Akun Facebook Nak Batah ikut membagikan klaim tersebut pada Minggu, 28 November 2021. Pada unggahannya, juga terdapat narasi bertuliskan sebagai berikut:
"Hewan ini sangat menakutkan disebut hewan berbisa bisa membunuh manusia seoarang anak laki-laki di provinsi pailin mati karena gigitan hewan ini harap berhati-hati semuanya!!
Tolong bantu share untuk menyebarkan kesadaran kepada semua orang
Berlanjut dariku: Heang Tola"
Benarkah hewan Luwing atau kaki seribut memiliki bisa yang mematikan? Berikut cek faktanya.
Penelusuran:
Dari hasil penelusuran, klaim bahwa hewan Luwing atau kaki seribut memiliki bisa yang mematikan adalah salah. Faktanya, luwing tidak memiliki racun yang mematikan.
Hewankaki seribu memiliki cara melindungi diri dari pengganggu. Cara pertama dan yang sering kita lihat adalah menggulung diri. Nah, cara yang kedua adalah dengan mengeluarkan cairan beracun atau gas hidrogen sianida dari pori-pori tubuh mereka. Racun yang dihasilkan tidak membahayakan manusia, hanya saja jika terhirup dapat membuat mabuk. Namun, tidak mematikan.
Dilansir Alodokter, hewan kaki seribu (Myriapoda, millipede) termasuk ke dalam hewan arthropoda. Hewan ini termasuk banyak ditakuti oleh manusia, selain karena bentuknya yang mirip ular, juga dikhawatirkan mengandung racun yang berbahaya. Sejatinya, kaki seribu tidaklah menggigit atau menyengat, termasuk manusia.
Berikut detil penjelasannya:
Akan tetapi, saat merasa terancam, hewan ini bisa menggulung tubuhnya, lantas mengeluarkan beberapa substansi beracun, utamanya asam hidroklorit dan hidrogen sianida. Kedua substansi ini bisa membuat kulit yang berkontak terasa terbakar, kehitaman, kemerahan, gatal, melepuh, bengkak, dan mengalami gejala peradangan lainnya akibat iritasi. Jika Anda alergi terhadap salah satu atau kedua substansi ini, reaksi radang yang muncul bisa jauh lebih berat, bahkan bisa sampai membuat wajah bengkak, sesak, mengi, pusing, mual, muntah, jantung berdebar, ruam kulit sekujur tubuh, dan beragam gejala serius lainnya. Bagi hewan predatornya, kontak dengan substansi ini juga bisa memicu asfiksia, yakni sensasi seperti kehabisan napas.
Radang akibat kontak dengan racun dari kaki seribu kebanyakan tidak berbahaya. Kondisi ini bisa ditangani cukup dengan langsung mencuci bagian kulit yang meradang dengan air bersih, mengalir, hangat-hangat kuku, lantas disabuni atau dioleskan pelembab (sepergi lidah buaha), diistirahatkan, dan jangan sembarangan diberi obat. Akan tetapi, jika radang di kulit tampak cukup parah, apalagi sampai menimbulkan gejala sistemik berat, lebih aman hal ini diperiksakan langsung saja ke dokter atau dokter kulit terdekat ya..
Pula, dilansir Reptileforums.co.uk, hewan yang juga disebutKeluwing ini umumnya adalah herbivora, makan tumbuhan untuk mendapatkan semua nutrisi yang mereka butuhkan. Keluwing makan segala sesuatu dari apel, pir, pisang, daun dandelion, dan daun semanggi.
![[Cek Fakta] Beredar Foto Anak Kecil Meninggal karena Gigitan Hewan Kaki Seribu? Ini Faktanya](https://cdn.medcom.id/images/library/images/Screen%20Shot%202021-12-07%20at%2012_18_59.png)
Kesimpulan:
Klaim bahwa hewan Luwing atau kaki seribut memiliki bisa yang mematikan adalah salah. Faktanya, luwing tidak memiliki racun yang mematikan.
Informasi ini jenis hoaksfalse context(konteks keliru).False contextadalah sebuah konten yang disajikan dengan narasi dan konteks yang salah. Biasanya, false context memuat pernyataan, foto, atau video peristiwa yang pernah terjadi pada suatu tempat, namun secara konteks yang ditulis tidak sesuai dengan fakta yang ada.
![[Cek Fakta] Beredar Foto Anak Kecil Meninggal karena Gigitan Hewan Kaki Seribu? Ini Faktanya](https://cdn.medcom.id/images/library/images/Cek%20Fakta%20-%20False%20Context(2).jpeg)
Referensi:
https://www.alodokter.com/komunitas/topic/kaki-seribu
https://www.reptileforums.co.uk/threads/olive-millipede-spirostreptus-brachycerus-care.680657/
*Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui WA/SMS ke nomor082113322016
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News