Tangkapan layar pemberitaan palsu di media sosial. Foto: Facebook
Tangkapan layar pemberitaan palsu di media sosial. Foto: Facebook

[Fakta atau Hoaks]

[Cek Fakta] Beredar Foto Kuitansi Utang Soekarno kepada Pengusaha Aceh? Ini Faktanya

Medcom Files Cek Fakta Soekarno hoax kabar hoaks
Wanda Indana • 28 Juni 2022 14:14
uuBeredar foto kuitansi yang diklaim sebagai bukti Presiden Soekarno berhutang 400 kg emas kepada seorang pengusaha Aceh yang diterbitkan oleh Bank Negara Indonesia tahun 1941. Foto itu beredar di media sosial.
 
Akun twitter ini membagikan foto tersebut pada13 Juni 2022. Pada unggahannya, akun tersebut menambahkan cuitan dengan narasi sebagai berikut:
 
"BUKTI KWITANSI PRESIDEN INDONESIA SOEKARNO BERHUTANG 400 Kg EMAS PADA SEORANG PENGUSAHA (LEUBE ALI) REMPELAM, RAKIT GAIB, GAYO LUES MELALUI ANGGOTA BPUPKI PADA TAHUN (1941) DI TAKENGON ACEH TENGAH.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


 
Bila orang tua telah tiada, maka hutang duniawi tanggung jwb ahliwaris."
Benarkah? Berikut cek faktanya.
 
[Cek Fakta] Beredar Foto Kuitansi Utang Soekarno kepada Pengusaha Aceh? Ini Faktanya
 
Penelusuran:
Dari hasil penelusuran, klaim pada foto yang beredar bahwa adanya kuitansi yang membuktikan Presiden Soekarno berhutang 400 kg emas kepada seorang pengusaha Aceh yang diterbitkan BNI pada 1941 adalah salah. Faktanya, BNI baru berdiri tahun 1946 dan di tahun 1941, Soekarno masih dalam diasingkan oleh Belanda di Bengkulu.
 
Foto serupa pernah dimuatserambinews.com artikel berjudul “Iwan Gayo Buru 400 Kg Emas yang Dipinjam Soekarno dari Saudagar Aceh, Ini Bukti Cek Dikeluarkan BNI”. Pada artikel itu dijelaskan kuitansi tersebut bukti utang Soekarno tahun 1941 tidak benar.
 
Pula, seperti dilansir pada laman resmi BNI, bank tersebut berdiri pada 5 Juli 1946 menjadi bank pertama milik negara yang berfungsi sebagai bank sentral dan bank umum. Lalu, pada 1941 saat Belanda masih menjajah Indonesia, Indonesia masih bernama “Hindia Belanda” atau Nederlandsch Indie. Di tahun yang sama, Soekarno juga masih dalam masa pengasingan di Bengkulu sejak tahun 1938 sampai tahun 1942 karena pemikirannya dianggap membahayakan Belanda.
 
BPUPKI atau Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan baru dibentuk oleh Jepang pada 29 April 1945 dan diketuai oleh Dr. KRT Radjiman Wedyodiningrat.
 
Kesimpulan:
Klaim pada foto yang beredar bahwa adanya kuitansi yang membuktikanPresiden Soekarno berhutang 400 kg emas kepada seorang pengusaha Aceh yang diterbitkan BNI pada 1941 adalah salah. Faktanya, BNIbaru berdiri tahun 1946 dan di tahun 1941 Soekarno masih dalam diasingkan oleh Belanda di Bengkulu.
 
Informasi ini masuk kategori hoaks jenis misleading content (konten menyesatkan). Misleading terjadi akibat sebuah konten dibentuk dengan nuansa pelintiran untuk menjelekkan seseorang maupun kelompok. Konten jenis ini dibuat secara sengaja dan diharap mampu menggiring opini sesuai dengan kehendak pembuat informasi.
 
Misleading content dibentuk dengan cara memanfaatkan informasi asli, seperti gambar, pernyataan resmi, atau statistik, akan tetapi diedit sedemikian rupa sehingga tidak memiliki hubungan dengan konteks aslinya.
 
[Cek Fakta] Beredar Foto Kuitansi Utang Soekarno kepada Pengusaha Aceh? Ini Faktanya
 
Referensi:
-https://aceh.tribunnews.com/2020/09/08/iwan-gayo-buru-400-kg-emas-yang-dipinjam-soekarno-dari-saudagar-aceh-ini-bukti-cek-dikeluarkan-bni
-https://www.bni.co.id/id-id/perusahaan/tentangbni/sejarah
 
*Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel cekfakta@medcom.id atau WA/SMS ke nomor 082113322016

 
(WAN)
LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif