Tangkapan layar pemberitaan palsu di media sosial. Foto: Facebook
Tangkapan layar pemberitaan palsu di media sosial. Foto: Facebook

[Fakta atau Hoaks]

[Cek Fakta] Angka Kasus Positif Covid-19 Sengaja Dinaikkan Pemerintah Menjelang Iduladha? Cek Faktanya

Medcom Files Cek Fakta kasus covid-19 naik Idul Adha hoax kabar hoaks
Wanda Indana • 30 Juni 2022 18:05
Beredar kabar yang menyebutkan pemerintah sengaja menaikkan angka kasus konfirmasi positif covid-19 di Indonesia menjelang hari raya Iduladha. Kabar ini beredar di media sosial.
 
Akun Facebook ini ikut membagikan klaim tersebut pada Minggu, 19 Juni 2022. Akun itu mengunggah foto pemberitaan televisi tentang kenaikan kasus aktif covid-19. Pada unggahannya, akun itu menyertakan narasi sebagai berikut:
 
"Bodo amat.....
Biasa mao lebaran haji (Idul Adha), covid 19 naek lgi..."

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


 
Akun ini juga turut mengunggah klaim serupa. Ia mengunggah artikel daring disertai narasi sebagai berikut: "Bentar lagi Idul Adha ya pantesan udah mulai ada berita kek gini nih.
Si coved naik lagi gais, tandanya udah dekat moment umat Islam, rajin jualan test coved lagi .
Dan satu lagi...
Ini tandanya bakal ada packsin ke empat.
Asik kagak sih zaman now zaman penguasa otoriter?!"

 
Benarkah? Berikut cek faktanya.
 
[Cek Fakta] Angka Kasus Positif Covid-19 Sengaja Dinaikkan Pemerintah Menjelang Iduladha? Cek Faktanya

Penelusuran:

Dari hasil penelusuran, klaim bahwa pemerintah sengaja menaikkan angka kasus konfirmasi covid-19 di Indonesia menjelang hari raya Idul Adha adalah salah. Faktanya, informasi ini telah diklarifikasi Satuan Tugas Penanganan COVID-19.
 
Dilansir Medcom.id, Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito menjelaskan beberapa faktor penyebab kenaikan angka kasus positif COVID-19 di Indonesia sebagai berikut:

1. Mobilitas penduduk

Wiku menduga lonjakan kasus covid-19 akibat mobilitas penduduk yang terus meningkat daripada 2021. Sehingga, interaksi antarmasyarakat dari berbagai wilayah lebih tinggi.
 
"Aktivitas masyarakat yang kembali normal di tempat publik dan kegiatan berskala besar berpotensi meningkatkan penularan covid-19," ujar Wiku.

2. Mengendurnya kedisiplinan prokes

Selain itu, kedisiplinan masyarakat yang mengendur dalam menjalankan protokol kesehatan (prokes) juga diduga menjadi indikator meningkatnya kasus covid-19. Masyarakat mulai mengendurkan prokes karena kasus covid-19 sempat melandai.
 
"Dapat kita lihat di tempat umum dan permukiman pemakaian masker sudah longgar dan tidak sedisiplin saat kasus meningkat," lanjut Wiku.

3. Kemunculan varian BA.4 dan BA.5

Indikator lain yang membuat kasus covid-19 melonjak ialah munculnya varian BA.4 dan BA.5. Kedua varian anyar itu sudah masuk ke Indonesia, bahkan terdeteksi di DKI Jakarta dan Bali.
 
"Varian ini dilaporkan di Indonesia 6 Juni 2022," katanya.
 
Sementara itu, Kementerian Kesehatan RI melaporkan jumlah kasus subvarian BA.4 dan BA.5 di Indonesia hingga hari ini berjumlah 20 kasus. Terdiri atas dua kasus BA.4 dan 18 kasus BA.5.

Kesimpulan:

Klaim bahwa pemerintah sengaja menaikkan angka kasus konfirmasi covid-19 di Indonesia menjelang hari raya Idul Adha adalah salah. Faktanya, informasi ini telah diklarifikasi Satuan Tugas Penanganan COVID-19.
 
Informasi ini masuk kategori hoaks jenis misleading content (konten menyesatkan). Misleading terjadi akibat sebuah konten dibentuk dengan nuansa pelintiran untuk menjelekkan seseorang maupun kelompok. Konten jenis ini dibuat secara sengaja dan diharap mampu menggiring opini sesuai dengan kehendak pembuat informasi.
 
Misleading content dibentuk dengan cara memanfaatkan informasi asli, seperti gambar, pernyataan resmi, atau statistik, akan tetapi diedit sedemikian rupa sehingga tidak memiliki hubungan dengan konteks aslinya.
 
[Cek Fakta] Angka Kasus Positif Covid-19 Sengaja Dinaikkan Pemerintah Menjelang Iduladha? Cek Faktanya
 
Referensi:
https://www.kompas.com/tren/berita/061355565-penyebab-melonjaknya-kasus-covid-19-di-indonesia?page=all
 
*Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel cekfakta@medcom.id atau WA/SMS ke nomor 082113322016

 
(WAN)
LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif