Akun Twitter @RedPill_Crusade turut membagikan kabar itu pada 13 Desember 2020. Akun itu juga membagi tautan link artikel dari sebuah blog berjudul"Head of Pfizer Research: Covid Vaccine is Female Sterilization" atau setelah diterjemahkan "Ketua Tim Peneliti Pfizer: Vaksin Covid-19 Dapat Menyebabkan Kemandulan bagi Perempuan".
Dalam artikel tersebut disebutkan vaksin covid-19 Pfizer diklaim mengandung bahan-bahan yang mampu membuat tubuh wanita menyerang protein penting dalam perkembangan plasenta. Klaim itu ditulis Dr Michael Yodon, pensiunan dokter Inggris dan mantan karyawan Pfizer.
Benarkah vaksin covid-19 Ffizer dapat membuat mandul pada perempuan? Berikut cek faktanya:
![[Cek Fakta] Benarkah Vaksin Covid-19 Pfizer Menyebabkan Kemandulan? Cek Faktanya](https://cdn.medcom.id/images/library/images/Screen%20Shot%202020-12-15%20at%2020_02_54(1).png)
![[Cek Fakta] Benarkah Vaksin Covid-19 Pfizer Menyebabkan Kemandulan? Cek Faktanya](https://cdn.medcom.id/images/library/images/Screen%20Shot%202020-12-15%20at%2020_02_54.png)
Penelusuran:
Dari hasil penelusuran, klaim bhawa vaksin covid-19 Ffizer-BioNTech dapat menyebabkan kemandulan pada perempuan adalah salah. Faktanya, tak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.
Dilansir situs periksa fakta politifact.com, Brent Stockwell, seorang profesor yang mempelajari jaringan penyakit dan ahli-biologi di Columbia University, mengatakan bahwa klaim bahwa vaksin covid-19 menyebabkan kemandulan adalah tidak benar. Pada artikel itu, Brent mengatakan, manusia memang memiliki protein yang disebut syncytin-1, yang penting dalam mengembangkan plasenta selama kehamilan.
Secara teoritis, respons imun terhadap protein ini dapat meningkatkan risiko kegagalan kehamilan. Tetapi jika klaim di postingan blog itu akurat, itu berarti wanita hamil yang tertular covid-19 juga akan menjadi tidak subur. Tidak ada peningkatan infertilitas atau keguguran yang diamati pada wanita dengan covid-19.
"Setiap petunjuk kemiripan antara syncytin-1 dan protein lonjakan SARS-CoV-2 (yang digunakan sebagai bagian dari vaksin) sangat jauh. Hampir tidak ada bagian dari dua protein yang bahkan samar-samar serupa, dan mereka jauh lebih berbeda daripada yang dibutuhkan untuk reaktivitas silang tanggapan kekebalan." katanya.
![[Cek Fakta] Benarkah Vaksin Covid-19 Pfizer Menyebabkan Kemandulan? Cek Faktanya](https://cdn.medcom.id/images/library/images/Screen%20Shot%202020-12-15%20at%2019_38_25.png)
Pula, dilansir cek fakta The Associated Press, sejumlah ahli juga menyanggah klaim yang beredar. Rebecca Dutch, ketua departemen biokimia molekuler dan seluler dari University of Kentucky, mengatakan dalam email bahwa meskipun syncytin-1 dan protein lonjakan memiliki beberapa fitur yang sama, detail yang dikenali oleh antibodi sangat berbeda. Selain fakta bahwa lonjakan protein dan syncytin-1covid-19 adalah protein fusi virus yang menyebabkan fusi membran, keduanya tidak terkait sama sekali, kata Dutch.
"Para ahli mengatakan tidak ada bukti bahwa vaksin Pfizer akan menghasilkan sterilisasi wanita." tulisa The Associated Press.
![[Cek Fakta] Benarkah Vaksin Covid-19 Pfizer Menyebabkan Kemandulan? Cek Faktanya](https://cdn.medcom.id/images/library/images/Screen%20Shot%202020-12-15%20at%2019_45_06.png)
Kesimpulan:
Dari hasil penelusuran, klaim bhawa vaksin covid-19 Ffizer-BioNTech dapat menyebabkan kemandulan pada perempuan adalah salah. Faktanya, tak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.
Informasi ini masuk kategori hoaks jenis Misleading Content (konten menyesatkan). Misleading terjadi akibat sebuah konten dibentuk dengan nuansa pelintiran untuk menjelekkan seseorang maupun kelompok. Konten jenis ini dibuat secara sengaja dan diharap mampu menggiring opini sesuai dengan kehendak pembuat informasi.
Misleading content dibentuk dengan cara memanfaatkan informasi asli, seperti gambar, pernyataan resmi, atau statistik, akan tetapi diedit sedemikian rupa sehingga tidak memiliki hubungan dengan konteks aslinya.
![[Cek Fakta] Benarkah Vaksin Covid-19 Pfizer Menyebabkan Kemandulan? Cek Faktanya](https://cdn.medcom.id/images/library/images/WhatsApp%20Image%202020-08-07%20at%2018_30_14-6(54).jpeg)
Referensi:
https://archive.md/9WFrt
https://www.politifact.com/factchecks/2020/dec/10/blog-posting/no-pfizers-head-research-didnt-say-covid-19-vaccin/
https://apnews.com/article/fact-checking-afs:Content:9856420671
*Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surelcekfakta@medcom.idatau WA/SMS ke nomor082113322016
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News