Akun facebook KP Norman Hadinegoro membagikan narasi ini pada 6 Juni 202i. Dalam unggahannya ia memberikan kutipan sebagai berikut.
"Kapan ...?
Kita nyumbang doa dan tahlilan...gitu aja koq repot...!"
Unggahan ini mendapatkan respon dari 173 warganet. Serta 140 komentar dan 16 kali dibagikan ulang.
Penelusuran:
Dari hasil penelusuran tim cek fakta medcom, klaim aktivis KAMI akan bunuh diri jika Jokowi tak mundur adalah salah. Faktanya, tidak ditemukan informasi valid terkait hal tersebut. Dilansir detik.com, KAMI se-Jawa mendesak Presiden Joko Widodo mengundurkan diri terkait pelanggaran menimbulkan kerumunan saat kunjungan kerja ke Nusa Tenggara Timur.
"Padahal perbuatan Presiden tersebut sangat disadari akan menimbulkan kerumunan massa, seperti yang terlihat pada beberapa video. Dengan jumlah massa yang sangat banyak, dengan jarak yang sangat rapat, bahkan terlihat kerumunan masyarakat tersebut ada yang tidak menggunakan masker," tulis KAMI se-Jawa dalam pernyataan resminya.
KAMI se-Jawa pun menyatakan demi tegaknya hukum, keadilan dan pengendalian Covid-19 presiden pun harus diproses hukum. "Bahwa demi tegaknya hukum dan keadilan, dan suksesnya Pengendalian COVID-19 Presiden harus menerima kenyataan untuk di proses hukum sesuai hukum yang berlaku di Indonesia," tulis KAMI.
Selama menjalani proses hukum tersebut, KAMI se-Jawa meminta agar Jokowi mengundurkan diri selama menjalani proses hukum.
"Presiden dengan kesadaran, kebesaran jiwanya dan atas kemauannya sendiri, untuk sementara waktu mengundurkan diri sebagai presiden Republik Indonesia, apabila penegakkan hukum akan dan/ atau selama proses hukum berlangsung (due process of law)," ujarnya.
![[Cek Fakta] Aktivis Kami Se-Jawa akan Bunuh Diri Jika Jokowi Tak Mundur? Ini Faktanya](https://cdn.medcom.id/images/library/images/o8989iiiii.jpg)
Kesimpulan:
Klaim aktivis KAMI akan bunuh diri jika Jokowi tak mundur adalah salah. Faktanya, narasi tersebut hasil suntingan.
Informasi ini jenis hoaks misleading content (konten menyesatkan). Misleading terjadi akibat sebuah konten dibentuk dengan nuansa pelintiran untuk menjelekkan seseorang maupun kelompok. Konten jenis ini dibuat secara sengaja dan diharap mampu menggiring opini sesuai dengan kehendak pembuat informasi.
Misleading content dibentuk dengan cara memanfaatkan informasi asli, seperti gambar, pernyataan resmi, atau statistik, akan tetapi diedit sedemikian rupa sehingga tidak memiliki hubungan dengan konteks aslinya.
![[Cek Fakta] Aktivis Kami Se-Jawa akan Bunuh Diri Jika Jokowi Tak Mundur? Ini Faktanya](https://cdn.medcom.id/images/library/images/MISLEADING%20CONTENT(161).png)
Referensi:
1.https://archive.fo/yoKcR
2.https://news.detik.com/berita-jawa-barat/d-5473150/kami-se-jawa-kritik-kerumunan-warga-saat-jokowi-di-maumere
*Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel cekfakta@medcom.id atau WA/SMS ke nomor 082113322016
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News