Tangkapan layar pemberitaan palsu di media sosial. Foto: Facebook
Tangkapan layar pemberitaan palsu di media sosial. Foto: Facebook

[Fakta atau Hoaks]

[Cek Fakta] Polisi Pukul Mahasiswa yang Demo Menolak TKA Hingga Tewas? Cek Faktanya

Medcom Files Cek Fakta
Wanda Indana • 08 Juli 2020 12:56
Akun Facebook Achid Keiko mengunggah video yang memperlihatkan seorang pria terkulai lemas dengan luka pada bagian wajah. Diklaim, pria dalam video adalah mahasiswa yang mengikuti demo menolak Tenaga Kerja Asing (TKA) yang dibunuh oleh seorang polisi.
 
Video itu diunggah pada Selasa, 6 Juli 2020. Video berasal dari kanal Youtube berjudul "Polisi pukul mahasiswa hingga tewas". Pemilik akun juga menambahkan keterangan pada unggahannya, bertuliskan"Demo Menolak TKA...".
 
Hingga tangkapan layar diambil, unggahan video tersebut mendapat banyak respons dari warganet, terdiri dari 309 respons, 404 komentar, dan 214 kali dibagikan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


 

[Cek Fakta] Polisi Pukul Mahasiswa yang Demo Menolak TKA Hingga Tewas? Cek Faktanya
Penelusuran:
Dari hasil penelusuran, klaim bahwa seorang polisi memukul mahasiswa yang berdemo menolak TKA hingga tewas adalah salah. Faktnya, pria dalam video yang beredar bernama Emen Lahuda babak belur akibat bentrok antara polisi dan massa aksi.
 
Melalui reverse image, foto identik ditemukan pada artikel yang dimuat Tribunnews.com, melalui artikel berjudul "Kader GAM Dikroyok Saat Demo BST di Wakatobi, Ini Kata Panglima GAM" dimuat pada Selasa, 7 Juli 2020.
 
Pada artikel itu dijelaskan, Aktivis Emen Lahuda diduga mendapat tindak represif dari aparat keamanan saat aksi demonstrasi Tuntuntan Transparansi Bantuan Sosial Tunai (BST) di Wakatobi, Senin 6 Juli 2020. Puluhan masyarakat yang tergabung dalam Barisan Orator Masyarakat Kepton dan Koalisi Parlemen Jalanan menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Wakatobi. Massa aksi menuntut adanya transparansi anggaran dan penyaluran BST Tahap 2.
 
Aksi berujung bentrok antar tim pengamanan aparat kepolisian juga satpol PP bersama massa aksi. Satu massa aksi sekaligus Koordinator Lapangan dan merupakan kader GAM, Emen Lahuda menjadi korban tindakan represif yang diduga dilakukan oleh oknum kepolisian dan Satpol PP.
 

[Cek Fakta] Polisi Pukul Mahasiswa yang Demo Menolak TKA Hingga Tewas? Cek Faktanya
 

Foto identik juga ditemukan pada situs Sultrakini.com, melalui artikel berjudul "Aksi BST Ricuh di Wakatobi, Pendemo Dan Polisi Luka-luka".Pada artikel itu juga dijelaskan, bahwa pria pada video yang beredar adalah bagian dari massa sekaligus Koordinator Lapangan aksi yang beraksi terkait tuntuntan transparansi BST di Wakatobi, bukan terkait penolakan TKA.
 

[Cek Fakta] Polisi Pukul Mahasiswa yang Demo Menolak TKA Hingga Tewas? Cek Faktanya
 

Kesimpulan:
Dari hasil penelusuran, klaim bahwa seorang polisi memukul mahasiswa yang berdemo menolak TKA hingga tewas adalah salah. Faktnya, pria dalam video yang beredar bernama Emen Lahuda babak belur akibat bentrok antara polisi dan massa aksi.
 
Informasi itu masuk kategori hoaks jenis misleading content (konten menyesatkan).Misleading terjadi akibat sebuah konten dibentuk dengan nuansa pelintiran untuk menjelekkan seseorang maupun kelompok. Konten jenis ini dibuat secara sengaja dan diharap mampu menggiring opini sesuai dengan kehendak pembuat informasi.
 
Misleading content dibentuk dengan cara memanfaatkan informasi asli, seperti gambar, pernyataan resmi, atau statistik, akan tetapi diedit sedemikian rupa sehingga tidak memiliki hubungan dengan konteks aslinya.
 

Referensi:
https://archive.md/RsVSP
https://sultrakini.com/berita/aksi-bst-ricuh-di-wakatobi-pendemo-dan-polisi-luka-luka
https://makassar.tribunnews.com/2020/07/07/kader-gam-dikroyok-saat-demo-bst-di-wakatobi-ini-kata-panglima-gam
 

*Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel cekfakta@medcom.id
 

 

(WAN)
LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif