Tangkapan layar unggahan hoaks di media sosial
Tangkapan layar unggahan hoaks di media sosial

[Fakta atau Hoaks]

[Cek Fakta] Varian Omicron Tak Terdeteksi Tes PCR? Ini Faktanya

Medcom Files Cek Fakta kabar hoaks tes PCR Omicron Varian Omicron
Wanda Indana • 02 Desember 2021 17:08
Varian Omicron Covid-19 diklaim tidak dapat terdeteksi oleh tes polymerase chain reaction (PCR). Klaim ini beredar di media sosial.
 
Akun Facebook Sharad Tripathi turut membagikan klaim ini pada Minggu, 28 November 2021. Akun ini mengunggah tulisan panjang berisi klaim varian Omicron Covid-19 yang tidak dapat dideteksi PCR. Disebutkan, informasi ini berasal dari grup percakapan dokter.
 
Berikut terjemahan dari penggalan narasi yang beredar:

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


 

"Varian baru B. 1.1.529 dinamai sebagai #OMICRON
Diam di Rumah
Dari grup A Doctors RSA
Virus kembali, kali ini dengan lebih banyak energi, taktik, dan kamuflase. Saya telah melihat sejumlah pasien tanpa demam, tetapi laporan sinar-x menunjukkan gejala radang paru-paru yang sedang!
Swab hidung sering negatif COVID19!
Semakin banyak tes hidung faringeal palsu #COVID19) ... yang berarti bahwa virus menyebar langsung ke paru-paru menyebabkan gangguan pernapasan akut akibat pneumonia virus"

 
Benarkah? Berikut cek faktanya.
 

[Cek Fakta] Varian Omicron Tak Terdeteksi Tes PCR? Ini Faktanya
 

Penelusuran:
Dari hasil penelusuran, klaim varian Omicron Covid-19 tidak dapat terdeteksi tes PCR adalah salah. Faktanya, justru semua kasus covid-19 akibat varian Omicron dideteksi oleh PCR.
 
Dilansir India Today Anti Fake News War Room (AFWA), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa diagnostik PCR saat ini terus mendeteksi Omicron. Faktanya, sejauh ini, sebagian besar kasus infeksi Omicron di Afrika Selatan dan negara lain hanya diidentifikasi melalui tes RT-PCR.
 
WHO telah menilai tingkat risiko yang terkait dengan Omicron menjadi "sangat tinggi". Dikatakan bahwa strain yang sangat bermutasi dapat memicu lonjakan Covid secara global, yang dapat memiliki konsekuensi parah di beberapa tempat.
 
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, saat berbicara di sesi khusus Majelis Kesehatan Dunia, mengatakan, “Kemunculan Omicron mengingatkan kita betapa berbahaya dan gentingnya situasi kita.”
 
Namun, WHO juga tidak menyebut varian itu lebih mematikan. Faktanya, sampai sekarang, badan kesehatan masyarakat teratas masih belum yakin tentang tingkat keparahan strain ini.
 
Dr Angelique Coetzee, dokter Afrika Selatan yang pertama kali memberi tahu pihak berwenang tentang pasien yang terinfeksi Omicron, mengatakan kepada "The Telegraph" bahwa gejala varian baru tidak biasa tetapi ringan.
 
“Gejala mereka sangat berbeda dan sangat ringan dari yang pernah saya tangani sebelumnya,” Dr Coetzee, seorang dokter umum selama 33 tahun dan juga ketua Asosiasi Medis Afrika Selatan, mengatakan kepada “The Telegraph”. Dan "tidak ada yang menderita kehilangan rasa atau bau", yang sebaliknya merupakan gejala umum untuk pasien Covid.
 

Kesimpulan:
Klaim varian Omicron Covid-19 tidak dapat terdeteksi tes PCR adalah salah. Faktanya, justru semua kasus covid-19 akibat varian Omicron dideteksi oleh PCR.
 
Informasi ini masuk kategori hoaks jenis misleading content (konten menyesatkan). Misleading terjadi akibat sebuah konten dibentuk dengan nuansa pelintiran untuk menjelekkan seseorang maupun kelompok. Konten jenis ini dibuat secara sengaja dan diharap mampu menggiring opini sesuai dengan kehendak pembuat informasi.
 
Misleading content dibentuk dengan cara memanfaatkan informasi asli, seperti gambar, pernyataan resmi, atau statistik, akan tetapi diedit sedemikian rupa sehingga tidak memiliki hubungan dengan konteks aslinya.
 

[Cek Fakta] Varian Omicron Tak Terdeteksi Tes PCR? Ini Faktanya
 

Referensi:
https://www.indiatoday.in/fact-check/story/fact-check-unverified-information-about-omicron-variant-cause-social-media-panic-1882571-2021-11-30
 

*Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surelcekfakta@medcom.idatau WA/SMS ke nomor082113322016
 

 
(WAN)
LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif