Tangkapan layar informasi yang beredar di WhatsApp
Tangkapan layar informasi yang beredar di WhatsApp

Fakta atau Hoaks

[Cek Fakta] Balita akan Divaksin Covid-19 Upaya Menuju Pemusnahan Massal Umat Islam? Ini Faktanya

Medcom Files Cek Fakta
M Rodhi Aulia • 19 Agustus 2021 10:23
Beredar sebuah narasi bahwa rencana vaksinasi Covid-19 untuk anak berusia di bawah lima tahun (balita) merupakan upaya menuju pemusnahan massal umat Islam. Narasi ini beredar di WhatsApp, baru-baru ini.
 
Berikut narasinya:
 
"REZIM BIPANG DAJJAL AKAN TEMPELI STIKER BELUM DI VAKSIN

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


 
HATI2 SEBENTAR LAGI ANAK2 BALITA SEGERA AKAN DI VAKSIN
INI JELAS2 MENUJU DEPOPULASI PEMUSNAHAN MASSAL UMAT ISLAM
SKRG YANG ANAK2 SMP SMA SUDAH DI VAKSIN
ARTINYA HABIS LAH GENERASI MUDA ISLAM
WALLAHU'ALAM BISSAWAB Lebai banget dah yg tinggal di Jakarte
 
Warga DKI Belum Vaksin Rumah Akan Ditempel Stiker
 
https://www.cnnindonesia.com/nasional/20210811153325-12-679173/warga-dki-belum-vaksin-rumah-akan-ditempel-stiker."

 

Benarkah demikian?
 

 
[Cek Fakta] Balita akan Divaksin Covid-19 Upaya Menuju Pemusnahan Massal Umat Islam? Ini Faktanya
 

Penelusuran:
Dari penelusuran kami, klaim bahwa rencana vaksinasi Covid-19 untuk anak berusia di bawah lima tahun (balita) merupakan upaya menuju pemusnahan massal umat Islam, adalah salah. Faktanya, vaksinasi Covid-19 tidak hanya untuk kalangan tertentu atau Islam saja.
 
Vaksin Covid-19 diperuntukkan untuk mayoritas penduduk dunia. Tidak hanya untuk kelompok tertentu atau negara tertentu saja.
 
Berdasarkan data Johns Hopkins per 19 Agustus 2021 pukul 10.15 WIB, hampir 800 juta Warga Negara (WN) Tiongkok sudah divaksin. Kemudian disusul sekitar 169 juta WN Amerika Serikat dan 123 juta WN India.
 
Dari sini dapat dipastikan, vaksin Covid-19 bukan hanya untuk Indonesia yang dikenal dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Akan tetapi, vaksin juga gencar diberikan di negara-negara lain.
 

[Cek Fakta] Balita akan Divaksin Covid-19 Upaya Menuju Pemusnahan Massal Umat Islam? Ini Faktanya
 

Di sisi lain, vaksinasi untuk balita masih dalam proses penelitian. Di antaranya seperti yang dilakukan Pfizer yang telah mendaftarkan lebih dari 4.600 anak dalam tiga kelompok.
 
Yakni, usia 5 hingga 11 tahun, usia 2 hingga 5 tahun dan usia 6 bulan hingga 2 tahun. Hasil uji klinik usia 5 hingga 11 tahun diprediksi akan keluar pada September mendatang.


 
"Hasil uji klinik untuk anak berusia 2 hingga 5 tahun mungkin dapat diperoleh setelah data 5-11 tahun. Untuk bayi 6 bulan hingga 2 tahun, Pfizer mengatakan hasilnya mungkin bisa diperoleh pada bulan Oktober atau November. Dan segera setelah itu Pfizer akan meminta FDA untuk menerbitkan izin penggunaan darurat," seperti yang dimuat Kompas.com dalam laporannya, 18 Juli 2021.


 
[Cek Fakta] Balita akan Divaksin Covid-19 Upaya Menuju Pemusnahan Massal Umat Islam? Ini Faktanya
 

Kesimpulan:
Klaim bahwa rencana vaksinasi Covid-19 untuk anak berusia di bawah lima tahun (balita) merupakan upaya menuju pemusnahan massal umat Islam, adalah salah. Faktanya, vaksinasi Covid-19 tidak hanya untuk kalangan tertentu atau Islam saja.
 
Informasi ini masuk kategori hoaks jenis misleading content (konten menyesatkan). Misleading terjadi akibat sebuah konten dibentuk dengan nuansa pelintiran untuk menjelekkan seseorang maupun kelompok. Konten jenis ini dibuat secara sengaja dan diharap mampu menggiring opini sesuai dengan kehendak pembuat informasi.
 
Misleading content dibentuk dengan cara memanfaatkan informasi asli, seperti gambar, pernyataan resmi, atau statistik, akan tetapi diedit sedemikian rupa sehingga tidak memiliki hubungan dengan konteks aslinya.
 

[Cek Fakta] Balita akan Divaksin Covid-19 Upaya Menuju Pemusnahan Massal Umat Islam? Ini Faktanya
 

Referensi:
https://coronavirus.jhu.edu/vaccines/international
https://www.kompas.com/sains/berita/130000923-kenapa-vaksin-covid-19-untuk-anak-di-bawah-12-tahun-belum-ada?page=all
 

*Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel cekfakta@medcom.id atau WA/SMS ke nomor 082113322016
 


 
(DHI)
LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif