egoo Andala diambil dari sampul artikel berita Tribunnews.com berjudul “Penelitian Buktikan Kertas Nasi Berbahaya untuk Kesehatan, Kandungan Bahan Kimianya Bisa Picu Kanker” dimuat pada Kamis, 5 Desember 2019. Tribunnews memberikan keterangan foto tersebut berasal dari Sabangplas.com.
 

[Cek Fakta] Viral Foto Nasi Kodok Bergambar Presiden Jokowi Hoaks, Ini Faktanya
 

Lalu foto Presiden Jokowi pada bungkus nasi yang diunggah akun Egoo Andala, pernah muncul pada Jumat, 21 Maret 2014 di laman Kaskus.co.id dan situs konfrontasi.com melalui artikel berjudul "Jokowi Belum 'Berantem' Sudah 'Mewek' Duluan" pada Rabu, 8 Aug 2018.
 

[Cek Fakta] Viral Foto Nasi Kodok Bergambar Presiden Jokowi Hoaks, Ini Faktanya
 

Kesimpulan:
klaim pada foto bahwa adanya foto nasi bungkus bergambar Presiden Jokowi adalah salah. Foto yang beredar adalah hasil suntingan.
 
Informasi tersebut masuk dalam kategori hoaks jenis misleading content (konten menyesatkan). Misleading terjadi akibat sebuah konten dibentuk dengan nuansa pelintiran untuk menjelekkan seseorang maupun kelompok. Konten jenis ini dibuat secara sengaja dan diharap mampu menggiring opini sesuai dengan kehendak pembuat informasi.
 
Misleading content dibentuk dengan cara memanfaatkan informasi asli, seperti gambar, pernyataan resmi, atau statistik, akan tetapi diedit sedemikian rupa sehingga tidak memiliki hubungan dengan konteks aslinya.
 

Referensi:
https://pontianak.tribunnews.com/2019/12/05/penelitian-buktikan-kertas-nasi-berbahaya-untuk-kesehatan-kandungan-bahan-kimianya-bisa-picu-kanker?fbclid=IwAR0hMagJhTYA4ezBddXpDXIqfEoyDVcKEkH7xO_sbCtaG9U06U1gpQ8ir2U
https://www.konfrontasi.com/content/tokoh/jokowi-belum-berantem-sudah-mewek-duluan
 

*Jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks dan memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta dapat melaporkan kepada kami melalui surel cekfakta@medcom.id
 

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

(WAN)
LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan