Tangkapan layar pemberitaan palsu di media sosial. Foto: WhatsApp
Tangkapan layar pemberitaan palsu di media sosial. Foto: WhatsApp

[Fakta atau Hoaks]

[Cek Fakta] Uap Air Panas Diklaim Bisa Matikan Virus Korona? Ini Faktanya

Medcom Files Cek Fakta
Wanda Indana • 12 Januari 2021 20:24
Menghirup uap air panas diklaim dapat membunuh virus korona baru atau covid-19. Informasi ini beredar melalui pesan berantai WhatsApp.
 
Pembaca Medcom.id mengadukan informasi ini pada Selasa, 12 Januari 2021. Pada pesan yang beredar disebutkan metode penyembuhan covid-19 dengan uap air panas berasal dari seorang dokter bernama Zambia. Berikut penggalan narasi yang beredar:
 
"*Pesan penting dan viralkan :*

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


 
Perspektif Dr. Zambia: Air panas yang Anda minum baik untuk tenggorokan Anda.
Namun virus corona ini tersembunyi di balik sinus paranasal hidung Anda selama 3 hingga 4 hari.
Air panas yang kami minum tidak sampai di sana.
Setelah 4 hingga 5 hari, virus yang tersembunyi di balik sinus paranasal ini mencapai paru-paru Anda.
Kemudian Anda kesulitan bernapas.
Itulah mengapa sangat penting untuk menghirup uap air panas, yang mencapai bagian belakang sinus paranasal Anda.
Anda harus membunuh virus di hidung dengan uap.
Pada suhu 50°C, virus ini menjadi lumpuh, lumpuh.
Pada suhu 60°C virus ini menjadi sangat lemah sehingga sistem kekebalan manusia mana pun dapat melawannya.
Pada suhu 70°C virus ini mati total.*

 
Benarkah menghirup uap air panas dapat membunuh covid-19? Berikut cek faktanya
 

[Cek Fakta] Uap Air Panas Diklaim Bisa Matikan Virus Korona? Ini Faktanya
 

 
Penjelasan:
Dari hasil penelusuran, klaim bahwa menghirup uap air panas dapat membunuh covid-19 adalah salah. Faktanya, informasi ini dibantah para ahli.
 
Dilansir AFP, Asisten Profesor Klinis di Departemen Perawatan Primer dan Population Health di Texas A&M University, Dr. Jason McKnight mengatakan, seseorang yang menghirup uap air panas malah berpotensi mengalami kerusakan pada wajah seperti luka bakar, termasuk pada mata dan saluran pernapasan.
 
"Secara umum, orang mungkin menemukan bahwa menghirup uap untuk segala jenis penyakit pernapasan dapat membantu gejala mereka, seperti batuk, hidung tersumbat, dan dada tersumbat. Namun, ini hanya meredakan gejala dan bukan pengobatan untuk infeksi virus apa pun, ”katanya.
 
Pakar virus korona yang mengetuai departemen Ilmu Biologi di Texas A&M University-Texarkana, Dr. Benjamin Neuman mengatakan uap panas dapat dan memang merusak paru-paru, dan gagasan bahwa uap panas dapat melawan virus yang juga merusak paru-paru adalah nasihat yang sangat buruk, ”katanya melalui email.
 
Dan Dr. Karine Le Roch - seorang profesor biologi sel di University of California, Riverside - berkata: "Saya benar-benar tidak berpikir bahwa menghirup uap akan mengobati atau menyembuhkan infeksi."
 
Menghirup uap juga bukan rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam nasihat kepada masyarakat tentang virus, terapi ini juga tidak ditemukan apda situs Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) tentang bagaimana untuk melindungi terhadap virus.
 

[Cek Fakta] Uap Air Panas Diklaim Bisa Matikan Virus Korona? Ini Faktanya
 

Pula, disitat dariKompas.com, Dokter spesialis paru dr. Eva Sri Diana, SpP mengatakan terapi semacam itu tidak bisa membunuh virus, karena virus hanya bisa dibunuh menggunakan ativirus dibantu dengan kekuatan imun tubuh.
 
"Wah jangan percaya ini. Ini terapi tradisional untuk pasien sinusitis. Virus hanya mati dengan antivirus dibantu dengan imun tubuh terutama," jawab Eva saat dihubungi Selasa, 31 Maret 2020.
 

Kesimpulan:
Dari hasil penelusuran, klaim bahwa menghirup uap air panas dapat membunuh covid-19 adalah salah. Faktanya, informasi ini dibantah para ahli.
 

Referensi:
https://www.kompas.com/tren/berita/180000865-hoaks-hirup-uap-panas-bisa-matikan-virus-corona?page=2
 

*Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel cekfakta@medcom.id atau WA/SMS ke nomor 082113322016
 
Anda juga bisa bergabung di dalam Hoax Buster Medcom.id, sebuah komunitas yang fokus dalam misi memberantas hoaks. Ada sesuatu dari tim kami untuk kamu yang aktif dalam misi ini. Cara pendaftarannya mudah, tinggal klik link berikut ini: https://bit.ly/2H42ayb

 

 
(WAN)
LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif