Tangkapan layar pemberitaan palsu melalui pesan berantai di aplikasi WhatsApp
Tangkapan layar pemberitaan palsu melalui pesan berantai di aplikasi WhatsApp

[Cek Fakta]

[Cek Fakta] Ditemukan Virus Berbahaya Machupo pada Obat Parasetamol Jenis Baru? Ini Faktanya

Medcom Files Cek Fakta
Wanda Indana • 13 Februari 2020 18:39
Beredar tangkapan layar sebuah kolase foto yang memperlihatkan kemasan pil Parasetamol yang dipadukan dengan dua foto pasien yang terlihat mengalami penyakit kulit. Informasi itu menyebar melalui pesan berantai WhatsApp.
 
Pula, di dalam pesan tersebut terdapat narasi yang melarang penggunaan obat Parasetamol keluaran terbaru, yang berkode P-500. Disebutkan, Parasetamol jenis baru itu mengandung virus berbahaya bernama Machupo, yakni virus paling berbahaya di dunia.
 
Berikut narasi lengkapnya:

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


 
"Hati hati untuk tidak menggunakan paracetamol yang datang ditulis P/500 , ini adalah Paracetamol baru sangat putih dan mengkilap , mengandung MACHUPO VIRUS dianggap salah satu virus yang paling berbahaya di dunia , dan dengan tingkat kematian yang tinggi , silakan berbagi pesan ini untuk semua orang dan keluarga dan menyelamatkan hidup dari mereka , saya sudah melakukan bagian saya , sekarang giliran anda lagi...makasih...!!!"
[Cek Fakta] Ditemukan Virus Berbahaya Machupo pada Obat Parasetamol Jenis Baru? Ini Faktanya
 

Penelusuran:
Setelah ditelusuri, klaim bahwa terdapat virus berbahayaMachupo pada obat parasetamol adalah salah. Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) telah mengklarifikasi informasi tersebut.
 
Disitat dari laman Badan POM, pom.go.id, melalui artikel berjudul "KLARIFIKASI BADAN POM TERKAIT BEREDARNYA ISU PRODUK OBAT PARASETAMOL YANG MENGANDUNG VIRUS BERBAHAYA" disebutkan bahwa sampai saat ini Badan POM tidak pernah menerima laporan kredibel yang mendukung klaim bahwa virus Machupo telah ditemukan dalam produk obat Parasetamol atau produk obat lainnya.
 
Virus Machupo sendiri diketahui merupakan jenis virus yang penyebarannya dapat terjadi melalui udara, makanan, atau kontak langsung. Virus Machupo dapat bersumber dari air liur, urin, atau feses hewan pengerat yang terinfeksi dan menjadi pembawa (reservoir) virus tersebut.
 
Kepala Badan POM, Penny K. Lukito menyampaikan bahwa Badan POM tidak pernah menemukan hal-hal seperti yang diisukan tersebut, termasuk kandungan virus Machupo dalam produk obat.
 
Penny K. Lukito mengimbau masyarakat Indonesia untuk membeli obat di apotek atau sarana resmi lainnya seperti toko obat berizin. "Ingat CEK KLIK, cek kemasan, label, izin edar, dan kedaluwarsa", ujar Penny K. Lukito.
 
"Jadilah konsumen cerdas, jangan mudah terpengaruh oleh isu/hoax yang beredar di media sosial. Apabila menemukan produk yang mencurigakan, laporkan ke contact center Badan POM di nomor telepon 1500533 (pulsa lokal) atau Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia”, pesan Kepala Badan POM.
 

 
Kesimpulan:
Klaim bahwa terdapat virus berbahaya pada obat parasetamol adalah salah. Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) telah mengklarifikasi informasi tersebut.
 
Informasi hoaks tersebut masuk dalam kategori fabricated content. Fabricated content (konten palsu) terbilang menjadi jenis konten palsu yang paling berbahaya. Konten ini dibentuk dengan kandungan 100% tidak bisa dipertanggung-jawabkan secara fakta.
 

Referensi:
https://www.pom.go.id/new/view/more/klarifikasi/45/KLARIFIKASI-BADAN-POM-TERKAIT-BEREDARNYA-ISU--PRODUK-OBAT-PARASETAMOL-YANG-MENGANDUNG-VIRUS-BERBAHAYA.html
https://www.pom.go.id/new/
 

Sumber:
Pesan berantai WhatsApp
 

 
(WAN)
LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif