Akun Facebook Abraham Lincon membagikan video itu pada Minggu, 25 Juli 2021. Pada video, terdengar suara diduga suara perekam video yang mengatakan jenazah tersebut ditelantarkan.
"Ini ada mayit (mayat) Covid-19 di jalan, enggak ada yang angkat, ini di Jember. Lihat ini, bukti nyata Covid-19 kalau masih enggak percaya," ujar seseorang dalam video.
Pula, akun itu menambahkan narasi pada unggahan videonya. Berikut narasinya:
"COVID 19 memakan korban lagi
Tanpa ada perhatian dari warga sekitar dan pemerintah
Tergeletak di jalan sultan agung
Sebelah toko rien collection (korban tetangga orang nomor satu jember)
Penanganan yang sangat sangat diluar nalar
Mana solusi dari pemerintahan daerah
Wes wayahe amburadul
Wes wayahe bergelimpangan jenazah
Jember bangkit dari kubur"
Penelusuran:
Dari hasil penelsuuran, klaim pada video adanya penelantaran jenazah pasien Covid-19 di Jember adalah salah. Faktanya, informasi ini telah dibantah pihak kepolisan dan puskesmas setempat.
Kapolsek Kaliwates Kompol Edi Sudarto menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi pada Minggu, 25 Juli 2021. Dia menjelaskan ada kerusakan pada roda kereta pengusung jenazah.
"Saat sopir ambulans menurunkan jenazah, terjadi trouble di roda belakang kereta pengusung sehingga jenazah tetap berada di kereta pengusung yang ada di jalan aspal,” terang Edi seperti dilansir Kompas.com.
Saat kejadian itu sejumlah kerabat pasien juga hadir. ”Di sana juga ada keluarga, setelah kejadian itu langsung diangkat ke rumah duka,” tambah dia.
Pula, dilansir RRI, pihak Muspika Kaliwates bersama PKM Jember Kidul menyatakan tidak ada tindakan penelantaran jenazah pasien Covid 19 seperti informasi yang disampaikan dalam video, Hal itu sangat disesalkan karena membuat Video itu viral danembuat heboh masyarakat di Kabupaten Jember.
Kesimpulan:
Klaim pada video adanya penelantaran jenazah pasien Covid-19 di Jember adalah salah. Faktanya, informasi ini telah dibantah pihak kepolisan dan puskesmas setempat.
Informasi ini masuk kategori hoaks jenis false context (konteks keliru). False context adalah sebuah konten yang disajikan dengan narasi dan konteks yang salah. Biasanya, false context memuat pernyataan, foto, atau video peristiwa yang pernah terjadi pada suatu tempat, namun secara konteks yang ditulis tidak sesuai dengan fakta yang ada.
![[Cek Fakta] Beredar Video Jenazah Pasien Covid-19 Ditelantarkan di Pinggir Jalan? Begini Faktanya](https://cdn.medcom.id/images/library/images/WhatsApp%20Image%202020-08-07%20at%2018_30_14-3(119).jpeg)
Referensi:
1. https://regional.kompas.com/berita/140302178-cerita-di-balik-jenazah-diduga-pasien-covid-19-tergeletak-di-jalan-kota?page=2
2. https://rri.co.id/surabaya/sosial/1127829/cek-fakta-viral-video-ambulan-telantarkan-jenazah-covid-19-di-jember?utm_source=news_main&utm_medium=internal_link&utm_campaign=General%20Campaign
3. https://archive.md/XaU1A
*Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel cekfakta@medcom.id atau WA/SMS ke nomor 082113322016
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News