Tangkapan layar informasi di media sosial
Tangkapan layar informasi di media sosial

[Fakta atau Hoaks]

[Cek Fakta] Benarkah Uang Pangkal Masuk Undip Rp87 Miliar? Ini Faktanya

Medcom Files Cek Fakta
M Rodhi Aulia • 23 Agustus 2020 08:54
Beredar sebuah tangkapan layar berisikan pengumuman hasil seleksi penerimaan mahasiswa baru di Univeristas Diponegoro (Undip) tahun 2020. Tangkapan layar itu beredar di media sosial.
 
Di antaranya tangkapan layar yang diunggah salah satu akun twitter pada Sabtu 22 Agustus 2020. Akun twitter ini mempertanyakan kebenaran uang pangkal yang harus dibayarkan calon mahasiswa tersebut.


-dips! ini beneran 87milyar? atau typo harusnya 87juta?


 
[Cek Fakta] Benarkah Uang Pangkal Masuk Undip Rp87 Miliar? Ini Faktanya

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


 

Penelusuran:
Dari penelusuran tim cek fakta Medcom.id, isu bahwa uang pangkal masuk UNDIP mencapai Rp87 miliar, adalah salah. Faktanya, pihak Undip telah membantah informasi tersebut. Dilansir Kumparan.com, Wakil Rektor Bidang Komunikasi dan Bisnis Undip, Dwi Cahyo Utomo turut mendengar informasi tersebut. Dwi menegaskan isu uang pangkal Rp87 miliar itu, hoaks.


"Berkenaan dengan trending di twitter, lulus jalur UM S1 harus membayar uang pangkal 87 miliar, kami tegaskan bahwa berita tersebut hoaks, tidak benar," kata Dwi seperti dilansir Kumparan.com, Sabtu 22 Agustus 2020.


Dwi menambahkan, pihaknya berencana menempuh proses hukum. Namun pihaknya terlebih dahulu mengumpulkan sejumlah bukti terkait.


"Semoga informasi hoaks tersebut tidak mengganggu adik-adik yang sedang konsen menyiapkan proses registrasi perkuliahan," ujar Dwi.


 
[Cek Fakta] Benarkah Uang Pangkal Masuk Undip Rp87 Miliar? Ini Faktanya
 

Berikut artikel selengkapnya:
 
Undip akan Ambil Langkah Hukum Soal Cuitan Viral Uang Pangkal Rp 87 M
 
Kalimat Rp 87 M tiba-tiba trending di media sosial. Usut punya usut, ternyata pemicunya beredar sebuah tulisan, masuk Fakultas Hukum Undip lewat jalur mandiri mesti bayar Rp 87 miliar.
 
Pihak Undip yang dikonfirmasi segera melakukan klarifikasi. Informasi viral di media sosial itu tidak benar alias hoaks.
 
"Semoga informasi hoaks tersebut tidak mengganggu adik-adik yang sedang konsen menyiapkan proses registrasi perkuliahan,” kata Wakil Rektor Bidang Komunikasi dan Bisnis Undip, Dwi Cahyo yang dikonfirmasi, Sabtu (22/8).
 
Undip mengaku merasa dirugikan atas informasi hoaks di media sosial itu. Pihaknya tengah memikirkan akan mengambil langkah hukum karena informasi hoaks itu mencemarkan nama baik Undip.
 
Utomo menjelaskan, viralnya cuitan ini telah merugikan Undip. Sebab, terkait biaya pendidikan dan SPI (Sumbangan Pengembangan Institusi), Undip berpedoman pada ketentuan Permendikbud Nomor 25 Tahun 2020.
 
“Dalam hal ini, Undip merasa dirugikan,” kata Dwi.
 
Dwi menjelaskan, karena ini merupakan kejahatan dunia maya maka pihaknya harus menangani dengan cara yang tepat. Pihaknya tak menutup kemungkinan proses hukum, dengan terlebih dulu mencari identitas penyebar hoaks tersebut.
 
“Karena merugikan, Undip akan memprosesnya. Proses hukum akan dilakukan setelah undip mendapatkan bukti yang kuat terkait pemilik akun twitter tersebut agar langkah hukumnya tidak sia-sia,” tegas Dwi.
 
Patut diketahui, viral cuitan akun twitter menyebut seorang mahasiswa lolos penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri di Universitas Diponegoro harus bayar yang pangkal hingga Rp 87 Miliar.
Diketahui calon mahasiswa tersebut memamerkan Kartu Tanda Pengumuman Jalur Seleksi UM Tahun 2020. Dalam kartu tersebut, ia dinyatakan lolos dan diterima di program studi Ilmu Hukum Undip dengan uang pangkal Rp 87 miliar.
 
“Berkenaan dengan trending di twitter, lulus jalur UM S1 harus membayar uang pangkal 87 miliar, kami tegaskan bahwa berita tersebut hoaks, tidak benar,” ucap Wakil Rektor Bidang Komunikasi dan Bisnis Undip, Dwi Cahyo Utomo dalam keterangan persnya, Sabtu (22/8).

 

Kesimpulan:
Isu bahwa uang pangkal masuk UNDIP mencapai Rp87 miliar, adalah salah. Faktanya, pihak Undip telah membantah informasi tersebut.
 
Informasi ini masuk kategori hoaks jenis misleading content (konten menyesatkan). Misleading terjadi akibat sebuah konten dibentuk dengan nuansa pelintiran untuk menjelekkan seseorang maupun kelompok. Konten jenis ini dibuat secara sengaja dan diharap mampu menggiring opini sesuai dengan kehendak pembuat informasi.
 
Misleading content dibentuk dengan cara memanfaatkan informasi asli, seperti gambar, pernyataan resmi, atau statistik, akan tetapi diedit sedemikian rupa sehingga tidak memiliki hubungan dengan konteks aslinya.
 

[Cek Fakta] Benarkah Uang Pangkal Masuk Undip Rp87 Miliar? Ini Faktanya
 

Referensi:
https://kumparan.com/kumparannews/undip-akan-ambil-langkah-hukum-soal-cuitan-viral-uang-pangkal-rp-87-m-1u3J1IqowHH/full
https://www.kominfo.go.id/content/detail/28834/hoaks-mahasiswa-bayar-uang-pangkal-di-undip-rp-87-miliar/0/laporan_isu_hoaks
 

*Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel [email protected] atau WA/SMS ke nomor 082113322016
 


 
(DHI)
LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif